IndoPetroNews
Headlines News :
IndoPetroNews

Translate by Google

indoPetro Edisi Agustus 2014


QURBAN KITA BAHAGIAKAN DUNIA


PetroInfo

PetroComodity

Dihukum 4 Tahun, Dua Petinggi Chevron Dukung Karyawannya Ajukan PK

indoPetroNews.com – Vonis hukum di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA) yang dijatuhkan terhadap karyawan Chevron Pacifik Indonesia (CPI), Bachtiar Abdul Fatah mengundang reaksi dua petinggi perusahaan asal Amerika  Serikat itu.

Dalam sebuah pesan tertulis yang disampaikan ke sejumlah media, Rabu (22/10), President Director CPI Albert Simanjuntak dan Managing Director Chevron Indonesia Chuck Taylor mengatakan, kendati menghargai lembaga peradilan Indonesia, namun menyatakan sangat kecewa dengan putusan yang menjatuhkan hukuman karyawannya dengan 4 (empat) tahun penjara dan denda sebesar 200 juta rupiah. “Hati dan pikiran kami bagi Bachtiar dan keluarganya yang sedang mengalami masa sulit ini,” kata mereka.

“Kami tetap yakin bahwa tidak ada bukti yang kredibel soal korupsi, tindakan kriminal ataupun keuntungan pribadi yang dilakukan oleh Bachtiar dan karyawan-karyawan CPI dalam proyek bioremediasi ini. Chevron telah menanggung semua biaya proyek ini dan tidak ada penggantian dari pemerintah Indonesia. Jadi, tidak ada kerugian negara yang terkait proyek ini yang menjadi alasan tuduhan adanya kerugian negara.” Kata dua petingggi itu.

Keduanya mengatakan, Bachtiar sangat kompeten serta berpengalaman dan dia melakukan tugasnya secara baik dan benar guna membantu kepatuhan perusahaan terhadap peraturan lingkungan. Proyek bioremediasi menurut mereka, telah dijalankan dengan menggunakan teknologi yang telah dipakai secara luas di industri dan telah disetujui dan diawasi oleh pihak pemerintah yang berwenang.”

“Kami akan terus mendukung upaya Bachtiar untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dan memastikan hak hukum dan asasinya dilindungi.” Tegas mereka.

Sebelumnya, Bachtiar  dintakan bersalah oleh pengadilan lantaran dianggap terlibat  dalam kasus proyek bioremediasi atau pemulihan lingkungan dari kondisi tanah yang terkena limbah akibat eksplorasi minyak yang dilakukan perusahaan migas asal Amerika Serikat (AS) itu.  Akibat tindakan Bachtiar dan kawan-kawan,  dinilai telah merugikan negara hingga mencapai  USD23,361 juta atau setara dengan Rp200 miliar.

Selain Bachtiar, tiga  nama lain yang turut terlibat dalam kasus ini, di antaranya Manajer Sumatera Light North (SLN) dan Sumatera Light South (SLS), Endah Rumbiyanti, Team Leader SLN Kabupaten Duri Propinsi Riau, Widodo dan Team Leader SLS Migas, Kukuh. Sedangkan General Manager (GM) PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Alexiat Tirtawidjaja sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga kini belum  sempat diperiksa karena sedang berada di Amerika. UG

BP Rencana Pasok 1.5 juta Ton LNG ke PLN Mulai 2015

indoPetroNews.com – Setelah menandatangani kelanjutan Proyek Train3 di Tangguh, BP, perusahaan migas asal Inggris, juga menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan PT PLN (Persero) untuk memasok hingga 1.5 juta ton LNG tiap tahunnya mulai dari 2015 sampai dengan 2033. “Pasokan LNG ini akan dimulai dari 2 train LNG Tangguh yang sudah ada. Perjanjian ini berisi komitmen Tangguh LNG untuk memasok 40% dari produksi Train 3 per tahunnya ke PLN untuk disalurkan ke pasar domestik, “ kata Wigra Hanafiah Communications & External Affairs BP Indonesia di Jakarta, Rabu (22/10).

Sementara itu, dalam pesan tertulisnya, Bob Dudley, BP Group Chief Executive, mengatakan,“Pemberian kontrak Onshore FEED dan juga penandatanganan Perjanjian Jual Beli dengan PLN merupakan capaian yang sangat luar biasa; hal tersebut menunjukkan perkembangan dari Proyek Ekspansi Tangguh yang bernilai $12 miliar ini. Proyek Train 3 ini akan membawa manfaat besar, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan energi yang amat dibutuhkan oleh Indonesia,” katanya.

