IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Kilang Minyak, Rencana Pembangunan yang Kian Tak Menentu

Kilang Minyak, Rencana Pembangunan yang Kian Tak Menentu

Written By Indopetro portal on Monday, 22 September 2014 | 13:50

indoPetroNews.com - Kelanjutan rencana pembangunan kilang minyak di Tanah Air kembali tak menentu. Kendati sempat ada dua perusahaan migas asing yang berniat membangun kilang di Indonesia, yakni Kuwait Petroleum Company dan Saudy Aramco Asia Company Ltd.

Dua perusahaan asing tersebut sudah menjajaki pembangunan kilang minyak hingga rencana akan mengandeng PT Pertamina (Persero). Hanya saja, setelah tak menemukan kemajuan rencana tersebut sepertinya batal terlaksana.

Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat mengakui, membangun kilang minyak juga sebenarnya tidak mudah. Sebab, untuk membangun kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari dibutuhkan dana investasi mencapai US$ 9 miliar. Selain itu, investor juga harus mampu menyuplai minyak mentah selama 30 tahun.

Hidayat mengakui, dengan begitu pihaknya menilai proyek pembangunan kilang minyak tidak perlu menggunakan skema tender, namun lebih baik menggelar beauty contest. Selain itu, pemerintah harus siap memberikan insentif khusus agar lebih menarik.

"Suatu kewajaran tatkala investor kilang meminta kelonggaran perpajakan lebih banyak, dibandingkan dengan proyek lain," paparnya kepada wartawan, (19/9). Ia menambahkan, untuk kilang berkapasitas 300.000 barel per hari dibutuhkan pasokan minyak mentah dalam jumlah yang sama.

Mantan ketua Kadin ini mengakui, kehadiran kilang minyak di Tanah Air memang dibutuhkan. Soalnya, hal itu akan mendorong pertumbuhan bisnis bagi industri hilir. Selain itu juga akan meningkatkan lifting minyak di dalam negeri.

"Kehadiran dua kilang minyak dengan kapasitas masing-masing 300.000 barel per hari bisa menggenjot lifting hingga 1 juta barel. Kemudian efek ke industri turunan akan menghasilkan nilai tambah," ucap Hidayat.

Sementara itu, rencana pembangunan kilang minyak dengan mekanisme Kerja sama Pemerintah Swasta (KPS) hingga kini masih tetap berjalan. Hanya saja pembahasannya masih berkutat dengan persoalan market consultation terkait spesifikasi pembangunan kilang. Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo menyatakan, pembahasan market consultation pembangunan kilang mengalami keterlambatan.

Menurtunya, sejumlah Term Of Reference (TOR) yang berkaitan dengan spesifikasi kilang masih digodok. "Ia ada keterlambatan dalam rencana market consultation. Lagi dibikin TOR-nya. Jadi memang ada perubahan dari sisi TOR," ungkap Susilo kepada wartawan, (19/9).

Menurutnya, dari upaya perubahan TOR belum ada pembahasan ulang lantaran menunggu waktu yang pas untuk bertemu dengan Kementerian terkait. "Dari pertemuan ini diharapkan, upaya TOR dari spesifikasi pembangunan kilang bisa diselesaikan secepatnya. Masih nunggu pertemuan kedua. Share visit yang belum," katanya.

Dalam pembahasan ini, lanjut Susilo, pihaknya masih menunggu kehadiran Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Saat ini pejabat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut sedang bertolak ke luar negeri.

Menurutnya, untuk spesifikasi teknis yang disusun Kementerian ESDM antara jenis minyak yang akan digunakan disesuaikan dengan kebutuhan BBM di dalam negeri. "Itu dilakukan guna mengoptimalkan fungsi kilang dan menyesuaikan dengan keekonomian pembangunan," terangnya.(ris)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login