IndoPetroNews

Headlines News :
SKKMigas

Translate by Google

Beyond Communication


ACT


PetroInfo

PetroComodity

Harga Minyak Hari Ini Anjlok

indoPetroNews.com- Harga minyak mentah berjangka anjlok pada Jumat (29/7/2016). Penyebabnya karena pekatnya kekhawatiran akan limpahan surplus global serta apreasiasi Dolar AS. Di NYMEX, minyak mentah WTI untuk pengiriman September anjlok nyaris 2 persen dan ditutup pada $41.16 per barel, sedangkan Brent di Intercontinental Exchange (ICE) menutup sesi pada harga $43.24 per barel. Hari Jumat pagi ini (29/7), WTI kembali terpuruk ke $41.10, sementara Brent di kisaran $42.68 per barel.

Harga minyak mentah berjangka AS (WTI) telah ambrol sekitar 22% dari puncak level tingginya bulan Juni lalu di kisaran $53 per barel. Harga acuan internasional Brent pun tak jauh berbeda. Tiga laporan dari industri minyak AS yang dirilis dalam sepekan belakangan menunjukkan indikasi peningkatan persediaan minyak, pertambahan jumlah sumur pengeboran, sekaligus melonjaknya produksi.

Harga minyak yang rendah terus tersebut menjadi tantangan signifikan pada bisnis, khususnya pada bisnis hulu," kata Ben van Beurden, CEO Shell.

Ini adalah laporan kinerja keuangan pertama yang menyertakan BG Group, yang diakuisisi Shell pada awal tahun ini dengan nilai transaksi mencapai sekira 50 miliar dollar AS. Menurut Shell, proses integrasi keduanya berjalan dengan baik.

Ke depan, pelaku pasar akan kembali memantau laporan Baker Hughes tentang jumlah sumur pengeboran minyak (oil drilling rigs) yang bakal dipublikasikan tengah malam nanti. Minggu lalu, laporan setiap pekan itu menyebutkan terjadinya peningkatan jumlah rigs sebanyak 14 ke total 371. Jika angkanya kembali membubung, maka kekhawatiran pasar yang telah mendorong harga minyak jatuh akan semakin beralasan. (Sofyan)

KADIN Desak Pemerintah JKW-JK Optimalkan Penggunaan EBT

indoPetroNews.com- Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Energi Baru dan Terbarukan (EBT) mendesak pemerintah untuk segera mengoptimalkan penggunaan EBT di dalam negeri. Tujuannya, agar tercipta efisiensi penggunaan subsidi negara yang dikucurkan pada sektor bahan bakar minyak (BBM). Saat ini, pemerintah berencana melakukan penghematan APBN tahap II yang bersumber dari subsidi energi, senilai Rp 20 triliun.

“Efektifitas penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) harus diwujudkan dengan optimalisasi penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Khususnya dengan Menteri ESDM yang baru Archandra Tahar,” ujar Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Energi Terbarukan Halim Kalla, Jumat (29/7/2016) di Jakarta.

Ia menuturkan, penggunaan EBT diyakini mampu meningkatkan penerimaan negara, sekaligus penghematannya bisa digunakan untuk berbagai program prioritas pemerintah, seperti pengembangan pemanfaatan EBT dengan program konversi minyak tanah ke gas.

Halim juga mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah untuk melakukan terobosan dengan menaikkan harga BBM sesuai harga pasar, sehingga bisa mengurangi beban subsidi negara.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga diminta untuk mendorong masyarakat menggunakan energi baru dan terbarukan sebagai bahan bakar alternatif. Untuk itu, insentif menarik wajib diberikan kepada masyarakat pengguna EBT dan juga bag investor yang ingin berinvestasi sektor EBT di dalam negeri.

“Agar masyarakat mau menggunakan EBT, juga investor tertarik untuk mengembangkan sektor EBT di Indonesia. Sebab ada hal menarik yang menjadi daya pikat untuk berinvestasi,” ucap Halim.

Apalagi, Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan konsumsi energi terbesar di dunia, mencapai 7% per tahun. Sementara itu, produksi minyak Indonesia terus mengalami penurunan rata-rata 2,1% per tahun periode 1992-2013. Dan kini laju penurunannya semakin tajam, sehingga mendorong pemerintah untuk mengalokasikan subsidi energi.

