IndoPetroNews

Headlines News :
SKKMigas

Translate by Google

Beyond Communication


ACT


PetroInfo

PetroComodity

Pengamat: Ada Sinyal Program Listrik 35.000 MW Bakal Gagal

indoPetroNews.com- Menjelang dua (2) tahun pemerintahan Jokowi-JK, tetapi program besar membangun listrik sebesar 35.000 MW atau 35 GW belum juga menampakkan tanda-tanda realisasinya. Bahkan . PLN sebagai ujung tombak eksekutor kebijakan ini terlihat gamang dan tidak punya road map terukur bagaimana mensukseskan program 35 GW tersebut.

Penilaian tersebut diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean. “Ini membuat kementerian ESDM meradang dan sempat menarik program 35 GW ini dari PLN karena terlihat tanda-tanda akan gagal. Kegagalan program ini nanti akan menjadi kegagalan pemerintah bukan kegagalan PLN atau Sofyan Baasir selaku Dirut PLN,” kata Ferdinand Hutahaean kepada sejumlah media, termasuk indoPetroNews.com Senin (25/7/2016) di Jakarta. .

Menurut Ferdinand, yang akan dicap gagal itu pemerintah. “Yang gagal itu Jokowi, bukan Sofyan Baasir. Jadi untuk apa pemerintah mempertahankan Sofyan Baasir yang tidak paham listrik dan tidak bisa menyusun road map terukur menyelesaikan 35 GW?,” tegas Ferdinand, sembari menambahkan hal tersebut sengaja dilakukan untuk mensabotase program Jokowi. Presiden harus hati-hati terhadap intrik politik, terlebih Sofyan Baasir ini adalah orang dari rejim masa lalu yang kini gemar mengkritik rejim Jokowi.

Jokowi, lanjutnya, harus segera mengevaluasi pelaksanaan listrik 35 GW, sampai hari ini tidak jelas arah program ini dan tidak pernah dibuka ke publik berapa MW yang sudah mulai dibangun. “Kenapa PLN terlihat sangat tertutup? Apa yang ditutupi? Bukankah program ini harus dipublikasi agar rakyat tau capaian kinerja pemerintah? Ada yang aneh memang dari Dirut PLN ini,” tandas Ferdinand. (Sofyan)

Saudi Aramco Bidik Bursa di New York, London dan Hongkong

indoPetroNews.com- Saudi Aramco, perusahaan minyak raksasa asal Arab Saudi, berencana masuk ke bursa di New York, London, dan Hong Kong sebagai bagian dari rencana perusahaan minyak dan gas milik negara Arab Saudi itu melakukan IPO (penjualan saham perdana) sebanyak lima persen.

IPO Aramco direncanakan paling cepat tahun depan atau 2018. Secara teoretis IPO Aramco ini nilainya lima kali lebih besar ketimbang IPO perusahaan manapun sepanjang sejarah.

Dalam wawancara dengan sebuah televisi beberapa waktu lalu, Wakil Putera Mahkota Arab Saudi sekaligus Kepala Dewan Tertinggi Aramco Pangeran Muhammad bin Salman bilang lima persen saham Aramco bakal dilepas ke bursa nilainya lebih dari US$ 2 triliun. "Bahkan jika satu persen saja saham Aramco ditawarkan ke pasar, hanya sepersen, ia akan menjadi IPO terbesar di planet ini," katanya.

Aramco menguasai 265 miliar barel cadangan minyak mentah atau lebih dari 15 persen deposit global. Perusahaan ini menghasilkan lebih dari sepuluh juta barel sehari, tiga kali lebih besar ketimbang ExxonMobil, dengan cadangan sepuluh kali lebih banyak dibanding perusahaan minyak terbesar terdaftar di bursa itu. Bila Aramco dilepas ke publik, ia akan menjadi perusahaan pertama bernilai lebih dari US$ 1 triliun.

Mengutip sejumlah sumber mengetahui soal rencana IPO Aramco itu, surat kabar the Telegraph melaporkan Arab Saudi berharap tiga perusahaan minyak - ExxonMobil, Sinopec, dan British Petroleum - tertarik membeli saham Aramco. Pembelian itu bakal termasuk akses jangka panjang terhadap operasional di sektor hulu Aramco dengan balasan transfer teknologi baru atau pembangunan kilang.

