IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Menteri Kena Kasus Hukum, Sejumlah Proyek Hulu Migas Tersendat

Menteri Kena Kasus Hukum, Sejumlah Proyek Hulu Migas Tersendat

Written By Indopetro portal on Tuesday, 16 September 2014 | 18:21

indoPetroNews.com - Chairul Tandjung secara resmi telah menjabat Menteri sementara (ad interim) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak (9/11) lalu. Hal itu seiring turunnya Keputusan Presiden (Keppres) No. 7/2014 yang ditetapkan dan ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta.

Pria yang akrab disapa CT ini menggantikan Jero Wacik yang mengundurkan diri pasca ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Kamis (11/9), CT pun memimpin langsung rapat pimpinan (Rapim) di Kementerian ESDM.

"Hal yang pertama tentu saya memperkenalkan diri ke seluruh pejabat Kementerian ESDM. Semua pejabat juga diperkenalkan oleh pak Wamen (Wakil Menteri) ke saya,” ucap CT seusai Rapim di gedung Kementerian ESDM.

Ia mengakui, kewenangannya tak ada bedanya dengan Menteri ESDM. Dirinya bisa mengambil tindakan dan keputusan terkait kebijakan dan penyelesaian di tubuh Kementerian ESDM. “Soal kewenangan tak ada bedanya. Kewenangan seorang menteri dengan saya sama saja. Saya berhak menandatangani apa pun,” ungkap CT.

Saat ini ternyata ada proyek minyak dan gas (migas) skala besar yang terbengkalai. Padahal proyek itu mestinya diputuskan pada periode kepemimpinan Jero Wacik untuk menambah produksi migas di Indonesia. Seperti proyek migas Indonesia Deepwater Development (IDD) Chevron di Selat Makasar.

Kepala Bagian Humas SKK Migas, Handoyo Budi Santoso kepada wartawan menjelaskan, perpanjangan kontrak proyek IDD sepenuhnya diputuskan oleh Kementerian ESDM. Tak hanya IDD Chevron, lanjutnya, proyek migas yang menunggu kelanjutan adalah pembangunan Kilang Tangguh Train III yang dioperatori BP. "Proyek tersebut juga masih menunggu keputusan Kementerian ESDM," terangnya.

Ia mengakui, proyek itu masih dalam kajian mulai dari pendanaan, trustee borrowing scheme (TBS). "Tapi kalau pendanaan terganjal KPK, saya sendiri tak mau komentar," terangnya.

Selain itu, ada juga proyek Blok East Natuna yang masih tertunda. Menurutnya, saat ini SKK Migas dan operator konsorsium pengelola, yakni Pertamina, ExxonMobil, PTT EP Thailand, dan Total E&P Activities Petrolieres masih harus menunggu keputusan bagi hasil gas.

Untuk itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Koordinator Perekonomian, serta Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) tengah menggodok hitungan bagi hasil yakni 55% untuk negara dan 45% konsorsium.

Sementara itu, Aussie B Gautama, Deputi Pengendalian dan Perencanaan SKK Migas menerangkan, ada beberapa proyek lain yang harus segera diputuskan adalah permohonan perpanjangan kontrak blok migas.

"Terutama soal Blok Mahakam yang pengelolaannya berakhir tahun 2017 oleh Total EP Indonesie. Tapi hingga saat ini permohonan perpanjangan kontrak Blok Mahakam belum ditanggapi," terangnya.

Menurutnya, keputusan lanjut tidaknya kontrak akan menjadi landasan bagi Total EP untuk menambah besaran investasi di Blok Mahakam. Ia mengakui, SKK Migas sudah memberikan rekomendasi berupa pertimbangan teknis mengenai cadangan dan keekonomian. Bahkan, SKK Migas juga telah mengirimkan rekomendasi ke ESDM sejak 2012 silam soal kelanjutan operasi di Blok Mahakam. "Apabila pengelolaan blok diserahkan ke perusahaan pelat merah, tentu perlu waktu adaptasi untuk menjadi kinerja lifting migas, sehingga kepastian harus disegerakan," paparnya.

Menurutnya, SKK Migas melihat Blok Mahakam masih signifikan untuk terus dikembangkan mengingat produksinya cukup besar, yakni 1.750 million metric standard cubic feet per day (mmscfd) dan kondesat 70.000 hingga 76.000 barel per hari (bph).(ris)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login