Intinya, kata Halim, pemerintah harus segera mempercepat pembangunan dan mendukung investasi di sektor EBT. Misalnya, dengan memberikan insentif menarik, dukungan regulasi yang berpihak pada investasi tersebut, dan juga fasilitas fiskal memadai. Mengingat nilai investasi sektor EBT sangat besar.

“Meski kemarin, pemerintah dan DPR memangkas subsidi BBM dan LPG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 sekitar Rp 20 triliun, namun realitanya dana negara tetap terpakai untuk subsidi. Akan lebih baik jika subsidi itu juga digunakan untuk mendukung pengembangan EBT di dalam negeri. Khususnya EBT yang berpotensi besar di Indonesia seperti panas bumi, shale gas, bahan bakar nabati, coal bed methane (CBM), tenaga air, matahari, hingga angin,” ungkap Halim. (Sofyan)

Pertamina Selenggarakan Green Day Fair 2016

indoPetroNews.com- Pertamina berusaha mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satunya melalui ajang pameran di salah satu mall ternama di Jakarta.

"Kita ingin dekatkan diri dengan masyarakat lewat pameran edukasi tentang Pertamina, seperti edukasi proses pencarian minyak hingga menjadi produk," kata Direktur Gas, Energi Baru dan Terbarukan Pertamina, Yenni Andayani, dalam sambutannya saat pembukaan Green Day Fair 2016 pada Jumat (29/7/2016) di Jakarta.

Dalam event ini, pengunjung pameran mendapatkan pengalaman baru yang menarik, misalnya berpetualang di Tunnel. Pengunjung dapat menonton film tentang proses bisnis Pertamina dari hulu hingga hilir dengan efek suara menyerupai aktivitas nyata dan lantai berubah-ubah pada saat diinjak.

Disamping itu, pengunjung dapat menyambangi stand hulu yang berisi informasi mengenai pencarian minyak dan gas dengan cara interaktif berupa touch screen. Tersedia pula fasilitas virtual reality.

Ada pula stand gas, Energi Baru Terbarukan (GEBT) yang berisi informasi mengenai bisnis GEBT serta percobaan science sederhana yang bisa menghasilkan daya listrik sebagai sarana edukasi bagi semua kalangan. (Sofyan)

Alih Kelola Blok Mahakam oleh Pertamina Segera Disepakati

indoPetroNews.com- Sejatinya harus ada kesepakatan terlebih dulu bila Pertamina Hulu Energi (PHE) akan ikut sekarang dalam operasional Total E&P. “Kesepakatan inilah yang sedang menjadi pembahasan sekarang ini,” kata Wakil Kepala SKK Migas, I.M Ziirullah kepada sejumlah media, termasuk indoPetroNews.com Kamis (28/7/2016) di Jakarta.

Kesepakatan bahwa Pertamina dapat ikut beroperasi disepakati dalam satu perjanjian antara kedua belah pihak. “Ini yang sedang ditunggu,” lanjut Zikrullah, sembari mengimbuhkan pada minggu depan selesai disepakati baik perjanjian dan Pedoman Tata Kerja (PTK) nya.

Seperti diketahui, hingga saat ini operator eksisting blok Mahakam adalah Total E&P Indonesie, yang akan berakhir pada 2017. Namun karena Pertamina akan ikut dalam operasional blok Mahakam maka akan ada pengaturan lebih lanjut. Pada titik inilah diperlukan kesepatakan tersebut, misalnya apa saja yang akan dilakukan selama proses alih kelola.

Peristiwa ini, lanjut Zikrullah, baru kali ini terjadi dalam industry hulu minyak. “Ini menjadi preseden untuk selanjutnya,” kata Zikrullah. (Sofyan)

DEN Apresiasi Archandra Tahar Jadi Menteri ESDM

indoPetroNews.com- Dipilihnya Archandra Tahar menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Termasuk oleh Dewan Energi Nasional (DEN).

