IndoPetroNews

Headlines News :
SKKMigas

Translate by Google

Beyond Communication


ACT


PetroInfo

PetroComodity

HSE Industri Migas Tidak Bisa Ditawar

indoPetroNews.com - Kendati industri minyak dan gas bumi (migas) mendapat pukulan telak dengan anjloknya harga minyak mentah global, tetapi soal Health, Safety & Environmental (HSE) menjadi keniscayaan. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Divisi Penunjang  Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu dan Minyak Bumi (SKK Migas), Baris Sitorus, dalam acara HSE Talk, Selasa (9/2/2016) di Jakarta.

Menurut Baris, masalah efisiensi tetap ada tetapi untuk HSE tidak ada tawar menawar. "Ini sesuai dengan arahan Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi," tegasnya.

Efisiensi, lanjut Dia, dapat dilakukan di segala bidang. Misalnya untuk bidang pengadaan dan proses operasi.

Diakui Baris, bahwa operasi migas memang berada dalam atau dekat dengan bahaya. "Risikonya tinggi," katanya lagi. Namun harus ada penyesuaian tanpa mengurangi kehandalan dari aspek HSE.

Apalagi kecelakaan kerja terjadi pada Senin (8/2/2016) dengan terbakarnya sumur minyak dan gas Rig Pumpido 08 di lokasi sumur 47 milik Pertamina di Majalengka, Jawa Barat.

Baris Sitorus pun menyatakan duka yang mendalam terhadap para korban kecelakaan kerja tersebut. "Tetapi kita harus belajar dari pengalaman pahit itu. Agar di masa mendatang, kita dapat meminimalisasi tingkat kecelakaan,"katanya lagi.

Baris Sitorus juga mengungkapkan bahwa HSE Talk ini pun merupakan sarana untuk belajar mengenai HSE, berbagi dan bersinergi selain untuk mencapai target kegiatan hulu migas sesuai yang ditugaskan pemerintah juga bagaimana menurunkan angka kecelakaan kerja di industri migas. (Sofyan)

Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi Adipala Tambah 2.400 MW Sistem Kelistrikan Jawa Bali


indoPetroNews.com - PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kilo Volt (kV), terdiri atas 35 tower yang merupakan bagian dari sistem interkoneksi Jawa Bali. Untuk sirkit pertama telah beroperasi sejak 22 september 2015 lalu, sementara untuk sirkit kedua dinyatakan layak bertegangan pada akhir Januari 2016.

SUTET yang terdiri atas dua sirkit ini mampu menghantarkan daya masing-masing 1200 mega watt (MW). Jaringan terbentang sepanjang 14 kilo meter sirkit (kms) menghubungkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Jateng Adipala dengan Gardu Induk tegangan Ekstra Tinggi (GITET) New Rawalo, Kesugihan, Jawa Tengah.

Pembangunan SUTET ini untuk memperkuat sistem kelistrikan Jawa Bali, dengan cara mengalirkan pasokan listrik dari PLTU 2 Jateng berkapasitas 600 Mega Watt ( MW) ke sistem interkoneksi Jawa Bali.

SUTET yang terdiri atas dua sirkit ini dibangun dengan konstruksi ACSR 4x422 mm2 yang mampu menghantarkan daya masing-masing 1200 MW.

“Dengan beroperasinya dua sirkit ini maka PLN akan mampu menambah pasokan listrik sebesar 2400 MW pada system kelistrikan Jawa Bali, hal ini tentu menjadi asupan yang sangat penting untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan Jawa Bali,” ujar Senior Manajer Public Relation, Agung Murdifi kepada indopetronews.com Minggu (7/2/2016) di Jakarta.

Agung menambahkan SUTET Adipala - Rawalo Cilacap ini diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik di Jawa Tengah. Untuk saat ini, pasokan listrik terfokus pada Interbus Transformer (IBT) Ungaran I, II, IBT Pedan dan IBT Tanjungjati. Dengan adanya SUTET ini, beban listrik bisa dipecah ke GI Adipala, Rawalo dan Cilacap.

