IndoPetroNews

Headlines News :
SKKMigas

Translate by Google

Beyond Communication


ACT


PetroInfo

PetroComodity

PSC East Natuna Diteken September Nanti


indoPetroNews- Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan dokumen production sharing contract (PSC) Blok East Natuna yang nantinya akan diteken oleh PT. Pertamina (Persero) dan mitranya.

“Kami siapkan dokumennya dulu, diharapkan PSC bisa ditandatangani September”, jelas Direktur Migas ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja saat mengisi acara Forum Komunikasi Keselamatan Migas 2016 di Nusa Dua, Bali (25/8).

Beliau menjelaskan, setelah PSC diteken September nanti, pemerintah baru akan memastikan fiskal untuk pengembangan cadangan minyaknya. Ini dikarenakan terms and condition untuk minyak sudah ada kepastian dan pemerintah ingin produksi minyak Blok East Natuna dilakukan lebih dulu.

Jika PSC diteken September, Wiratmaja berharap kegiatan eksplorasi di Blok East Natuna dapat dilakukan tahun ini juga.

“Kami berharap tiga tahun ke depan sudah bisa berproduksi,” ujar Wiratmaja. Direncanakan blok tersebut akan dapat menghasilkan minyak sekitar 7.000 sampai 15.000 barel per hari (bpd).

Menurutnya, percepatan pengembangan Blok East Natuna ini perlu dilakukan untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Pasalnya, saat ini ada upaya negara lain yang menarik garis batas wilayahnya melewati batas Indonesia.(Gadih/IDI)

Demi Maksimalkan Pendapatan, Irak Genjot Produksi Minyak

indoPetroNews- Di tengah melemahnya harga minyak mentah di pasar dunia, Irak berambisi kuat untuk menaikkan produksi minyak mentah sebelum pertemuan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) di Aljazair pada September 2016.

Pemerintah setempat, melalui Menteri Perminyakan Irak, Jabal Ali al-Luaibi, meminta perusahaan-perusahaan migas asing yang beroperasi di negara tersebut meningkatkan produksi dan ekspor minyak dan gas alam demi memaksimalkan pendapatan negara.

Juru bicara Kementerian Perminyakan Irak Asim Jihad mengungkapkan Luaibi telah mengadakan pertemuan di Baghdad dengan perwakilan dari seluruh perusahaan asing yang beroperasi di Irak.

"Menteri (Luaibi) telah menegaskan kembali dukungan terhadap kegiatan perusahaan-perusahaan internasional untuk memompa tingkat produksi dan ekspor minyak mentah serta gas alam," kata Jihad, Selasa (23/8/2016).

Permintaan Luaibi ini disampaikan menjelang pertemuan OPEC di Aljazair bulan depan.

Sebagai catatan, produksi minyak mentah Irak pada 2016 mencapai puncaknya Januari lalu, yaitu sekitar 4,51 juta barel per hari, namun turun menjadi 4,36 juta barel per hari bulan lalu. (Sofyan)

Indonesia Siapkan Kerjasama Pembangunan Kilang dengan Arab Saudi

indoPetroNews- Pemerintah Indonesia menyiapkan beberapa proyek pengembangan kilang minyak untuk dibahas dengan pemerintah Arab Saudi. Pasalnya, Raja Salman bin Abdul Aziz, akan melawat ke Tanah Air pada Oktober 2016.

"Kami sedang mengejar komitmen. Aramco ini agak lambat prosesnya," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta (25/8).

Ia mengatakan telah menyiapkan beberapa proyek akan dibahas dalam kunjungan penguasa Arab Saudi tersebut. Pertama, janji investasi pada proyek kilang minyak. Salah satunya adalah Kilang Cilacap, membutuhkan investasi US$ 5,5 miliar.

Persoalannya, Saudi Aramco sebagai mitra strategis PT Pertamina (Persero) untuk mengembangkan kilang tersebut, meminta pengurangan kepemilikan saham dari 45 persen menjadi 30 persen. Usulan itu akan memperberat Pertamina karena harus menyiapkan uang lebih banyak.

Selain Kilang Cilacap, Luhut bakal mengejar komitmen Saudi Aramco untuk menggarap proyek kilang Dumai di Riau dan Balongan di Jawa Barat. Janji tersebut tertuang dalam perjanjian awal diteken bersama Pertamina pada Desember 2014 dan akan berakhir November 2016.