Seperti diketahui, Saudi Aramco atau Saudi Arabian Oil Co. adalah perusahaan minyak nasional Arab Saudi yang berkantor pusat di Dhahran, Arab Saudi. Nilai Saudi Aramco diperkirakan mencapai 10 triliun dolar AS, menjadikannya perusahaan dengan nilai tertinggi di dunia.

Saudi Aramco mempunyai cadangan minyak terbukti terbesar di dunia (lebih dari 260 billion barrels (4.1×1010 m3) dan produksi minyak harian terbesar dunia. Saudi Aramco mengoperasikan jaringan hidrokarbon tunggal terbesar di dunia, Sistem Master Gas.


Produksi tahunannya mencapai 3.479 billion barrels (553,100,000 m3), dan mereka menangani lebih dari 100 ladang minyak dan gas di Arab Saudi, termasuk 284,2 triliun kaki kubik standar cadangan gas alam Saudi Aramco memiliki Ladang Ghawar, ladang minyak terbesar dunia, dan Shaybah, juga salah satu ladang minyak terbesar dunia. (Sofyan)

Iran Pasok 40.000 Barel Minyak ke Sri Lanka

indoPetroNews.com- Republik Islam Iran kian gencar mengekspor minyak ke luar negeri. Baru-baru ini, negeri Para Mullah ini memastikan untuk mengirim minyak mentah ke Sri Lanka.

Menteri perminyakan Iran, Bijan Namdar Zanganeh menyampaikan optimismenya mengenai berlanjutnya ekspor minyak negara ini ke Sri Lanka pasca pertemuan dengan menteri pengembangan sumber daya minyak Sri Lanka di Tehran.

Pusat penerangan kementerian perminyakan Iran juga memberitakan bahwa Bijan Namdar Zanganeh pada Minggu (24/7/2016), sebelum sanksi dijatuhkan terhadap Iran, Tehran mengekspor minyak ke Sri Lanka sebesar 40.000 barel perhari.

Zanganeh, pasca pertemuan dengan sejawatnya dari Sri Lanka menyampaikan optimismenya mengenai dimulainya kembali ekspor ke negara Asia ini.

Menurutnya, nilai penjualan minyak Iran ke Sri Lanka berkisar 251 juta dolar. "Dengan mempertimbangkan implementasi JCPOA, pembahasan mengenai masalah ini akan dikaji hari ini," tandas Zanganeh. (Sofyan

SKK Migas Kembangkan Pokja Pengawasan dan Kepatuhan

indoPetroNews.com- Untuk mengemban amanah negara dalam mengembangkan industri hulu minyak dan gas bumi (migas), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) selain didukung oleh asas profesionalisme juga didukung oleh sistem pengawasan dan kepatuhan.

“Selain ada pengawasan internal SKK Migas, juga menjalin hubungan dengan pihak eksternal yang terkait dengan pengawasan dan kepatuhan. Misalnya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” kata Kepala Kelompok Kerja (Pokja) Pengawasan Kepatuhan SKK Migas, Zudaldi Rafli, beberapa waktu lalu di Bandung, Jawa Barat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dwiyatno, Bagian Pengawasan Kepatuhan SKK Migas. Menurutnya, sebagian tugas dari Kelompok Pengawasan Kepatuhan SKK Migas adalah mengawal kepatuhan internal.

Apa program kepatuhan SKK Migas? “Ini adalah serangkaian dari prosedur, pedoman-pedoman, kegiatan-kegiatan internal untuk menjaga SKK Migas dan orang-orang yang bekerja di dalamnya agar dalam mengemban amanat yang diamanatkan oleh negara untuk mengelola industri hulu migas dapat bekerja, patuh pada peraturan dan ketentuan yang berlaku. Serta memiliki integritas yang tinggi dan juga beretika,” papar Dwiyatno.

Namun di luar hal tersebut, lanjutnya, terdapat pula kebijakan-kebijakan dari Kementerian ESDM. Misalnya kalau ada orang masuk ke kantor SKK Migas diharuskan mengenakan ID Card, itu juga termasuk program kepatuhan.

Menurut Dwiyatno, program-program kepatuhan tersebut tidak jadi dalam sehari dua hari tetapi sebagian besar sudah ada sejak era BP Migas. Misalnya Pedoman Etika ditetapkan sejak 2010. Juga Program Pengendalian dan Gratifikasi sudah ada sejak 2011.

“Kami dalam membuat program kepatuhan ini juga melakukan bensmarks/kajian studi banding ke industry lainnya. Kita pernah datang ke BRI dan perusahaan swasta untuk belajar tentang kepatuhan karena saat itu BP Migas saat itu masih relatif baru didirikan. Kami juga tidak malu belajar ke teman-teman Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS). Kita datang ke Pertamina,” kata Dwiyatno.