“Saya dengar Bapak Menteri mempunyai hak paten. Berarti beliau seorang ilmuan. Kita harapkan pemikiran-pemikirannya itu dapat bermanfaat bagi bangsa Indonesia,” kata Prof. Ir. Rinaldy Dalimi, M.Sc. Ph.D,. kepada sejumlah media, termasuk indoPetroNews.com beberapa saat setelah Archandra Tahar dilantik Presiden Jokowi.

Seperti diketahui, pada Rabu siang (27/6/2016) Presiden Jokowi melantik beberapa orang menteri hasil reshuffle cabinet di Istana Negara, Jakarta. Archandra Tahar, termasuk salah seorang yang dlpercaya oleh Presiden untuk menggantikan posisi Sudirman Said, yang menjabat Menteri ESDM.

Rinaldy belum dapat memastikan apakah Archandra otomatis memiliki visioner dengan latarbelakang seorang ilmuwan. “Kita lihat nanti. Sekarang kan belum terlihat. Beliau lama tinggal di Amerika Serikat,” ucapnya.

Rinaldy mengakui bahwa sosok Archandra Tahar adalah mempunyai kemampuan mumpuni dibidang perminyakan. “Namun energy bukan hanya minyak. Ada potensi energy lainnya. Kita harapkan menjadi lebih baik. Beliau juga masih muda, mempunyai gelar akademis yang bagus dan punya pengalaman di Amerika Serikat,” harap Rinaldy. (Sofyan)

CMA Arab Saudi Longgarkan Aturan agar IPO Saudi Aramco Sukses

indoPetroNews.com- Otoritas Pasar Modal Arab Saudi (CMA) bakal mempercepat rencana melonggarkan aturan bagi investor asing menjadi tahun ini dari jadwal sebelumnya, yakni pertengahan 2017.

Percepatan kelonggaran bagi pemodal asing itu sekaligus untuk mempersiapkan rencana IPO (penjualan saham perdana) Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas kepunyaan pemerintah Saudi. Aramco bakal melepas lima persen sahamnya ke bursa domestik dan global. Nilai Aramco diperkirakan antara US$ 2 triliun hingga US$ 3 triliun. Alhasil, IPO itu berpotensi meraup dana US$ 100 miliar sampai US$ 150 miliar.

"IPO Aramco akan bernilai sangat besar dan kelihatannya permintaan dalam negeri tidak mampu melahap semuanya, jadi Anda perlu mencari investor internasional," kata Jadaan. "Dan Anda mau memastikan proses permintaan internasional itu siap."

Dalam wawancara khusus dengan surat kabar the Wall Street Journal pekan ini, Chairman CMA Muhammad al-Jadaan menyatakan aturan baru itu bakal dilaksanakan akhir September mendatang, seperti dilansir Saudi Gazette.

Sejumlah perubahan dalam aturan baru itu termasuk menurunkan batas minimum nilai aset manajemen investor asing untuk menanamkan modal di bursa saham Arab Saudi.

Pada Juni 2015, negara Kabah itu mengizinkan perusahaan asing membeli saham perusahaan lokal. Kebijakan ini buat menggaet lebih banyak modal luar negeri dan mengurangi ketergantungan pada hasil penjualan minyak.

Sejauh ini, nilai investasi asing telah masuk ke bursa saham Saudi masih di bawah satu persen. (Sofyan)

Pengamat: Tiga Poin Harus Jadi Perhatian Utama Menteri Archandra Tahar

indoPetroNews.com- Momentum penting dalam upaya reformasi sektor energi di Indonesia harus dijaga oleh Dr. Archandra Tahar, selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang baru saja menggantikan Sudirman Said.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa. Dalam keterangan tertulisnya, Fabby Tumiwa, menegaskan mengenai tiga ​prioritas penting yang perlu menjadi perhatian menteri ESDM, yaitu:

Reformasi kelembagaan sektor minyak, gas dan mineral, melalui penyusunan revisi UU minyak dan gas untuk menggantikan UU No. 22 tahun 2001 yang telah tiga kali dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, serta penyempurnaan UU Mineral dan Batubara untuk memastikan pengusahaan minerba dilakukan secara bertanggung jawab, transparan dan berkelanjutan

"Percepatan penyediaan akses energi, melalui pencapaian target RPJMN yang menargetkan 96% rasio elektrifikasi pada akhir tahun 2019 dan 100% sebelum tahun 2025, pengembangan energi terbarukan, konservasi energi dan efisiensi energi yang membutuhkan dukungan idari pemerintah pusat dan daerah, swasta dan lembaga pembiayaan lain," kata Fabby Tumiwa.

