IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Antisipasi Kerugian, Standardisasi Material Industri Migas Terus Meningkat

Antisipasi Kerugian, Standardisasi Material Industri Migas Terus Meningkat

Written By Indopetro portal on Wednesday, 3 September 2014 | 10:04

indoPetroNews.com - Guna menekan dan mencegah kerugian akibat korosi (karat), standardisasi alat-alat produksi khususnya untuk industri minyak dan gas bumi (migas) terus ditingkatkan.

"Standardisasi untuk industri migas terus berevolusi dari tahun ke tahun. Apalagi sebagian besar alat produksi migas di kita dibangun pada 1970-1980an, sehingga saat dibangun tentu standar berbeda dengan sekarang," ungkap Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Gde Pradnyana di sela-sela pembukaan Konferensi "National Association of Corotion Engineer" (NACE) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Selasa, (2/9).

Ia mengatakan, terjadinya korosi akan merugikan suatu perusahaan. Bahkan, total kerugian akibat korosi biasa melampaui biaya untuk perbaikan.

Untuk itu, ungkap Gde, pihaknya mengantisipasi hal itu dengan memilih material dan desain yang tepat mengingat industri migas sebagian besar untuk kilang dibangun pada tahun 1970-1980-an.

Ia mengakui, untuk proteksi korosi belum terlalu signifikan, namun pihaknya berupaya dari waktu ke waktu untuk meningkatkan standar nasional Indonesia yang bersifat wajib ke depan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian RI, Harjanto menyatakan, standarisasi untuk menghindari kerugian akibat korosi itu diperlukan. Soalnya, korosi merupakan hal menakutkan bagi perusahaan khususnya yang bergerak di bidang migas.

Dia menyebutkan perusahaan mengalami kerugian yang besar akibat korosi.

Ia mencontohkan, di Amerika Serikat berdasarkan survei 2002, perusahaan migas di negara tersebut mengalami kerugian per tahun mencapai 276 miliar dolar AS akibat korosi.

Meski demikian, Ia belum bisa menyebutkan berapa total kerugian yang dialami perusahaan di Indonesia akibat korosi.

Menurutnya, saat ini belum ada catatan resmi kerugian pada pada perusahaan migas akibat korosi . "Tetapi angkanya rata-rata bisa mencapai 2-5 persen dari produk domestik bruto suatu negara mengalami kerugian," paparnya.(*/ris)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login