Lebih jauh Dwiyatno mengemukakan bahwa nilai-nilai inti tersebut tentu dipercaya dapat membawa pada tujuan yang diamanatkan oleh negara. “Dengan adanya nilai-nilai tersebut diharapkan semua elemen karyawan SKK Migas memiliki perilaku yang sesuai dengan core values tersebut, yaitu Prudent (professional, responsif, unity indeversity, desesif, etic, smart, focus and transperty,” tegasnya. (Sofyan)



Pesona Kuliner Indonesia di Asian Food Channel

petroWisata.indoPetroNews.com- Pesona kuliner Indonesia tak henti-henti menggoda selera lidah orang seluruh jagat. Tak percaya? Saksikan saja Asian Food Channel, 28 Juli 2016, pukul 20.00 WIB. Aneka rasa kuliner dari spesialis Bali, Jakarta, Lombok, Yogyakarta dan Padang dipastikan siap pamer kenikmatan cita rasa nusantara kepada dunia. Inilah alat promosi dan diplomasi teste untuk mendukung sektor pariwisata yang efektif.

Tentu, ada commercial value di jaringan Asian Food Channel yang tersebar ke sejumlah negara itu. Dari mulai Singapura, Malaysia, Hongkong, Filipina, Indonesia, Jepang, Korea, Australia, Selandia Baru hingga Inggris Raya, sudah menjadikan Asian Food Channel sebagai channel rujukan bagi pecinta kuliner. “Dan negara-negara itu adalah target market inbound ke Wonderful Indonesia,” jelas Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Harus diakui, Thailand sukses menjadikan kuliner sebagai alat promosi yang efektif, sehingga saat ini ribuan restoran Thailand mendunia dengan makanan khasnya seperti Tom Yam, Pat-thai dan lainnya. “Kita juga banyak jenis kuliner yang juga mendunia. Seperti Sate, nasi goreng dan bakso sudah dipromosikan oleh Presiden Amerika Barack Obama. Lalu rendang pernah menjadi masakan paling lewat versi CNN Internasional. Kuliner kita akan terus kami dorong agar menjadi kekuatan Pariwisata nasional,” kata Arief Yahya.

Dengan judul Wonderful Indonesia Flavours 2, acara ini memang menjadi bagian promosi Indonesia ke mata dunia. Tayangannya dijamin bakal istimewa. Nantinya akan ada koki yang berkeliling Indonesia. Namanya, Rinrin Marinka. Rinrin akan menjadi chef dari Indonesia yang akan memperkenalkan kuliner khas Indonesia ke Tobie Puttock, chef asal Australia.

“Ini adalah musim kedua Asian Food Channel memperkenalkan kuliner Indonesia. Di musim kedua, akan ada satu episode yang menunjukkan Chef Tobie dan saya melakukan perjalanan di kampung halaman saya, yakni Jakarta. Nanti akan ada tayangan modern dan tradisional,” ujar Chef Rinrin, Minggu (24/7).

Selain kampung halaman Chef Rinrin di Jakarta, Asian Food Channel juga akan mengulas kelezatan kuliner Bali, Lombok, Yogyakarta dan Padang. Dan yang pertama ditayangkan adalah kuliner dari Padang. Sudah tentu, nasi Padang, rendang sapi dan gulai ikan karang akan masuk dalam daftar makanannya. “Saya dan Chef Tobie berharap dapat berbagi cerita yang unik dan beragam melalui resep-resep otentik dari masing-masing daerah yang dikunjungi. Selain itu, kami ingin memberikan sambutan hangat dan mengundang pemirsa untuk berkunjung, mencicipi makanan, berjelajah, dan merasakan petualangan di Indonesia,” ujar Chef Rinrin.

Penasaran? Jangan lupa catat tanggal tayangnya ya! Wonderful Indonesia Flavours 2 bisa disaksikan di Asian Food Channel, 28 Juli 2016, pukul 20.00 WIB. Dijamin seru! (*)

Akpar Medan Bermetamorfosa Jadi Politeknik

petroWisata.indoPetroNews.com- Akademi Pariwisata (Akpar) Negeri Medan akan segera berubah statusnya menjadi Politeknik. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan merespon perkembangan dunia Pariwisata yang semakin dinamis. “Tahun ini Insya Allah Akpar Medan sudah naik status menjadi Politeknik. Lengkapnya menjadi Politeknik Pariwisata Medan,” ujar Ahman Sya, Deputi Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Kementerian Pariwisata, Minggu (24/7).