Inovasi kebijakan dan teknologi sektor energi, lanjut Fabby Tumiwa, yang dilakukan melakukan melalui kapasitas riset dan aplikasi teknologi dan industri di dalam negeri

Fabby juga mengingatkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Mission Innovation (MI) yang melibatkan sejumlah pemerintahan negara maju dan berkembag, enterpreneur dan lembaga riset di bidang energi telah membantu Indonesia untuk mengidentifikasi kebutuhan sekaligus pengembangan teknologi di Indonesia

"Dr Archandra Tahar diharapkan mampu melakukan perubahan perubahan yang transformatif di Kementerian ESDM melalui kepemimpinan yang berintegritas untuk mewujudkan kemandirian energi di Indonesia," tegas Fabby Tumiwa. (Sofyan)

Janji Sudirman Said pada Menteri ESDM

indoPetroNews.com- Lengser dari kursi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak membuat Sudirman Said patah arah. Kendati terlihat sedikit sedih tetapi ia berjanji pada menteri yang ESDM yang baru. Apa janjinya?

Sudirman bertekad untuk tidak kikir untuk membagi pengetahuan dan pengalamannya selama 21 bulan menduduki kursi Kementerian ESDM selama kurun hampir 2 tahun, yaitu sejak 27 Oktober 2015 sampai 27 Juli 2016.

"Saya ingin mengatakan kapan pun saya dibutuhkan, saya siap diundang untuk share apapun yang menjadi pengalaman pada dua tahun ini," ucap Sudirman dalam sambutannya pada acara Serahterima Jabatan (Sertijab) Menteri ESDM yang diembannya kepada Archandra Tahar, Menteri ESDM yang baru.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi melantik Archandra Tahar sebagai Menteri ESDM di Istana Negara pada Rabu (27/7/2016) untuk menggantikan posisi Sudirman Said.

Sudirman melanjutkan, "Industri ini (migas) barangkali akan lebih baik dibangun dengan mengurangi intervensi politik."

Lebih jauh Sudirman mengutarakan bahwa pemerintah memutuskan ada penyegaran kabinet. "Dan kementerian ini (ESDM) mendapat tenaga baru, yakni Bapak Archandra Tahar. Saya ingin menyampaikan syukur dan terima kasih 21 bulan lamanya 27 Oktober sampai 27 Juli ini, saya diberi kesempatan bekerja dengan rekan-rekan, mengabdi kepada masyarakat dan negara. Suatu periode yang singkat, dan periode ini penuh dengan dinamika yang luar biasa," tandas mantan Direktur Utama PT Pindad ini, sembari mengimbuhkan bahwa ketika dirinya memulai bekerja sebagai menteri terdapat suasana yang kurang baik.

Sudirman juga mengakui bahwa dirinya juga mencari informasi tentang siapa orang yang bakal menempati posisi sebagai Menteri ESDM. "Setelah mencari tahu background sosok pengganti saya, pun optimis, Bapak Archandra sangat mumpuni dalam menjadi menteri ESDM," kata Sudirman.



Ia juga menyatakan, "Menteri baru tenaga baru, dan wawasan baru. Dan, selamat bekerja untuk yang terbaik bagi bangsa." (Sofyan)

Terobosan Out of Box, Pintu Kesuksesan untuk Tingkatkan Eksplorasi Migas

indoPetroNews.com- Selayaknya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) fokus pada tugas-tugasnya, yaitu membantu kelancaran eksplorasi minyak dan gas bumi (migas). Demikian ditegaskan oleh Dr Ir Suyitno Patmosukisno, Komisaris Utama PT Citra Tubindo, dalam acara Explorationists Sharing Session pada Kamis (28/7/2016) di Plaza City, Jakarta.

Untuk meningkatkan eksplorasi, diperlukan terobosan-terobosan yang out of box. Misalnya, kata Suyitno, langkah utamanya adalah segera merampungkan RUU Migas menjadi UU. "Rohnya adalah pasal 33 sebelum amandemen ke 4," tandas Suyitno.