“Onshore FEED direncanakan berjalan selama 12 bulan dengan pekerjaan yang mencakup Train LNG baru, LNG jetty dan infrastruktur terkait,” sambung Bob.

Christina Verchere, BP Regional President Asia Pacific, dalam pesan yang sama mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan dan kerjasamanya dalam pencapaian luar biasa untuk Proyek Ekspansi Tangguh ini. Kami terus mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak dalam mencapai keputusan investasi akhir.”

“Persetujuan lebih lanjut dari pemerintah dan para mitra dibutuhkan sebelum keputusan akhir investasi dapat diambil,” pungkasnya.

BP Tangguh dioperasikan oleh BP Berau Ltd sebagai kontraktor SKK Migas. BP memegang 37,16% saham di proyek tersebut. Mitra-mitra kontrak Tangguh lainnya adalah MI Berau B.V. (16,30%), CNOOC Muturi Ltd. (13,90%), Nippon Oil Exploration (Berau), Ltd. (12,23%), KG Berau/KG Wiriagar (10,00%), Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc. (7,35%), dan Talisman Wiriagar Overseas Ltd. (3,06%).UG



Dua Konsorsium akan Tangani Proyek Train3 Tangguh

indoPetroNews.com – BP, Perusahaan migas asal Inggris, yang tengah mengembangkan proyek gas di Tangguh,  Teluk Bintuni Papua Barat, mengumumkan 2 konsorsium yang akan menangani kontrak Onshore Front End Engineering and Design (FEED) untuk Proyek Ekspansi Tangguh (Train3), Rabu (22/10).

Train 3 merupakan kelanjutan dari pembangunan dua kilang proses LNG (gas alam cair) sebelumnya, yang sudah ada di Pulau Kepala Burung itu. Train 3 akan menambah 3,8 juta ton kapasitas LNG per tahun sehingga total kapasitas keseluruhan Tangguh LNG menjadi 11,4 juta ton per tahun.

Dua konsorsium yang akan menangani Proyek Train3 itu masing-masing pertama: PT. Tripatra Engineers and Constructors, PT. Tripatra Engineering, PT. Chiyoda International Indonesia, PT. Saipem Indonesia, PT. Suluh Ardhi Engineering dan Chiyoda Corporation Consortium; dan kedua: PT. Rekayasa Industri, JGC Corporation, PT. KBR Indonesia dan PT. JGC Indonesia Consortium.

Selain penganugerahan kontrak Onshore FEED, Wigra Hanafiah, Communications & External Affairs BP Indonesia kepada media di Jakarta, Rabu (22/10), mengatakan, BP dan para Mitra Tangguh juga telah menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan PT PLN (Persero) untuk memasok hingga 1.5 juta ton LNG tiap tahunnya mulai 2015 hingga 2033. “Pasokan LNG ini akan dimulai dari 2 train LNG Tangguh yang sudah ada. Perjanjian ini berisi komitmen Tangguh LNG untuk memasok 40% dari produksi Train 3 per tahunnya ke PLN untuk disalurkan ke pasar domestik, “ katanya.

BP Tangguh dioperasikan oleh BP Berau Ltd sebagai kontraktor SKK Migas. BP memegang 37,16% saham di proyek tersebut. Mitra-mitra kontrak Tangguh lainnya adalah MI Berau B.V. (16,30%), CNOOC Muturi Ltd. (13,90%), Nippon Oil Exploration (Berau), Ltd. (12,23%), KG Berau/KG Wiriagar (10,00%), Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc. (7,35%), dan Talisman Wiriagar Overseas Ltd. (3,06%).UG

CEO TOTAL Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat

indoPetroNews.com – Grup perusahaan migas (minyak dan gas bumi) asal Prancis TOTAL berduka. Pasalnya CEO (Chief Executive Officer) raksasa minyak, yang di antaranya memiliki blok pengelolaan migas di Blok Mahakam itu dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat di Bandara Internasional Vnukovo, Moskow, Senin 20 Oktober. Demikian dikutip Reuters dari juru bicara bandara Elena Krylova hari ini.