Menurutnya, peningkatan status dari Akademi ke Politeknik ini memang menjadi keharusan. Hal yang tak bisa ditawar lagi. Maklum, daya saing SDM kepariwisataan harus naik. Dengan status politeknik, Kemenpar bisa fokus ke sekolah vokasi. Arahnya S1 dan S2 terapan, tidak akademik seperti perguruan tinggi. Karenanya, selain pendirian Politeknik Negeri Pariwisata baru di Lombok dan Palembang, Kemenpar juga akan meningkatkan status Akademi Pariwisata Medan menjadi Politeknik Pariwisata Negeri Medan seperti yang telah dilakukan untuk Politeknik Pariwisata Negeri Makassar.

“Waktunya tidak lama lagi karena semua persyaratan sudah dipenuhi. Kami tinggal menunggu rekomendasi dari Kemenristek Dikti dan KemenPAN RI sebagai dasar penerbitan SK Menpar,” ujarnya.

Pria kelahiran Ciamis itu juga menyebutkan, di 2016 ini, Akpar Negeri Medan merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Pariwisata. Dengan peningkatan status tadi, daya tampung mahasiswanya dapat ditingkatkan minimal 25% dari sekarang. Hal ini, sebutnya, untuk memenuhi kebutuhan pasar pariwisata yang terus mengalami perkembangan.

Dari kebutuhan 375 ribu, Indonesia baru bisa memenuhi 125 ribu baik dalam maupun luar negeri. “Jenjang pendidikannya juga ikutan naik, bukan hanya Diploma tetapi juga D4/Sarjana Terapan dan Pasca Sarjana (Magister dan Doktor). Dengan demikian SDM pariwisata Indonesia semakin tinggi pendidikannya dan kualitasnya semakin baik,” bebernya.

Khusus peningkatan kualitas SDM kepariwisataan, Kemenpar juga bekerjasama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta yang memiliki program pendidikan pariwisata untuk membangun SDM berkualitas. Bahkan perguruan tinggi yang tidak memiliki program pariwisata pun ikut didorong untuk segera membuka program studi pariwisata. Hasilnya, Universitas Lampung, Universitas Tirtayasa Banten, Politeknik Malang, dan Universitas Papua sudah mulai membuka Diploma Pariwisata.

Menpar Arief Yahya menyebut Akpar, STP dan Politeknik Pariwisata yang berada di bawah Kemenpar harus terus berinovasi dan terus maju. Gunakan standar global, dalam menentukan benchmark, sehingga lulusannya betul-betul memiliki kualitas dan kapasitas personal yang siap bersaing di level ASEAN. “Khusus Akpar Medan yang akan menjadi Politiknik Pariwisata itu harus cepat maju dan berkembang. Pariwisata Sumut dengan ikon Danau Toba membutuhkan lebih banyak anak muda untuk berkiprah dan membangun budaya hospitality yang kuat. Dengan begitu, cocok untuk menggairahkan industri kepariwisataan yang sedang berkembang di sana. Kiprah lulusan sekolah itu sudah ditunggu oleh pelaku usaha dan pebisnis pariwisata,” kata Arief Yahya.
Kampus, kata Menpar Arief, punya program pengabdian pada masyarakat.  Menggunakan ilmu pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu masyarakat sekitarnya. "Ini timing-nya tepat! Saat Danau Toba sedang membutuhkan sentuhan khusus dalam mengembangkan pariwisata," jelasnya.(*)

Tebar Pluralisme, Aceh Sambut Festival Pulau Banyak

petroWisata.indoPetroNews.com– Bukan hanya Pulau Weh yang menjadi magnit Nangroe Aceh Darussalam dengan ikon wisata bawah laut di ujung Andalas. Kini, ada satu lagi keindahan tersembunyi yang sedang ditawarkan di Kabupaten Aceh Singkil. Yakni Kepulauan Banyak, gugusan pulau-pulau seluas 27,196 ha dan langsung berbatasan dengan Samudera Hindia. Persis di ujung sebelah barat Pulau Sumatera itu, berkerumun 99 pulau dengan terumbu karang dan penyu hijau yang berpotensi menjadi andalan Aceh.