Selain itu, dalam waktu dekat, PLN juga akan segera mengoperasikan SUTET Cila yang menghubungkan antara PLTU Cilacap Ekspansi 610 MW - Adipala yang saat ini pengerjaannya sudah hampir rampung. Sesuai dengan rencana awal, SUTET akan dibangun sepanjang 4 kilo meter dan terdiri atas 12 tower. (Sofyan)

Antisipasi Kebakaran Sumur Kembali Terjadi, Pertamina Lakukan Safety Stand Down

indoPetroNews.com -  Menyusul kebakaran sumur di Field  Jatibarang, PT. Pertamina (Persero) lakukan Safety Stand Down. Kegiatan bertujuan untuk mengingatkan kembali perihal pentingnya pemahaman dan implementasi aspek Health Safety Security and Environment (HSSE)  di industri hulu minyak dan gas bumi (migas)  yang sangat erat dengan faktor risiko.

"Melalui safety stand down ini, saya mewakili jajaran direksi Pertamina mengajak dan menghimbau seluruh pekerja dan mitra Pertamina terutama yang bergerak di sektor hulu, agar semakin memperhatikan faktor HSSE. Terapkan HSSE Golden Rules yaitu Patuh, Peduli, Intervensi. Hal ini berlaku untuk semua pihak yang terkait dengan industri ini", kata Direktur Hulu PT. Pertamina (Persero) Syamsu Alam kepada sejumlah media di Kantor Pusat Pertamina di Jakarta, Selasa (9/2).

Lebih lanjut, Syamsu Alam menyampaikan bahwa kewajiban bagi seluruh pihak agar saling mengingatkan akan komitmen tinggi dalam menerapkan sistem manajemen HSSE dan mematuhi prosedur yang telah ditetapkan perusahaan.

"Di awal tahun 2016, kami membuat komitmen tentang Zero Tolerance untuk HSSE. Dalam artian bahwa kami berkomitmen untuk tunduk dan patuh terhadap pengelolaan faktor HSSE dalam setiap operasi yang kami jalankan. Maka apabila terjadi hal terkait safety tentu akan kami pertimbangkan kebijakan terkait rewards and concequences", tegas Syamsu Alam.

Sebelumnya, Senin (8/2), terjadi kebakaran di sumur Tim Penanggulangan Keadaan Darurat PT Pertamina EP Field Jatibarang, saat tengah ada aktifitas reparasi sumur dengan Rig Pumpindo PEP. Pada saat operasi dinihari tiba-tiba muncul api dari arah tangki kemudian api menyebar ke arah rig di area sumur yangg mengakibatkan rig terbakar di antara cellar meja bor tangki.

"Benar bahwa hari senin kemarin terjadi kebakaran di area sumur RDG-47 Field Jatibarang. Dan sekitar pukul 06.45 WIB (08/02) api berhasil dipadamkan", ujar Syamsu Alam.

Atas kejadian tersebut, tambah Syamsu Alam, aktifitas reparasi sumur dilakukan stop operasi. Operasi akan dimulai kembali setelah proses investigasi dan perbaikan tuntas dilakukan.

Sebelum melakukan safety stand down, Syamsu Alam menyempatkan diri menjenguk korban yang sedang menjalani perawatan di Instalasi Luka Bakar Rumah Sakit Pertamina Pusat.

"Hingga pagi ini total korban meninggal dunia 2 orang. Sedangkan 5 korban luka tengah mendapatkan perawatan dari RSPP. Sekali lagi, kami sangat menyesalkan kejadian ini dan kami berkomitmen untuk memberikan pengobatan semaksimal mungkin. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan kami turut berduka cita", jelas Syamsu Alam.

"Kami berkomitmen untuk tidak ada lagi kejadian serupa di kemudian hari", janji Syamsu Alam.