"Malam ini sebuah pesawat bertabrakan dengan mesin pembersih salju. Tiga kru dan seorang penumpang tewas. Saya dapat konfirmasikan penumpannya adalah CEO Total Christope de Margerie," kata Krylova, sebagaimana kami kutip dari viva.co.id.

Insiden terjadi saat pesawat jet Dassault Falcon yang membawa de Margerie sedang lepas landas untuk penerbangan ke Paris, beberapa menit sebelum tengah malam di Moskow. De Margerie yang berusia 63 tahun berada di Moskow untuk membicarakan investasi di Gorki dengan pemerintah Rusia.

Total SA merupakan perusahaan kedua terbesar Prancis dengan nilai pasar mencapai 102 triliun euro. Perusahaan minyak Barat terbesar keempat itu juga menjadi salah satu investor paling besar di Rusia.

Nama De Margerie sempat ramai dibicarakan di Indonesia Oktober tahun lalu berkaitan rencana perpanjangan kontrak Blok Mahakam di Indoensia. Pasalnya, De Margerie  dikabarkan, di samping akan menjumpai Presiden SBY untuk menegosiasikan perpanjangan Blok Mahakam, juga diagendakan bertemu sejumlah tokoh di Indonesia. Terutama mereka yang selama ini dinilai menentang keras perpanjangan kontrak Blok Mahakam jatuh ke Total E&P indonesie (TEPI) kembali pasca 2017.

De Margerie yang lulus dari sekolah bisnis Ecole Superieure de Commercedi Paris menjabat CEO Total sejak Februari 2007. Belum ada pernyataan resmi dari Total maupun pemerintah Prancis terkait dengan kecelakaan pesawat yang menewaskan Margerie.Kus

Presiden Jokowi Bersikukuh Naikkan BBM, Walau Tidak Populer

indoPetroNews.com - Sesaat setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla dilantik dan selesai menyusun formasi kabinet, publik diminta menerima kebijakan  kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak Bersubsidi) yang akan dilakukan pemerintah segera.

Presiden Joko Widodo dalam sebuah wawancara eksklusuf dengan Radio Elshinta di Istana Negara pagi tadi, Selasa (21/10) mengatakan, "kita akan naikkan BBM. Karena beban subsidi sudah terlalu besar. Subsidi 70 persen terlalu besar," katanya. 

Menurut Jokowi,subsidi perlu dialihkan pada usaha produktif di kampung, usaha mikro di desa. Juga jelas Dia lagi, dialihkan  untuk pupuk,  dan irigasi. "Bila subsidi dialirkan untuk solar nelayan atau pembelian mesin untuk kapal, itu akan  lebih produktif lagi, " katanya. "Meskipun kebijakan yang dia ambil ini mengandung risiko untuk tidak populer," tegasnya.

Jokowi yang baru hari pertama ini tinggal di Istana melanjutkan, "Kita itu memimpin sebuah negara. Yang paling penting masyarakat dijelaskan, dibuka secara jelas kepada masyarakat biar semua tahu bahwa semua yang kita lakukan itu dipakai untuk kita sendiri," paparnya.

Seperti diketahui, problem besar Indonesia saat ini terkait energi, khusunya minyak adalah konsumsi yang tinggi sementara tingkat produksi yang terus turun dan sulit mencapai target. Sektor transportasi telah menjadi wilayah penyerapan energi terbesar. Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2010 mencatat, dengan asumsi penduduk Indonesia sekitar 234 Jiwa, penyerapan migas untuk sektor transportasi masih terbilang besar, sekitar 47%, rumah tangga 22%, industri 22%, dan pembangkit listrik 9%.

Pada sisi produksi, dengan decline rate sebesar 8-12%, lifting minyak bumi tidak pernah mencapai target. Dalam 4 tahun terakhir, lifting minyak Indonesia selalu mengalami penurunan. Tahun 2011, lifting minyak Indonesia hanya mampu menembus angka 899.000 bph, 2012 sebesar 861.000 bph, dan 2013 sebesar 826.000 bph. Sementara 2014 ini, lifting minyak dipatok pesimis, sekitar 813.000 bph. Hasl lifting minyak hingga Juli 2014 hanya berada di kisaran 799.000 bph. Produksi minyak pun disebut mencapai titik nadhir.

