IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Cadangan Migas Menurun, Eksplorasi Banyak Kendala

Cadangan Migas Menurun, Eksplorasi Banyak Kendala

Written By Indopetro portal on Friday, 26 September 2014 | 14:22

indoPetroNews.com - Kegiatan pencarian minyak dan gas bumi (migas) kerap menghadapi kendala. Seperti kegiatan eksplorasi yang dilakukan PT AWE Limited di perairan Sepulu, Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Upaya pencarian sumber migas itu mendapat penolakan dari Serikat Nelayan Bangkalan Utara (SNBU). Bahkan, puluhan massa yang tergabung dalam SNBU menggelar aksi unjuk rasa penolakan kegiatan PT AWE Limited di kantor SKK Migas, Surabaya. Jawa Timur.

Massa yang mengusung berbagai poster yang diantaranya bertuliskan 'Stop Seismic', 'Kembalikan hak-hak nelayan', 'Cabut izin seismic PT AWE Limited', dan lainnya itu menuntut SKK Migas menghentikan kegiatan seismic eksplorasi migas yang dilakukan PT AWE Limited.

Mohammad Tofan, Koordinator Aksi menyatakan, eksplorasi migas dalam seminggu terakhir ini sudah meresahkan nelayan. Aktivitas melaut pun terpaksa berhenti karena ada seismic yang dilakukan tanpa memenuhi prosedur standar eksplorasi, "padahal inventaris yang dilakukan di lapangan, PT AWE Limited tidak pernah mengadakan seperti sosialisasi rencana kegiatan terkait dengan nama kegiatan, lokasi kegiatan, jangka waktu kegiatan," ujar Tofan, (25/9).

Menurutnya, nelayan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Sebab, rumpon ikan dan bubu kepiting yang sudah lama dipasang para nelayan mengalami pembongkaran paksa.
Sekarang ini, lanjutnya, musim panen. "Namun ketika rumpon dibongkar, nelayan tidak bisa memanennya dan mengalami kerugian hingga Rp 50 juta lebih," terangnya.

Selain itu, terjadi pengusiran para nelayan ketika mau melaut padahal lokasi tersebut adalah tempat biasa mereka mencari ikan. Pelarangan melaut ini dilakukan secara sepihak selama satu bulan mulai 15 September 2014 oleh PT AWE Limited tanpa melakukan ganti rugi terhadap para nelayan yang terdampak langsung kegiatan seismic.

Sementara itu, sebelumnya Sekretaris SKK Migas, Gde Pradnyana, dalam sebuah acara diskusi di Jakarta ((24/9) memaparkan,  eksplorasi migas sangat penting bagi penambahan cadangan karena cadangan minyak di Indonesia tersisa 3,6 miliar barel. Sehingga, untuk menambah cadangan harus dilakukan pengeboran sumur.

Menurutnya, dari sisi volume Indonesia terbentur cadangan, maka perlu kampanye dimana mana supaya kegiatan eksplorasi ini bisa gencar. "Tujuannya menambah cadangan migas," terang Gde.

Ia mengakui, kegiatan eksplorasi saat ini banyak mengalami kendala. Ia mengungkapkan tiga kendala kegiatan eksplorasi yakni perpajakan, perizinan, dan kepastian hukum.

Banyaknya berbagai perizinan menjadi halangan bagi para perusahaan migas, sehingga membuat proyek pengeboran terus tertunda karena harus memenuhi semua perizinan terutama dari Pemerintah Daerah dan lokasi ekspolrasi.(ris)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login