Pemkab Aceh Singkil, bekerjasama dengan KNPI dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Festival Pulau Banyak, di Pulau Balai, 24-25 Juli. Kepala dinas Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi menjelaskan bahwa perhelatan itu akan menampilkan Pagelaran Keragaman Budaya Singkil, Lomba Pancing, dan Pelatihan Tour Wisata Berbasis IT. Acara ini direncanakan akan dibuka oleh Gubernur Aceh, 24 Juli pukul 14.00 WIB.

”Pulau Banyak bertabur pesona. Setiap jengkal lautnya memiliki keindahan yang setara pulau-pulau bahari lain di Indonesia. Ke-99 pulau itu layak dikembangkan menjadi objek wisata andalan. Wisatawan bisa snorkling, diving, dan menikmati atraksi seni budaya serta kuliner Pulau Banyak. Sulit membayangkan keindahan alam bahari Pulau Banyak, silakan datang sendiri, foto-foto sendiri, rekam di video sendiri,” ujar Reza Pahlevi.

Menurut Reza, Pulau Banyak didiami oleh berbagai suku. Ada Aceh, Minang Kabau, Batak, Nias dan suku-suku lainnya yang merupakan bentuk pluralisme menyatu dalam budaya asli Aceh. Potensi inilah yang akan dikemas dalam Festival Pulau Banyak ini. Kita bersatu dalam keindahan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Reza menjelaskan bahwa semua pengunjung akan diberikan suguhan tari tradisi seperti Tari Gelombang, Arak Jikir, Tari Rande, Tari Padang, Menyerak, Tari Bungkus, Tari Adok, Tari Pulo Pinang, Tari Anak, Tari Lansir Madam, Tari Maina Gese, pastinya memberikan tontonan berkualitas khas Pulau Banyak. ”Ada pula lomba memancing yang menambah keseruan dalam festival ini. Semua akan dikombinasikan dengan cara yang menarik,” ujarnya.

Kata Reza, event ini akan digelar untuk mempromosikan Pulau Banyak sebagai salah satu destinasi wisata di Provinsi Aceh. Pihaknya berharap, sektor wisata menjadi salah satu sektor andalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Pulau Banyak. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Aceh harus mempersiapkan masyarakat dan pelaku industri pariwisata di Pulau Banyak agar memiliki kapasitas yang baik dalam melayani wisatawan. ”Semua harus saling bersinergi, apalagi kita punya menteri yang sangat konsen ke daerah dan berpromosi, kami sangat bahagia,” Reza.

Guna memaksimalkan kapasitas masyarakat Pulau Banyak tersebut, sambung Reza, Disbudpar merencanakan akan mengadakan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan guide, pelatihan pengelola kuliner, pelatihan snorkling dan dive guide, pelatihan pengelola homestay. Disamping itu pula, perlu diadakan peningkatan terhadap fasilitas-fasilitas dasar pada objek destinasi wisata, seperti musala, toilet, ruang ganti dan lain-lain. Tahun 2015, penataan fasilitas di Pulau Palambak kawasan Pulau Banyak sudah direalisasikan.

“Tahun lalu kami membawa para blogger, photographer dan travel writers ke Pulau Banyak. Tahun ini pada event Festival Pulau Banyak, kami juga mengikutsertakan berbagai media massa, baik online maupun cetak. Tentunya, ini tergantung pada kesiapan kita semua,” lanjut Reza.

Ia berharap, Festival Pulau Banyak menjadi event tahunan di Kepulauan Banyak dan dilaksanakan secara konsisten sehingga akan semakin baik dan wisatawan pun akan banyak berkunjung. Festival Pulau Banyak mestinya menjadikan Aceh, terutama Aceh Singkil sebagai salah satu tujuan wisata halal. Pelestarian seni budaya Aceh juga menjadi faktor utama sebagai tameng dalam menghadapi pengaruh globalisasi serta invasi budaya asing yang masuk ke Indonesia. Ia juga mengimbau semua pihak agar mendukung upaya ini demi menjaga kultur Aceh tetap lestari sepanjang masa.

Kementerian Pariwisata RI melalui Disbudpar Aceh akan menyerahkan bantuan berupa peralatan yang mendukung usaha pariwisata di Pulau Banyak, seperti peralatan snorkling, live jacket, kacamata selam, dan lain lain.