Kesenjangan antara produksi dan konsumsi yang semakin memuncak di awal pemerintahan baru Jokowi-JK, memang memunculkan spekulasi yang tinggi. Kepada sejumlah media Jokowi pernah menyatakan akan  menaikan harga BBM bersubsidi dari Rp. 6.500 ke level Rp. 9000-9.500,-, sehingga ada kenaikan sekitar Rp. 3000,-. Tentu bukan langkah mudah. Mengingat tiap kenaikan BBM bersubsidi pasti akan memicu inflasi yang tinggi dan gejolak di masyarakat lantaran selama ini sudah “dimanjakan” dengan harga BBM yang murah. 

Sebelumnya ada usulan dari pengamat yang meminta margin kenaikan BBM sekitar Rp. 1.500-1.800,- sehingga mampu menghemat anggaran hingga 55 triliun rupiah. Bila kenaikan BBM bersubsidi sampai menembus angka Rp.3000 per liter, maka penghematan anggaran dapat mencapai angka 110 triliun rupiah. Rencana kenaikan yang, kalau jadi, dinilai fantastis ini karena pemerintah baru dinilai  “tak kuasa” menanggung beban subsidi yang besar. Tahun 2014, anggaran subsidi BBM mencapai angka Rp. 246,5 triliun, sementara pada 2015, anggaran subsidi meningkat hingga mencapai angka Rp. 276,01 triliun. Kus

Ketika Ratu Nusantara Diharapkan "Menggeliat" Awal April 2015

indoPetroNews.com - Ratu Nusantara, sebuah nama yang dipilih untuk fasilitas produksi, penyimpanan, dan pengangkutan terapung  (FPSO/Floating production storage and offloading), diharapkan "menggeliat" atau mulai beroperasi awal April 2015. Fasilitas ini dibangun untuk mendukung  perkembangan proyek minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang yang terletak di perairan utara Madura, Jawa Timur. "Hingga awal Oktober 2014 perkembangan proyek ini sudah mencapai  65 persen," kata  Johanes Widjonarko, Pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas),  kepada media di Jakarta, Selasa (21/10).

FPSO Ratu Nusantara, yang diresmikan namanya di Galangan Kapal Keppel, Singapura, Selasa (21/10),   memiliki panjang 233 meter, lebar 43 meter, dan tinggi 20 meter. Nama Ratu Nusantara dipilih untuk mewakili kemitraan Indonesia dan Malaysia di Kepulauan Nusantara. Peresmian dihadiri Plt Kepala SKK Migas, J. Widjonarko, Pimpinan tertinggi Negara Bagian Sabah Y.A.B Datuk Seri Panglima Musa Haji Aman, dan Country Chairman dari Petronas Carigali Indonesia, Hazli Sham B Kassim.

“Diharapkan lapangan Bukit Tua mulai berproduksi pada April 2015,” kata Widjonarko. Proyeksinya, produksi awal lapangan ini sebesar 5.000 barel minyak per hari dan 20 juta kaki kubik gas bumi per hari. Produksi akan meningkat bertahap hingga mencapai puncaknya sebesar 20.000 barel minyak per hari dan 60 juta kaki kubik per hari.

Produksi gas, diperuntukkan ke pembeli domestik, yaitu PT. Petrogas Jatim Utama untuk kebutuhan kelistrikan pembangkit listrik tenaga gas dan uap Gresik. Pada Jumat (17/10) lalu, telah ditandatangani amandemen perjanjian jual beli gas bumi antara kontraktor kontrak kerja sama Ketapang dengan Petrogas. “Dari amandemen ini, penerimaan negara diperkirakan bertambah US$ 105 juta atau Rp 1,2 triliun,” katanya.

Ratu Nusantara memiliki fasilitas pengolahan 25 ribu barel minyak per hari dan 77 juta kaki kubik gas bumi per hari, serta 20 ribu barel air per hari. Kapal ini juga dirancang mampu menyimpan hingga 630 ribu barel minyak yang telah diproses. Nantinya, minyak dihasilkan akan disalurkan ke tanker pembeli. Ratu Nusantara merupakan kapal Tanker Scorpius yang dirakit pada tahun 1994 milik Keppel Corporation dan diambil alih pada kuartal terakhir 2013. Dibutuhkan waktu sekitar 16 bulan untuk mengkonversi kapal tanker menjadi FPSO.