Dwi Soetjipto: "Ekspektasi Masyarakt terhadap Pertamina Tinggi"

indoPetroNews.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menyatakan ekspektasi masyarakat terhadap Pertamina sangat tinggi. Berdasarkan hasil survey  yang dilakukan oleh sebuah lembaga, terungkap pada kuartal IV 2015, Pertamina menjadi perusahaan top of mind masyarakat. Ini terjadi karena 80% tenaga pekerja Pertamina dicurahkan untuk kesuksesan distribusi energi yang langsung bersentuhan dengan publik. Demikian dikatakan Dwi ketika menjadi narasumber pada peringatan Hari Pers Nasonal yang dipusatkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/2).

“Hasil ekspektasi yang tinggi itu harus dijawab dengan terus menjalankan transformasi di berbagai bidang sehingga visi Pertamina menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia dapat diraih dan sekaligus diakui oleh masyarakat,” kata Dwi dalam paparannya.

Untuk itu, lanjut Dwi, mengkomunikasikan upaya berikut hasil-hasil transformasi kepada publik adalah kunci selanjutnya untuk meraih kepercayaan publik. Di sinilah peran penting media massa untuk menjadi jembatan Pertamina dalam menjawab ekspektasi publik yang tinggi tersebut.

Dia mengatakan setidaknya terdapat empat pendekatan komunikasi yang sudah dilakukan manajemen Pertamina untuk membangun kepercayaan publik. Pertama, lebih terbuka dengan menyampaikan lebih banyak informasi kepada publik melalui media massa, menjadi sumber informasi yang terpercaya, menyampaikan informasi yang benar, dan menjaga integritas.

“Keempat langkah ini telah kami lakukan dan kami bersyukur setidaknya dalam setahun terakhir kepercayaan publik kami rasakan mulai tumbuh. Salah satu indikasinya adalah pemberitaan positif Pertamina yang meningkat tajam tahun lalu, yaitu sekitar 50% dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” tuturnya.

Pertamina, katanya, juga melaksanakan berbagai bentuk kegiatan yang selaras dengan upaya peningkatan profesionalisme pers. Beberapa kegiatan tersebut meliputi dukungan terhadap pelaksanaan uji kompetensi untuk jurnalis, workshop media sebagai sarana sharing knowledge seputar isu energi, serta Anugerah Jurnalistik Pertamina yang dapat menjadi wahana evaluasi akan peningkatan kualitas karya jurnalistik di sektor energi. UG


Pertamina Klaim Lakukan Penghematan US$ 208,1 Juta Lewat ISC 1.0

indoPetroNews.com – Pertamina mengklaim lakukan penghematan sebesar US$208,1 juta lewat Integrated Supply Chain (ISC) melalui lima program terobosan ISC 1.0. Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, terdapat lima fase program ISC 1.0 yang berhasil menciptakan efisiensi di tubuh Pertamina. Beberapa hal yang dilakukan melalui program ini di antaranya; memotong perantara dari rantai suplai, peningkatan pemanfaatan dan fleksibilitas dari armada laut Pertamina, dan pemberian kesempatan yang sama dan adil untuk semua peserta pengadaan. Juga penerapan proses evaluasi penawaran yang transparan dan mengurangi biaya dengan menerapkan pembayaran telegraphic transfer (TT).

Menurut Wianda, efisiensi dalam pengadaan juga dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan kapal-kapal yang dikelola oleh Pertamina, baik untuk mengangkut BBM, minyak mentah, dan elpiji impor dari titik penjualan ke dalam negeri. Keberhasilan Pertamina lainnya dalam pengadaan adalah adanya renegosiasi kontrak dengan Saudi Aramco, yang memiliki kontrak evergreen dengan Pertamina sekitar 120.000 barel per hari. “Sejak Juni 2015, Saudi Aramco bersedia untuk tidak lagi mewajibkan Pertamina menerbitkan letter of credit (L/C),” kata Wianda kepada sejumlah media di Jakarta, Senin (8/2).