Menpar Arief Yahya mengingatkan agar 3A dalam pengembangan destinasi segera disentuh, jika ingin menjadi destinasi kelas dunia. Akses, Atraksi dan Amenitas, 3A yang selalu menjadi rumus Kemenpar sebelum mempromosikan destinasi baru. “Jika sudah siap dengan 3A itu, tugas Kemenpar adalah mempromosikan besar-besaran ke mancanegara sesuai dengan market atau originasi yang cocok dan diinginkan. Selamat berfestival, sukses untuk wisata bahari di Pulau Banyak,"kata Arief Yahya.(*)

Kemenpar Menggoda Timor Leste dengan Crossborder Festival

petroWisata.indoPetroNews.com– Menteri Pariwisata Arief Yahya tak ingin membuang peluang sekecil apapun untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (Wisman). Salah satunya yang akan dilakukan terhadap negara tetangga, Timor Leste, yang berbatasan dengan NTT. “Password-nya adalah music, seni-budaya dan kuliner! Karena itu, Crossborder Festival tidak hanya dilakukan di Bintan, Batang, Aruk dan Sambas Kalbar. Tapi juga untuk menggaet pasar Timor Leste,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar yang asli Banyuwangi ini saat menjadi Dirut PT Telkom sudah 3 kali berkunjung ke Timor Leste, dan memberikan pelatihan kepada SDM di sana. Dia sudah cukup hafal dengan kesukaan orang Timor. Karena itu pihaknya sudah menginstruksikan kepada timnya, untuk lebih sering menggelar event di kawasan perbatasan itu.

”Untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan banyak strategi yang harus dilakukan salah satunya adalah mengembangkan wisata perbatasan. Salah satunya kami akan menggoda Timor Leste dengan kegiatan Crossborder Festival. Toh mereka mesuk ke Indonesia juga bebas visa kunjungan (BVK),” tambah Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana.

Perhelatan Festival Crossborder itu rencananya digelar di perbatasan, Timor Leste. Persisnya di Festival Crossborder di Atambua pada tanggal 30 Juli 2016. Lebih lanjut pria yang pernah mengenyam pendidikan selama 6 tahun di Australia itu menambahkan, keuntungan yang dapat diperoleh dari kegiatan wisata crossborder adalah bahwa terdapat hubungan emosional yang kuat antara masyarakat dengan wisatawan karena biasanya terdapat akar budaya yang masih sama bahkan sampai pada hubungan kekerabatan antara wisatawan dengan masyarakat setempat.

”Atambua adalah salah satu area perbatasan yang sangat potensial untuk menarik wisatawan dari Timor Leste,” beber pria yang punya hobi main bulu tangkis itu.

Hal senada diungkapkan Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu. Pria yang biasa disapa Inspektur VJ itu menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia sekaligus mengajak masyarakat Timor Leste untuk berkunjung ke Indonesia melalui jalur perbatasan.

”Kegiatan Festival Crossborder di Dili, Timor Leste ini akan berbentuk konser musik yang menampilkan tim kesenian dari Indonesia berkolaborasi dengan tim kesenian dari Timor Leste. Yang akan ditampilkan adalah tarian, musik tradisional serta grup band dan artis dari kedua Negara,” ujar pria yang hobi makan telor dadar itu.

Penampilan kesenian akan dipersembahkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Indonesia di sana. Selain itu akan ditampilkan pula Alfred Gare penyanyi lagu Gemu Famire dari Indonesia, yang akan dipadukan oleh 5 De Oriente Band dan Ego Lemos dari Timor Leste.

Selain keindahan alam dan budaya serta promosi Cross border, industri penerbangan Indonesia juga memiliki peran dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisman. Pasalnya setiap tahunnya maskapai penerbangan membawa jutaan penumpang dari mancanegara termasuk ke Bali.

Tersedianya aksesibilitas transportasi udara ini sangat membantu wisatawan untuk mendatangi destinasi-destinasi wisata. Seperti yang dilakukan salah satu maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) Citilink yang semakin melebarkan rutenya untuk membawa penumpang atau wisatawan dari beberapa negara ke Bali.

Direktur Niaga PT Citilink Indonesia, Hans Nugroho, mengatakan industri penerbangan turut mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia dan Bali khususnya. Untuk itu maskapai anak perusahaan Garuda Indonesia membuka rute Denpasar-Dili, Timor Leste per 1 September 2015.

“Layanan penerbangan harian berjadwal dengan rute Denpasar-Dili PP bekerjasama dengan Air Timor. Kami melihat potensi kedatangan wisatawan asal Timor Leste ke Bali sangat tinggi,” sebutnya di Denpasar beberapa waktu lalu. Pihaknya menyadari selama dua tahun terakhir kedatangan wisman ke Bali semakin mengalami peningkatan.