Pertamina saat ini menunggu Aramco untuk membuat kesepakatan lanjutan dalam head of agreement. Sedangkan pihak Saudi Aramco belum juga menyepakati besaran investasi dan jangka waktu proyek, meski berencana merampungkan pada 2022. Padahal pemerintah Indonesia ingin kilang itu selesai satu tahun lebih cepat.

Luhut menduga lambatnya sikap Aramco lantaran keuangan mereka sedang ditimpa krisis. Dia meminta Pertamina bersiap bila akhirnya Aramco mundur dari kongsi bisnis ini. "Pertamina saja, punya uang kok," ujarnya. (Sofyan)

Ditjen Migas Keluarkan e-HSSE dan SMS Center

indoPetroNews- Kementerian Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) membuat Sistem Administrasi Online dan SMS Center terkait pelaporan keselamatan kerja. Hal ini ditujukan untuk mempermudah segala informasi mengenai keselamatan kerja.

“Kami mempunyai responsive center, yakni 15503,” kata Kepala Sub Bagian Pengelolaan Informasi Ditjen Migas Agus Mendrofa saat mengisi Forum Keselamatan Migas di Nusa Dua Bali (24/8).

Beliau menambahkan, pelaporan atas kecelakaan dan kondisi tidak aman akan keselamatan kerja dapat melalui SMS Center lewat nomor 0812-9000-1717.

Agus pun menginformasikan saat ini Ditjen Migas telah membuat beberapa kanal komunikasi Migas, berupa website (www.migas.go.id) dan sistem online yang dibagia dua yaitu e-HSSE Hulu dan e-HSSE Hilir. Secara umum e-HSSE memberi informasi pendaftaran kepala teknik/penyelidik dan pelaporan kecelakaan migas.

“Kami masih menerapkan sistem online dan manual pada Oktober-Desember 2016 untuk saling melengkapi,” ujar Agus. Agus menambahkan bahwa per 1 Januari 2017 semua sistem administrasi akan dilakukan secara online. (Gadih/ESDM)

Anggota DEN : Presiden Setuju Pengembangan Energi Nuklir

indoPetroNews- Peta jalan untuk membuat energi berbasis nuklir merupakan sesuatu hal yang penting. Pasalnya, ini untuk membuktikan apakah Indonesia harus mempunyai energi tenaga nuklir atau tidak. 

“Pilihan itu ada konsekuensi-konsekuensinya ke depan. Bagi yang yakin, pasti tercapai,” tandas anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran, di Jakarta (25/8). Kendati demikian, Tumiran menyatakan bahwa energi tenaga nuklir ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi. 

Di antaranya, sebagai upaya untuk memenuhi kapasitas kebutuhan energi yang sangat besar. Selain itu sifat energinya berkelanjutan, ada skala ekonomi dan aman. “Aman dari segi pasokan dan aman dari aspek lingkungan,” tandas Tumiran, sembari menambahkan tidak sedikit negara yang menerapkan teknologi nuklir yang proven ini. 

Karena proven tentu akan dibuat zero accident bila diterapkan. “Apalagi teknologi yang generasi-generasi sekarang, pasti  dibuat dengan sangat aman,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar menunggu  Perpres (Peraturan Presiden) RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) yang akan segera ditandatangani oleh Presiden. “Presiden Jokowi sudah setuju. Tinggal sinkronisasi antar kementerian untuk draf-draf yang sifatnya minor dan tinggal menunggu Menteri ESDM yang definitif,” tambahnya. (Sofyan)

Pertamina Bukan Developer Proyek Terminal LNG Bojonegara

indoPetroNews- Pembangunan terminal Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair Bojonegara wilayah Banten adalah proyek konsorsium, antara PT Bumi Sarana Migas dan beberapa perusahaan lain. 

“Pertamina bukanlah developer daripada terminal LNG tersebut. Pertamina diundang untuk memanfaatkan terminal tersebut,” kata Direktur Energi Baru & Terbarukan PT Pertamina Yenni Andayani , Kamis sore (25/8/2016) di Jakarta.

Yenni menegaskan kembali bahwa Pertamina bukanlah developer proyek pembangunan LNG Bojonegara.  Sampai saat ini, lanjut Yenni, pihaknya terus melakukan pembicaraan dengan pihak konsorsium untuk memanfaatkan terminal LNG tersebut.

Pihaknya, lanjut Yeni, sedang membahas beberapa perjanjian yang dikemudian hari memungkinkan bagi Pertamina untuk memiliki saham di terminal LNG Bojonegara. “Kita terus melakukan pembahasannya,” tandasnya.   