“Ini adalah bentuk kepercayaan dari pemasok minyak mentah kepada Pertamina dalam kaitannya dengan jaminan pembayaran. Berapa sen pun yang dapat kami hemat, Pertamina akan lakukan upaya terbaik untuk meraihnya, tentu saja sesuai dengan kaidah-kaidah dan best practices yang ada. Sepanjang tahun lalu ISC telah memberikan penghematan untuk Pertamina sekitar US$208,1 juta,” ungkap Wianda.

Transformasi ISC adalah bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan memperkuat transparansi pengadaan minyak mentah dan produk minyak yang selalu menjadi perhatian publik. Perkuatan ISC dilakukan dengan mengembalikan fungsi ISC dan sekaligus meningkatkan kewenangannya.

Menurut Wianda, efisiensi dari sisi pengadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan ISC salah satunya dilakukan dengan mengevaluasi ulang kontrak-kontrak pembelian sebelumnya. “ISC akan melakukan upaya terbaik untuk mendapatkan harga yang paling optimal bagi Pertamina,” ujarnya.

Pertamina, menurut Wianda, mengundang daftar mitra usaha terseleksi (DMUT) untuk terlibat dalam pengadaan minyak mentah dan produk BBM. Penetapan DMUT juga cukup ketat karena harus memenuhi sejumlah kualifikasi tertentu seperti detail bisnis perusahaan, detail laporan keuangan, detail bank, dan lain-lain.

“Melalui ISC, peserta tender lebih variatif, harga lebih kompetitif, dan posisi tawar semakin tinggi. Informasi tender kami buka melalui website Pertamina yang semua orang dapat mengaksesnya,” jelas dia.

Wianda mengatakan dengan transparansi menjadikan ISC menjalankan fungsi pengadaan lebih baik dan menghilangkan potensi conflict of interest. "Pola mekanisme tender yang dilakukan melalui email dan metode evaluasi penawaran ketat dan prudent menjadikan proses pengadaan minyak dan produk Pertamina lebih akuntabel dan kredibel." UG



Universitas Pertamina segera Diluncurkan

indoPetroNews.com-  PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation segera  meluncurkan Universitas Pertamina. Ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dalam pengembangan sumber energi, termasuk energi baru terbarukan.  Peresmian Universitas Pertamina dijadwalkan berlangsung Kamis (11/2) mendatang.

Umar Fahmi, Direktur Eksekutif Pertamina Foundation, mengatakan pendirian Universitas Pertamina sejalan dengan kemajuan industri, globalisasi, dan pertumbuhan ekonomi dunia yang menuntut peningkatan kebutuhan akan SDM yang berkualitas berupa tenaga kerja yang tangguh dan mampu bersaing di bidang pengelolaan energi.

Menurut Umar, Pertamina Foundation ditunjuk sebagai pengelola Universitas Pertamina sesuai aturan yang berlaku untuk pengelolaan perguruan tinggi non-perguruan tinggi negeri (PTN). Pertamina Foundation berencana menyiapkan pengembangan Universitas Pertamina menjadi universitas kelas dunia.

“Kami akan melakukannya secara bertahap, mulai dari tingkat nasional hingga kelas dunia, Universitas Pertamina ke depan harus dapat menjadi kampus yang internationally recognised dengan bertumpu pada budaya riset-riset yang implementatif di bidangnya,” ujarnya Fahmi.

Universitas Pertamina berlokasi di kawasan Simprug, Jakarta Selatan menempati lahan seluas 6,5 hektare. Fasilitas pendidikan menempati dua gedung, masing-masing sembilan lantai dan empat lantai. “Itu belum termasuk untuk laboratorium karena kami juga akan membangun gedung baru,” kata Umar.