President Director Air Timor, Abessy Bento, mengatakan antusiasme pasar Dili terhadap penerbangan langsung ke Denpasar cukup besar hingga pihaknya mengajukan penggantian pesawat dari Boeing 737-500 dengan kapasitas 96 penumpang menjadi Airbus A320-200 kapasitas 180 orang penumpang. “Sehingga mampu mengangkut jumlah penumpang yang lebih banyak,” ujar Bento.

Dia menyebutkan dalam sebulan mampu menerbangkan sekitar 12 ribu penumpang dari Dili ke Denpasar dan sebaliknya. “Potensi pasar dari Dili tidak hanya wisatawan tapi juga kalangan bisnis dan pelajar yang menempuh pendidikan di Denpasar,” ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Daerah Bali kedatangan wisatawan asal Timor Leste ke Bali pada Januari-April 2016 sebanyak 9.440 orang. Angka tersebut mengalami peningkatan 15,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebanyak 8.190 wisatawan.(*)

Menpar Arief Yahya: Bangun SDM Pariwisata, Tak Bisa Ditunda!

petroWisata.indoPetroNews.com– Kemenpar paham betul, bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci dari semua persoalan mendasar di pariwisata. CEO Message ke-5 Menpar Arief Yahya menekankan, memilih orang dulu, baru menugaskan pekerjaan. Istilahnya menentukan “who” dulu, baru menjelaskan “what.” Memastikan siapa driver-nya dulu, baru menentukan arah hendak kemana.

“Ya, First Who, Then What! Pilih orangnya dulu, kemudian katakan keinginanmu. Ini ada dalam buku Jim Collins berjudul Good to Great. Ada dua proses besar untuk menggulirkan perubahan dalam organisasi yang hebat, istilahnya Good to Great. Proses pertama adalah “build up” yang terdiri dari: Level 5 Leadership, First Who then What, dan Confront the Brutal Facts. Proses kedua adalah “breakthrough” yang terdiri dari: Hedgehog Concept, Culture of Discipline, dan Technology Accelerators,” jelas Arief Yahya, Menpar.

Khusus soal First Who then What, banyak pemimpin yang lebih memilih pendekatan First What then Who. “Mereka seringkali terjebak. Mereka sering mengatakan tetapkan visi, misi, dan strategi, baru kemudian dipilih orang-orangnya. Cara itu, berarti masih Kepemimpinan Level 4 (Level 4 Leadership). Nah, untuk mencapai Kepemimpinan Level 5 (Level 5 Leadership), pilihkah First Who then What,” katanya.

Karena itulah, soal Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata, tetap menjadi concern Menpar Arief Yahya. Jawabannya adalah konsisten menggelar pelatihan dasar SDM Kepariwisataan di berbagai destinasi wisata. Hampir tak pernah putus dan terakhir dilakukan di Candi Dasa Karangasem Bali dari tanggal 22-23 Juli 2016.

”Pelatihan ini adalah lanjutan dari pelatihan-pelatihan sebelumnya. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepariwisataan ke berbagai kalangan agar terjadi pemahaman yang sama dan komprehensif mengenai pariwisata,” ujar Deputi Bidang Kelembagaan Kemenpar, Ahman Sya.

Dalam pelatihan tersebut hadir seluruh peserta yang isinya dari kalangan Pemandu Wisata Selam, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa, Industri Pariwisata, Lembaga Swadaya Masyarakat. Mereka akan bersentuhan langsung dengan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara. Mereka harus menjadi duta-duta bangsa yang baik, bisa membawakan diri dengan santun. ”Total sebanyak 150 orang,” kata pria asal Ciamis itu.

Ahman Sya menambahkan, pelatihan itu banyak manfaat dan nilai positifnya bagi masyarakat, terutama pelaku Pariwisata. Mereka semakin paham standar pelayanan bagi wisman, baik dari sisi komunikasi, kebiasaan hidup, dan hal-hal yang tak boleh disentuh. ”Tentu, ending dari pelatihan ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan Pariwisata yang dia kembangkan,” ujar Ahman Sya.

Dalam materi pelatihan kemarin, imbuh Ahman, wilayah Bali dalam hal ini Karang Asem diunggulkan dalam hal destinasi budaya dan religius. ”Nah, tokoh masyarakat dengan beberapa LSM dan pemuda yang mengikuti pelatihan memiliki tekad yang kuat untuk mempertahankan dan mengembangkan wisata budaya dan religi agar tidak menurun dan terpengaruh oleh budaya barat, itu cakupan luasnya,” ujar pria yang juga pernah menjadi rektor salah satu kampus di Bandung.