Disamping itu, imbuhnya, SKK Migas harus menyadari bahwa pemerintah adalah pemegang kuasa pertambangan kepada perusahaan milik negara untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas nasional. "Hal ini harus dimengerti," tegas Suyitno.

Suyitno pun mengingatkan bahwa pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Selain itu, sejatinya ada penyamaan pengertian tentang kegiatan eksplorasi migas.

"Penurunan produksi disebabkan penemuan cadangan baru tidak seimbang dengan yang diproduksikan," ucap Suyitno, sembari mengimbuhkan bahwa upaya terus menerus dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengapa kegiatan eksplorasi tidak dapat ditingkatkan.

Sementara Direktur Utama PT Suma Sarana, Budiono, mengeksplorasi tentang 3 (tiga) kunci sukses dalam kegiatan eksplorasi. Pertama, terdapat pada teknologi. Kedua, resources. "Resources ini terdiri dari permodalan dan Sumber Daya Manusia," kata Budiono, sembari memberikan poin ketiga, yaitu strategi. "Strategi yang tepat menentukan kesuksesan eksplorasi," tegas Budiono.

FX Sujanto, master consultan Consulting Group, menyarankan agar SKK Migas berfungsi sebagai parenting bukan semata-mata pengawasan dalam meningkatkan eksplorasi. "Pengawasannya jangan galak-galak," seloroh Sujanto.

Sedangkan mantan Dirjen Migas, Luluk Sumiarso, memaparkan paparannya tentang "Perspektif Regulasi dalam Industri Hulu Migas."

Menurut Luluk, sejatinya regulasi industri hulu migas tidak lepas dari pengalaman atau ilmu pengetahuan sehingga ilmu tersebut dapat diejawantahkan. "Jadi, ilmu bukan hanya sebatas wacana," terang Luluk. (Sofyan)

SKK Migas Gelar Explorationists Sharing Session untuk Dorong Peningkatan Eksplorasi Migas

indoPetroNews.com- Salah satu tujuan Explorationists Sharing Session yang diadakan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah ingin mempelajari konsep menemukan discovery yang besar. Demikian diungkapkan oleh Deputi Pengendalian Perencanaan SKK Migas Gunawan Sutadiwiria.

Acara Explorationists Sharing Session (Dialog Eksplorasi Indonesia) ini diselenggarakan pada Kamis pagi (28/7/2016) di Lt. 9 Plaza City, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara, yaitu Dr Ir Suyitno Patmosukisno (Komisaris Utama PT Citra Tubindo), Dr Achmad Madjedi (Petroleum Consultan PT Pranta Energi Nusantara), Anton Wahjoesoedibjo (Presdir PT Pranata Energi Nusantara), Arya Rezavidi (Direktur BPPT), Ir Budiono (Dirut Suma Sarana), FX Sujanto (Master Consultan Jakarta Consulting Group), dan Luluk Soemiarso ( SKK Migas Selenggarakan Explorationists Sharing Session untuk Dorong Peningkatan Eksplorasi Migas Indonesia

Salah satu tujuan Explorationists Sharing Session yang diadakan oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah ingin mempelajari konsep menemukan discovery yang besar. Demikian diungkapkan oleh Deputi Pengendalian Perencanaan SKK Migas Gunawan Sutadiwiria.

Gunawan melanjutkan bahwa sejarah ekplorasi migas di Tanah Air memang sudah lebih dari 100 tahun. Namun kondisi ini tidak serta dapat meningkatkan jumlah eksplorasi saat ini. "Kondisi eksplorasi kita menurun sekali," kata Gunawan.

Menurut Gunawan dalam Plan of Development (PoD) I tahun lalu, terdapat 4 Wilayah Kerja (WK). "Tahun ini baru 1 WK," terang Gunawan, sembari menambahkan bahwa terdapat 40 cekungan yang mau dieksplorasi serta 17 cekungan yang mau produksi.

Lebih jauh Gunawan berharap melalui acara ini dapat meningkatkan discovery dan kemudian menarik minat investor. (Sofyan)
 

Majalah IndoPetro

Loading...

Web Desain App Builder


___________________________________

IndoPetroNews
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login