Fasilitas Kampus Universitas Pertamina cukup lengkap, seperti sarana olahraga, hingga gedung perpustakaan milik Pertamina yang koleksinya cukup lengkap. “Kami juga akan membangun fasilitas perpustakaan baru untuk memenuhi kebutuhan bacaaan bagi mahasiswa dan dosen.”

Universitas Pertamina direncanakan memiliki enam fakultas dengan 15 program studi, seluruhnya untuk program sarjana (S1). Ke 15 program studi tersebut adalah teknik geofisika, teknik geologi, teknik perminyakan, teknik mesin, teknik, elektro teknik kimia, teknik logistik, dan teknik sipil serta teknik lingkungan. Selain itu, universitas baru ini juga membuka program studi ilmu komputer, ilmu kimia, ilmu komunikasi, hubungan internasional, ekonomi, dan manajemen.

Universitas Pertamina akan membuka tahun ajaran baru pada Juli mendatang. Pertamina Foundation memperkirakan setiap program studi sarjana minimal 60 mahasiswa sehingga tiap tahun ajaran sedikitnya menerima 900 mahasiswa baru. Ke depan, lanjut Umar, Universitas Pertamina juga menyiapkan pengembangan program pascasarjana.

Menurut Umar, kapasitas dan pengalaman Pertamina sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi setiap program studi yang diselenggarakan oleh Universitas Pertamina. Mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan fondasi akademik yang kuat di setiap bidang studi tapi juga akan mendapatkan transfer of knowledge yang sangat berharga dari tenaga-tenaga pengajar yang berpengalaman pada kegiatan pengelolaan energi di Pertamina. Kesempatan untuk mendapatkan eksposur pada lingkungan industri energi di wilayah operasional Pertamina juga menjadi keunggulan tersendiri yang bisa didapatkan oleh mahasiswa Universitas Pertamina.

“Soal biaya pendidikan akan dikelola oleh manajemen universitas. Kurikulum pasti akan lebih fokus dan berbeda dari perguruan tinggi lain,” katanya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan Universitas Pertamina merupakan perwujudan komitmen Pertamina sebagai perusahaan energi terintegrasi dan salah satu BUMN terbesar di Indonesia dalam rangka memberikan konstribusi nyata pada masyarakat, bangsa, negara, dan peradaban melalui penyelenggaraan kegiatan pendidikan tinggi. Universitas Pertamina diharapkan dapat menjadi special purpose vehicle dalam proses membentuk sumber daya insani yang mumpuni untuk membangun bangsa dan negara.

“Ke depan, kita akan butuh SDM-SDM unggul di bidang yang terkait dengan bisnis energi terintegrasi,” katanya. (***)

Pertamaina Menjawab Tantangan Go Global dalam Eksplorasi Minyak

indoPetroNews.com - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Gerindra, Harry Poernomo, meminta penurunan harga minyak saat ini harus dijadikan momentum bagi Pertamina untuk go global mencari sumber minyak di luar negeri.

“Sumber minyak dan gas di dalam negeri diperuntukan bagi generasi mendatang. Kita tidak perlu lagi hidup dari warisan karunia alam, kita hidup dengan daya saing. Karena itu, Pertamina perlu didukung pemerintah baik secara politis maupun insentif untuk akuisisi lapangan di luar negeri," kata Harry kepada sejumlah media di Jakarta, Senin (1/2).

Wianda Puponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengatakan Pertamina telah memiliki sejumlah ladang migas di luar negeri yang berada di Aljazair, Malaysia, dan Irak. Aset perusahaan di Irak adalah TSC West Qurna dengan hak partisipasi 10% bekerja sama dengan Exxon, Petrochina, Shell, dan South Oil Co. “Produksi minyak saat ini di blok tersebut 450 ribu barel per hari dan akan mencapai puncak pada 2022 sebesar 1,6 juta barel,” katanya.