Ahman menjelaskan, kendati Bali bisa dibilang mapan Pariwisata-nya namun tetap dibutuhkan komitmen untuk mempertahankan di puncak kejayaan saat ini. “Mempertahankan jauh lebih sulit dari meraihnya,” katanya lagi. Pelatihan yang sudah ke-50 kali yang digelar di beberapa provinsi. Adapun teknis pelatihan yang dimaksud adalah untuk menjaga kompetensi pemandu wisata sebanyak 10 kali di berbagai provinsi.

Seperti diketahui, tanggung jawab Kementerian Pariwisata (Kemenpar) amat besar. Tugasnya cukup banyak.Selain promosi, menggali originasi, mengembangkan destinasi, memperkuat industri, SDM juga merupakan pekerjaan rumah yang tidak bisa dibilang enteng.

Maka Kemenpar tidak mau masyarakat Indonesia kalah dalam perhitungan kualitas SDM. Kemenpar kini memayungi STP Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan Bali. Juga punya Akpar Akademi Pariwisata Medan dan Makassar. Kemenpar akan membangun lagi Politeknik Pariwisata di Palembang dan Lombok. ” Jelas tujuannya untuk memperkuat dan memperbanyak tenaga kerja di sektor pariwisata," katanya.

Per-Oktober 2015, imbuh Ahman, pihaknya juga sudah meneken kerjasama dengan Kemenaker dengan target menggenjot 3.040 SDM Pariwisata. Saat ini, sebanyak 35 ribu SDM sedang dinaikkan level kualitasnya agar mampu menyambut wisatawan dan menghadapi perkembangan global Pariwisata dunia.

Kata Ahman, saat ini ada 35 ribu SDM dari berbagai profesi, sedang melaksanakan uji kompetensi dari berbagai profesi di seluruh Indonesia. "Terutama di tiga great yang kami maksimalkan. Great itu adalah, Great Batam, Great Jakarta dan Great Bali,"kata dia.(*)

Upaya Genjot Industri Migas Terus Dilakukan Dirjen Migas

indoPetroNews.com- Ditengah situasi kurang kondusifnya harga minyak mentah di pasaran dunia, industri hulu migas dalam negeri masih bisa bergeliat. Pasalnya, saat ini ada progres positif dari migas. Apa saja sinyal positifnya?

"Pada semester I ini kita sudah miliki 17 Wilayah Kerja (WK) yang ditawarkan, join study yang disetujui ada 6, WK yang ditandatangani ada 3, yang dalam proses ada 6, dan ada 1 WK yang diperpanjang," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (migas), IGN Wiratmajapuja dalam acara temu wartawan seusai Breakfast Meeting dengan tajuk "Capaian Industri Migas Semester I Tahun 2016 dan Sosialisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri Pada Kegiatan Usaha Hulu Migas," pada Jumat, (22/7/2016) di Gedung KESDM, Jl. Medan Merdeka Selatan.

Wiratmajapuja juga menjelaskan bahwa eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi pun masih terus berlangsung. "Pemboran sumur eksplorasi ada 10, sumur produksi ada 104, cadangan setiap saat bisa diproduksikan," ujar mantan staf ahli Jero Wacik saat menjabat Menteri ESDM pada era Presiden SBY.

Lebih jauh Wiratmajapuja juga menuturkan soal pengolahan minyak. "Pengolahan ini, mengalami jump luar biasa besar. TPPI bisa diambil, kapasitas yang tadinya 800 BPH, menjadi 1,16 juta BPH. Kilang LNG pun tetap jalan," papar Wiratmajapuja sembari mengimbuhkan pihaknya akan terus mendorong pembangunan infrastruktur gas.

Upaya mendorong pembangunan infrastruktur gas ini dilakukan karena pemerintah telah membuat beberapa regulasi yang diterbitkan. Misalnya tentang harga gas, alokasi gas. "ICP 6 bulan pertama rata-ratanya USD36,16 barel, alokasi gas untuk domestik 58%. Gas kita punya untuk dalam negeri, sayangnya infrastruktur belum siap," tandasnya. Jadi ini dalam tahap pembangunan. Begitupun investasi di dunia migas terus didorong agar berjalan. (Sofyan)
 

Majalah IndoPetro

Loading...

Web Desain App Builder


___________________________________

IndoPetroNews
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login