Sebagai catatan, terminal LNG berkapasitas 500 million standard cubic feet per day (MMSCFD), atau setara 4 juta ton, yang digarap oleh PT Bumi Sarana Migas (BSM) ini adalah perusahaan milik keluarga Jusuf Kalla, Wapres Republik Indonesia (RI). Terminal LNG Banten diproyeksikan siap memenuhi kebutuhan LNG di kawasan Jawa Barat dan sekitarnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro membenarkan PT Bumi Sarana Migas adalah perusahaan milik Solihin Kalla. Solihin adalah anak dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.  (Sofyan)

Dirut Pertamina : Restrukturisasi Pertamina Internasional Agar Gerak Pertamina Lebih Lincah

indoPetroNews- Pertamina sedang melakukan restrukturisasi Pertamina Internasional. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina, Dwi Soetjipto, dalam jumpa pers dengan kalangan media pada Kamis sore (25/8/2016) di kantor pusat Pertamina, Jakarta.

"Restrukturisasi dilakukan agar Pertamina lebih berkembang dan geraknya lebih lincah," kata Dwi Soetjipto.

Menurut Dwi Soetjipto, produksi minyak mentah secara nasional kurang lebih 720.000 - 730.000 barrel per day (bpd). Sementara kebutuhan dalam negeri mencapai 1,6 juta bpd. Oleh karena itu, mau tidak mau, pihaknya selalu mencari upaya untuk memenuhi kebutuhan minyak di Tanah Air.

"Pertamina kemarin rapat dengan pihak Saudi Aramco untuk membangun kerja sama," ujar Dwi Soetjipto, sembari menambahkan bahwa kerjasama yang sedang berjalan dengan Saudi Aramco adalah kilang Cilacap.

Kendati demikian, lanjut Dwi Soetjipto, pihaknya ingin mempercepat proses joint venture yang ditargetkan bisa tercapai pada Oktober - Nopember 2016.

"Selain kilang Cilacap, kerjasama dengan Saudi Aramco juga dilakukan untuk Balongan dan Dumai," ucap Dwi Soetjipto.

Saat ditanyakan terkait dengan tindak lanjut kerja sama dengan perusahaan minyak nasional Iran, Dwi Soetjipto secara terua terang mengatakan belum ada kepastian. "Mereka hanya menyatakan berminat tetapi belum ada kepastiannya soal kerjasama investasi," tandasnya.

Terkait restrukturisasi Pertamina Internasional juga dipaparkan oleh Direktur Keuangan Pertamina, Arif Budiman. "Kita menyiapkan modal sebesar 1 miliar USD untuk ekspansi ke Gabon dan Tanzania," ujar Arif Budiman. (Sofyan)

CNOOC Alami Kerugian Pertama Kalinya Pada Semester Awal Tahun Ini

indoPetroNews- Perusahaan produsen minyak dan gas bumi (migas) offshore Cina terbesar China National Offshore Oil (CNOOC) Ltd. tercatat mengalami kerugian pertama kalinya dalam semester awal sebesar US$1.16 triliun (sekitar 7.74 triliun yuan) akibat biaya kerusakan hebat sebelumnya dan rendahnya harga crude oil.

Para analis sudah mengantisipasi CNOOC akan merugi US$1.2 triliun dan pihak perusahaan sendiri mengakui telah memperkirakan kerugian di tengah tahun pertama tahun ini. Adapun sebelumnya pada semester pertama 2015, Cnooc mendapatkan net profit sebesar US$2.2 triliun (14.7 triliun yuan).


Semester awal kali ini, Cnooc harus menerima kenyataan harus mengeluarkan US$1.56 triliun (10.359 triliun yuan) untuk ganti rugi kerusakan dan ketentuan yang dibuat oleh Chairman Yang Hua mengenai asset oil sand Kanada, seperti yang disampaikan oleh pihak manajemen kepada Bloomberg. Meskipun demikian harga yang rendah dan biaya produksi yang relatif tinggi tidak akan mengurangi rasa percaya diri CNOOC pada investasi oil sand.

Dari Januari hingga Juli, CNOOC melaporkan biaya all-in per barrel of oil equivalent (boe) yang turun 15.5 persen menjadi US$34.86. Dimana memangkas capital expenditure hingga 33.3 persen.