Petronas Carigali Ketapang Ltd, sebagai operator Lapangan Bukit Tua, memiliki kontrak kerja sama untuk menyewa FPSO dengan PT. M3 Ketapang Sejahtera, perusahaan konsorsium antara M3nergy dari Malaysia dan PT Transamudra Usaha Sejahtera dari Indonesia. Kontrak ini berlaku selama 5 tahun, yang dapat diperpanjang dua periode satu tahun.

Kepala Humas, SKK Migas, Rudianto Rimbono menjelaskan, untuk memenuhi azas cabotage yang berlaku di Indonesia, kapal ini telah berbendera Indonesia. “Untuk memenuhi konten lokal, fasilitas topside dipabrikasi di Batam,” katanya.

Hazli menambahkan, Petronas berkomitmen untuk mengembangkan wilayah kerja migas yang dikelola di Indonesia. “Kami tengah melakukan studi lebih lanjut untuk melihat potensi pengembangan lapangan di blok Ketapang yang nantinya juga bisa menggunakan FPSO Ratu Nusantara untuk memaksimalkan kapasitas penggunaannya,” katanya.

Blok Ketapang, 80 persen sahamnya dimiliki Petronas dan sisanya dimiliki PT Saka Ketapang Perdana. Lapangan Bukit Tua terletak di Laut Jawa, 35 km sebelah utara Pulau Madura dan sekitar 110 kilometer timur laut Kota Gresik, Jawa Timur. Semula lapangan ini dikelola Conoco Philips  bermitra dengan Petronas. Sejak 25 Juli 2008 lapangan ini sepenuhnya dikelola Petronas. UG




Bukan Hanya Keamanan, Pasokan Listrik Juga Dibuat Berlapis di Acara Pelantikan

indoPetroNews.com - Tidak hanya kemanan yang dibuat berlapis, tetapi pasokan listrik juga dibuat berlapis  untuk menghadapi pelantikan Jokowi-JK sebagai Presiden Baru Indonesia untuk 5 tahun mendatang, Senin (20/10).  Setidaknya Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menyiapkan beberapa strategi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama gangguan pasokan di acara pelantikan hari ini. Demikian dikatakan Bambang  Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN kepada sejumlah media, Minggu (19/10).

Acara kenegaraan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih itu, memang sangat menyedot perhatian banyak fihak. Persiapan untuk lancarnya acara juga dilakukan banyak fihak yang terkait. Tidak terkecuali PLN. 

"Sejak beberapa waktu lalu PLN menyiapkan berbagai pekerjaan pendukung agar pasokan listrik andal untuk mengawal suksesnya acara kenegaraan yang dihadiri banyak tamu dari berbagai negara lain tersebut, " kata Bambang. 

Dijelaskan Dia, upaya yang dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di antaranya adalah :1). Melakukan pemeliharaan dan uji coba fungsi pada semua peralatan listrik yang memasok kawasan penting untuk rangkaian acara seperti gedung MPR DPR dan DPD, istana negara dan kawasan Silang Monas;2).Menyiapkan petugas yang akan menjaga titik-titik utama pada gedung MPR, DPR dan DPD pada hari H untuk memastikan peralatan bekerja dengan baik dan mitigasi apabila ada permasalahan teknis; 3). Melakukan modifikasi manuver beban pada gardu induk Senayan yang memasok kawasan Senayan dan kawasan Monas; 4). Menyiapkan genset cadangan dan UPS (uninterupted power supply) mobile untuk acara pesta rakyat di Monas; 5). Pada sisi pembangkitan dan transmisi petugas sudah siaga sejak beberapa hari lalu untuk memastikan kecukupan daya dan pasokan listrik pada gardu induk yang memasok kawasan DPR MPR, Istana Negara, Silang Monas, bandara Soekarno Hatta dan bandara Halim Perdana Kusuma; 6). Menyiagakan peralatan cadangan seperti trafo mobile, unit kabel bergerak untuk situasi kontigensi; 7). Menyiapan cadangan PLTD Senayan kapasitas 16,5 MW untuk back up di Senayan.

Menurut Bambang, "semua upaya-upaya tersebut dilakukan untuk menjaga agar perhelatan besok (hari ini) bisa berjalan lancar tanpa adanya gangguan pasokan listrik," pungkasnya. Kus
 

Majalah IndoPetro

Loading...

_____________________________________

IndoPetroNews

Air Asia Promo Heboh


Support : Web Master | Indo Cita | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login