Sementara di Malaysia, menurut Wianda, perseroan memiliki enam kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC), yaitu di offshore Sabah dan Sarawak dengan operator Murphy dan Shell. Perseroan juga memiliki 11 lapangan migas, empat struktur dalam pengembangan, 14 struktur temuan dan 16 prospek eksplorasi. Hak partisipasi Pertamina di ladang migas Malaysia terdiri atas 24% untuk Blok K dan Blok H, 18% di Blok P, dan 25,5% untuk Blok SK 309, SK311, dan SK314A.

“Di ladang migas Aljazair, kami tahun ini mendapat izin dari Alnaft (badan regulasi minyak dan gas bumi Aljazair) untuk memproduksi migas dari lading MLN (Menzel Lejmat North) melalui PT Pertamina Algeria sebesar 54.300 BOEPD, naik 39,2% dibandingkan produksi tahun lalu 39 ribu BOEPD,” ujarnya.

Menurut Komaidi Notonegoro, Deputi Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, peningkatan produksi dari lapangan migas Pertamina di luar negeri akan memberi dampak positif. Pertama, menambah produksi dan lifting nasional jika minyak tersebut di bawa pulang ke Indonesia. Kedua, bertambahnya penerimaan negara dan arus kas Pertamina jika minyak tersebut tidak dibawa pulang ke Tanah Air.

Pertamina Proyeksikan Laba Bersih Kinerja Hulu 2015 sebesar 11,04 Triliun

indoPetroNews.com - PT Pertamina (Persero), badan usaha milik negara di sektor energi terintegrasi, memproyeksikan laba bersih dari sektor hulu sekitar US$800 juta atau setara Rp 11,04 triliun (kurs Rp 13.800) untuk kinerja operasi sepanjang 2015.

Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina, mengatakan produksi hulu Pertamina hingga akhir tahun lalu mencapai 607.000 barel setara minyak per hari (barrel oil per day/BOEPD). “Jadi ada kenaikan laba sekitar 11% dibandingkan periode sama 2014,” kata Dia kepada sejumlah media di Jakarta, Senin (1/2).

Kontribusi terbesar minyak dan gas Pertamina, tambah Dwi, berasal dari PT Pertamina EP. Produksi minyak Pertamina EP tahun lalu mencapai 100.555 barel per hari dari target 115.100 barel per hari. Sedangkan produksi gas sebesar 1.015 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 97% dari target 1.052 MMSCFD.

Dwi mengatakan dengan dengan harga minyak rata-rata US$48-US$50 per barel terjadi penurunan laba dari sektor hulu. Pada 2014, kontribusi hulu terhadap laba bersih perusahaan sekitar US$1,3 miliar dengan porsi sekitar 90% terhadap total laba bersih. “Untuk 2015, porsi antara hulu dan hilir komposisinya sekitar 50%:50%, kontribusi hulu sekitar US$800 juta," pungkas Dwi.

Pekan Ini Pemerintah Undang KKKS yang akan Existing 2018

indoPetroNews.com - Ada Delapan kontrak kerja sama minyak dan gas bumi (migas) yang akan berakhir pada 2018 mendatang. Pekan ini pemerintah akan mengundang para pimpinan perusahaan migas untuk membahas persoalan tersebut.

Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, bersama-sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), akan mengundang Tujuh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) untuk mengetahui rencana mereka terkait Wilayah Kerja (WK) yang akan habis masa kontraknya (existing) tersebut.

“Kita akan undang Tujuh Kontraktor KKS bersama-sama SKK Migas untuk mengetahui siapa yang akan mengajukan perpanjangan kontrak atau sebaliknya,” ujar Wiratmaja dalam keterangan pers Ditjen Migas, Senin (1/2).

Wiratmaja menambahkan, Vico Indonesia sebagai pengelola WK Sanga-Sanga, beberapa waktu lalu telah mengajukan perpanjangan kontrak. Selain itu, Petrochina secara tidak resmi juga telah mengatakan akan mengajukan perpanjangan WK Tuban, Jawa Timur.

