IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Jokowi Perangi Mafia Migas untuk Buka Pintu Masuknya Kembali Ari Sumarno dan Raden Priyono?

Jokowi Perangi Mafia Migas untuk Buka Pintu Masuknya Kembali Ari Sumarno dan Raden Priyono?

Written By Indopetro portal on Friday, 5 September 2014 | 22:52

indoPetroNews.com - Kalau Jokowi-JK di muktamar PKB minggu lalu menebar isu berantas dan perangi Mafia Migas, sebaiknya presiden terpilih ini menganut azas Jangan Sekali-sekali melupakan sejarah(JAS MERAH). Bahwa terlepas di barisan pemerintahan SBY pun terdapat Mafia Migas, beberapa aktor Mafia Migas pun bercokol di PDIP.

Untuk menelisik hal ini, baiknya kita mulai dengan dicopotnya Ari Sumarno dari jabatannya sebagai Direktur Utama Pertamina pada 2009 di masa pemerintahan SBY. Penyebabnya karena terlibat permainan impor minyak Zatapi.

Begitu Karen Agustiawan ditunjuk menggantikan Ari Soemarno, maka jaringan Mafia Migas yang ada tali-temali dengan PDIP mulai terungkap. Korban terbesar pembersihan Mafia Migas oleh Karen Agustiawan adalah kelompok mafia migas Ari Soemarno yang didukung oleh jaringan politisi PDIP Effendi. Sosok politisi PDIP yang kala itu sering mencuat di media massa adalah, Effendi Simbolon. Menyusul terbongkarnya kasus suap ketua SKK Migas Rudi Rubiandini.

Bukan itu saja. Jaringan BP Migas pimpinan Raden Prijono pun mulai terbongkar menyusul terungkapnya asus penyuapan Kernel Oil dan Parna Raya. Kongsi gelap Ari Soemarno dengan Raden Prijono di dunia perminyakan di babat habis. Meskipun dengan itu, kemudian muncul aktor-aktor baru Mafia Migas mengambil-alih peran Ari Sumarno, Raden Priyono dan the PDIP Connection.

Ari Soemarno ketika menjabat Direktur Utama Pertamina melakukan skandal impor minyak Zatapi yang merugikan negara Rp 500 miliar. Minyak Zatapi adalah skandal minyak oplosan dari Sudan dan Australia.

Impor pembelian minyak Zatapi dipelopori oleh Ari Soemarno yang saat itu menjabat Direktur Utama Pertamina. Sebelum Ari Soemarno, impor minyak RI banyak mengambil tipe minyak Azeri. Impor minyak Zatapi dilakukan melalui Gold Manor, perusahaan yang ditunjuk oleh Ari Soemarno.
Bermula ketika digelar rapat kerja antara DPR Komisi VII dengan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, 18 Febaruari 2008, para anggota Dewan mempertanyakan impor minya Zatapi sebanyak 6 ribu barrel yang dilakukan Pertamina pada 2007.

Bahkan lebih mendalam lagi, para anggota Dewan Komisi VII mempertanyakan racikan olahan, Gold Minor International Ltd, karena jenis ini belum dikenal di pasar. Bahkan pertanyaan kemudian merembet kepada harga, prosedur hingga bagaimana keputusan pemenang tender ditetapkan.
Singkat cerita, DPR mencurigai adanya sesuatu yang tidak beres dalam pengadaan minyak Zatapi. Melalui desakan Pansus hak angket BBM, DPR meminta Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya, BPK menyebutkan telah terjadi potensi kerugian negara sebesar RP 427 miliar akibat impor minyak Zatapi.

Ketika ditindaklanjuti ke pihak Mabes Polri, memang telah menetapkan 4 tersangka, namun sayangnya Ari Soemarno selaku Dirut Pertamina tetap tidak tersentuh hukum.

Sekadar info, Ari Soemarno merupakan kakak dari Rini Mariani Sumarno, mantan Menteri Perdagangan di era pemerintahan Megawati. Keluarga Soemarno memang memiliki posisi khusus di sisi Megawati, karena memegang peranan penting pada dunia migas PDIP.

Berawal dari jabatannya sebagai Direktur Utama Petral, Ari Soemarno lalu membangun gerbong minyaknya sendiri. Dari hasil membangun jejaring Mafia Migas ini, Ari Soemarno lalu diangkat menjadi Direktur Utama Pertamina pada 2006 – 2009. Gerbong minyak Ari Soemarno, salah satunya bersama politisi PDIP Effendi Simbolon yang saat ini menjadi Timses Jokowi – JK. Gerbong Ari Soemarno juga bekerja sama dengan BP Migas di bawah Raden Prijono.

Effendi Simbolon bersama kerabatnya, Artha Meris Simbolon mendirikan PT Parna Raya sebagai trader dan importir migas. Kalau masih ingat, Parna Raya adalah salah perusahaan yang terlibat kasus suap SKK Migas. Parna Raya bekerja sama dengan Kernel Oil yang dimiliki oleh gerbong Raden Prijono, mantan kepala BP Migas (kini SKK Migas)

Selama menjabat Kepala BP Migas, permainan mafia minyak Raden Prijono banyak dilakukan melalui Kernel Oil dan Parna Raya. Raden Prijono dan Johanes Chandra Ekajaya kuasai saham Kernel Oil yang menjadi mitra impor minyak Petral. Effendi Simbolon dan Artha Meris Simbolon kuasai saham Parna Raya yang menjadi mitra Pertamina di bawah Ari Soemarno.

Alur konspirasi Mafia Migas Ari Sumarno Cs kira-kira begini:

Kernel Oil : dikuasai Raden Prijono dan Johanes Chandra Ekajaya melalui Widodo Ranata Chaitong.

Parna Raya : dikuasai oleh Effendi Simbolon dan Artha Meris Simbolon.

Petral : Ari Soemarno menunjuk Kernel Oil jadi mitra Petral.

Pertamina : Ari Soemarno menunjuk Parna Raya menjadi mitra Pertamina

Kernel Oil dan Parna Raya menjadi mitra kerjasama Pertamina dan Petral.

Sadar permainannya sedang dibabat habis, kelompok Ari Soemarno dan Raden Prijono pun menggalang isu Mafia Migas. Berhubung basis kekuatan politik Ari Soemarno ada di PDIP, maka wajar isu Mafia Migas kini digerakkan oleh Jokowi – JK. Buat saya ini kok lebih kelihatan seperti Mafia teriak Mafia? Karena sejatinya, praktik Mafia Migas di Pertamina justru dilakukan pada era dinasti Ari Soemarno yang dibacking politisi PDIP Effendi Simbolon.
*)Penulis: Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login