IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » 2015 Dibubarkan, SKK Migas Siap Kejar Target Lifting

2015 Dibubarkan, SKK Migas Siap Kejar Target Lifting

Written By Indopetro portal on Thursday, 18 September 2014 | 17:59

indoPetroNews.com - Nasib Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) belum menentu. Bahkan, pada 2015 bakal dibubarkan. Kendati begitu, lembaga pengelola operasi hulu migas ini pada pada 2015 tetap mendapat anggaran. Saat ini angka kebutuhan SKK Migas sudah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ad Interim, Chairul Tanjung mengakui, anggaran untuk SKK Migas dalam RAPBN 2015 diusulkan sebesar Rp 1,9 triliun. "Pada 2015 SKK Migas Rp 1,9 triliun" ungkap pria yang akrab disapa CT dalam Rapat Rencana Kerja Anggaran Kementerian Lembaga, di gedung DPR, Jakarta, (17/9).

CT menyerahkan pengajuan tersebut ke komisi VII DPR untuk kemudian dibahas dan disetujui.DPR pun menyetujui usulan anggran SKK Migas yang diusulkan oleh Kementerian ESDM sebesar Rp 1,9 triliun.

Anggaran operasional SKK Migas dalam APBN 2015 yang mencapai Rp 1,9 triliun itu naik tipis Rp 100 miliar dari tahun 2014. Tahun 2014 sendiri pagu anggran SKK Migas mencapai Rp 1,8 triliun.

Sementara itu, Pelaksana tugas SKK Migas, Johanes Widjonarko memaparkan, produksi migas yang ditargetkan dalam APBN 2015 mencapai 900 ribu barel per hari (bph), sehingga SKK Migas akan melakukan perencanaan strategis.

Menurutnya, terkait dengan penetapan target atau penugasan yang ditetapkan DPR kini SKK Migas tengah melakukan pembahasan dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). "Kita juga secara internal menugaskan mitigasi-mitigasi," papar Widjonarko.

Menurutnya, usulan produksi minyak bumi awalnya 845 ribu bph, namun Komisi VII DPR telah mematok target 900 ribu bph. Dengan begitu, sehingga harus ada upaya mitigasi untuk mengejar tambahan 55 ribu bph.

Untuk proyek hulu migas yang diharapkan bisa ditarik ke depan. "Yaitu, diharapkan on stream kuartal pertama 2016 kita tarik secepatnya on stream akhir 2015. Itu yang utama karena itu yang bisa menunjukkan produksi bisa mencapai atau tidak," paparnya.

Untuk kegiatan lain yang rutin akan dilakukan lebih mendalam. Pasalnya, lapangan minyak bumi yang ada cukup tua, kecuali Cepu dan Bukit Tua yang dioperasikan Petronas. 

"Bukit Tua diharapkan mencapai puncak produksi pada 2016 sebesar 20 ribu bph dan diharapkan mulai produksi Maret 2015," terangnya. Ia berharap, puncak produksi lapangan Bukit Tua juga bisa dimajukan. Selain itu, upaya pemboran pengembangan juga akan ditambah.

Dengan begitu, lanjutnya, akan ada trend kenaikan investasi. Menurutnya, trend kenaikan investasi SKK Migas dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. 

"Pada tahun 2012, SKK Migas mencatat investasi sebesar 17,8 miliar dollar AS. Ppada tahun 2013 investasi meningkat menjadi 21,9 miliar dollar AS. Direncanakan hingga akhir 2014 ini, investasi SKK Migas mencapai 25,6 miliar dollar AS," paparnya.(ris)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login