Sementara itu, mengenai beberapa blok migas kontraknya terakhir pada tahun 2017, namun belum ada keputusan, akan segera diselesaikan oleh Pemerintah dalam waktu dekat. Sesuai dengan peraturan yang ada, Kontraktor KKS diperbolehkan mengajukan perpanjangan dua tahun sebelum kontrak berakhir.

Kontrak kerja sama yang akan habis berlakunya pada  2018 adalah WK Tuban, Ogan Komering, Sanga-Sanga, Southeast Sumatera, B Blok, NSO/NSO Ext, Tengah Blok dan East Kalimantan. Dari keseluruhan WK tersebut, Chevron Indonesia telah menyampaikan tidak akan mengajukan perpanjangan WK East Kalimantan dan mengembalikannya kepada Pemerintah. (ehs)

Adanya Perubahan Bisnis Migas, Perusahaan Dilarang PHK Karyawan

indoPetroNews.com - Wara-wiri terkait berita soal pemutusan hubungan kerja (PHK) pada dunia minyak dan gas bumi (Migas), membuat perusahaan asal Amerika Serikat, PT. Chevron Pacifik Indonesia menjadi sorotan baru-baru ini.

Pasalnya perusahaan ini sempat mengeluarkan statement, akan mem-PHK 1.500 karyawannya. Alasannya tidak hanya disebabkan oleh harga minyak yang tidak mau menanjak naik belakangan ini. Akan tetapi karena adanya perubahan bisnis yang dialami perseroan selama ini.

"Benar, jika dibilang karena faktor harga minyak yang tak kunjung membaik. Lebih jauh lagi, perseoran melihat kondisi bisnis secara menyeluruh," ujar Vice President Policy Government and Public Affairs Chevron Pacific Indonesia,‎ Yanto Sianipar, seperti dikutip di Jakarta, Senin (1/2).

Disisi lain, Yanto enggan berkomentar soal akan di-PHK nya ribuan karyawannya. Namun ia membenarkan jika perusahaannya saat ini sedang melakukan efisiensi.

"Sebenarnya lebih bagus efisiensi. Dalam perubahan model bisnis terkait perubahan struktur dan ukuran organisasi saya tidak bisa menyebut perampingan, ini sedang berjalan prosesnya, kami tidak bisa jauh memberi informasi," terang Yanto.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas‎), Elan Biantoro membantah hal tersebut. "Tidak benar (PHK pekerja). Kalau PHK 1.700 pekerja itu masih rumor‎," kata Elan Bintoro.

Elan melanjutkan, yang sedang didiskusikan SKK Migas dengan perusahaan minyak Chevron adalah‎ program pensiun dini bagi pekerja, dengan memberi imbalan bagi yang melakukannya. "Kalau kami diskusi dengan Chevron bukan PHK. Kalau PHK memberhentikan, yang ada program pensiun dini, kalau ditawarkan mau dengan imbal. Itu sedang kami bahas," ungkap Elan.

Sementara akhir bulan lalu, seperti diketahui, Direktur Jenderal (Dirjen) Migas, Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja mengatakan, Chevron melakukan efisiensi dengan melakukan perampingan organisasi yaitu menyatukan dua unit usaha yaitu PT Chevron Pacific Indonesia dan PT Chevron Indonesia Company.

Selain itu, Perusahaan tersebut juga meminta untuk menunda (moratorium) penerimaan pegawai baru, sampai harga minyak membaik. Sementara, di pihak pemerintah menginginkan pemutusan pekerja dilakukan secara alamiah, yaitu pegawai yang sudah pensiun.

"Baru Chevron, kami minta natural saja, moratorium pegawai baru bisa kita maklumi, jadi belum ada rencana tahun ini mereka menerima pegawai baru, kalau harga minyak bagus baru menerima," kata Wiratmaja. (ehs)
 

Ads Google


Majalah IndoPetro

Loading...

___________________________________

IndoPetroNews

Web Desain App Builder


Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login