Produksi perusahaan dari offshore di Cina naik 2.4 persen dari beberapa proyek baru, sementara output luar negeri turun 2.9 persen, paling banyak disebabkan oleh tutupnya proyek oil sand di Kanada akibat insiden dan kebakaran hutan. Perusahaan pun pada akhirnya tetap memenuhi target tahunan memproduksi 470 sampai 285 juta barel.

Di luar kerugian tengah tahun yang sangat besar ini, CNOOC mengumumkan adanya interim dividend sebesar $0.02 per saham, sudah termasuk pajak.

Baru-baru ini analis mengatakan bahwa perusahaan minyak Cina mungkin melakukan pembayaran dividen dalam upaya untuk menenangkan kekhawatiran investor akan penurunan harga energi.

“Untuk harga minyak saat ini, perusahaan minyak besar milik Cina ini hanya dapat membayar dividen untuk menjaga para investornya dan menarik investor baru lainnya,” kata analis North Square Blue Oak Ltd. Tian Miao, pada (24/8).


China International Capital Corp. dan Morgan Stanley telah memproyeksikan bahwa CNOOC mungkin sedang mempertimbangkan dividen khusus untuk investor. (Gadih/Oilprice)

Perusahaan Migas Bertanggung Jawab Berdayakan Warga Sekitar Operasi

indoPetroNews- Peran perusahaan industri minyak dan gas bumi (migas) yang beroperasi di lepas pantai sangat penting untuk turut memberdayakan warga, khususnya para nelayan sekitar daerah produksi. Pasalnya, 47%  dari 292  para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) migas, daerah operasinya berada di wilayah lepas pantai. Apa saja yang dibutuhkan para nelayan dari perusahaan migas agar lebih berdaya secara ekonomi?


Arif Satria, Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB), terdapat beberapa poin penting yang selayaknya dilakukan oleh beberapa perusahaan migas yang beroperasi di lepas pantai untuk turut meningkatkan kesejahteraan warga.

“Memperluas akses pasar dan menampung produk lokal, meningkatkan mutu ikan tangkapan melalui olah teknologi,” kata  Arif, baru-baru ini di Jakarta. Selain itu, perusahaan migas juga dapat membantu meningkatkan safety awareness nelayan.
Di samping itu, lanjut Arif, perusahaan juga dapat memberikan bantuan infrastruktur kepada para nelayan dan melakukan  rehabilitasi lingkungan pesisir. “Jadi peran perusahaan migas sangat signifikan dalam berkontribusi memberdayakan para nelayan,” cetusnya. Apalagi Presiden Jokowi, kata Arif, bercita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
“Poros maritim dunia adalah pusat kekuatan maritim yang disegani di dunia yang mampu menjadikan sumber daya laut sebagai pilar pembangunan nasional baik secara ekonomi, sumber daya alam (termasuk migas) sosial budaya, maupun pertahanan,” kata Arif. (Sofyan)

Pembangunan PLTN Tergantung Political Will Pemerintah

indoPetroNews- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terus berupaya meyakinkan pemimpin Indonesia tentang program yang telah dilakukan terkait reaktor nuklir. 

”Kita membuat demo reaktor daya eksperimental. Ini juga menunjukkan kepada masyarakat reaktor nuklir yang menghasilkan listrik. Jadi, tidak perlu ditakuti,” ujar Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto kepada indoPetroNews.com di Jakarta.  

Demo reaktor daya eksprimental ini selain untuk keperluan energi juga untuk keperluan pencairan batubara, untuk menjadikan air laut menjadi  tawar dan lain semacamnya. “Kita melakukan itu sesuai dengan apa yang ditugaskan pemerintah kepada kita,” tandasnya. 

Kepala BATAN mengakui bahwa upaya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tergantung keputusan politik dan political will dari pemerintah. “Kita hanya melakukan hal-hal yang teknis dan memasok apa yang harus kita sampaikan. Dan memang salah satu titik lemah kita, berarti memang pemimpin-pemimpin kita belum percaya sama BATAN, boleh jadi seperti itu,” seloroh Djarot sembari tertawa kecil. 

Sebagai catatan, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memiliki 3 reaktor riset yaitu Reaktor Kartini di Yogyakarta, Reaktor Triga di Bandung dan Reaktor Serba Guna GA. Siwabessy (RSG-GAS) di Serpong. 

Sedangkan tugas pokok BATAN sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2013 adalah melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. 

Penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia hanya diarahkan untuk tujuan damai dan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. (Sofyan)  
 

Majalah IndoPetro

Loading...

Web Desain App Builder


___________________________________

IndoPetroNews
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login