IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Setelah Sukses Kelola Blok-blok Off-shore Pertamina Makin Yakin Kelola Blok Mahakam

Setelah Sukses Kelola Blok-blok Off-shore Pertamina Makin Yakin Kelola Blok Mahakam

Written By Indopetro portal on Monday, 29 September 2014 | 15:34

indoPetroNews.com-Kontrak pengelolaan Blok Mahakam oleh Total E&P bakal selesai pada 2017. Untuk kelanjutan pengelolaannya, pemerintah didorong agar menyerahkannya kepada Pertamina.

Pengamat Energi, Marwan Batubara kepada wartawan di Jakarta, (28/9) mengungkapkan, kemampuan PT Pertamina akan sanggup mengelola cadangan migas yang terkandung di kawasan Blok Mahakam, Kalimantan Timur. "Pertamina sudah membuktikan kemampuannya mengelola migas lepas pantai di West Madura Off-shore (WMO) dan Off-shore North West Java (ONWJ) dengan kenaikan produksi lebih dari 200%," ungkap Marwan.

Hal senada disampaikan Ignatius Tenny Wibowo, Presiden Direktur PT. Pertamina Hulu Energi (PHE), kepada indoPetroNews, saat penyerahan Pengelolaan Struktur Badik dan West Badik Blok Nunukan ke Fungsi Pengembangan PT PHE di Jakarta, ((22/9). Menurut Tenny, dengan keberhasilan pengelolaan Blok ONWJ, WMO, dan Nunukan, semakin meyakinkan Pertamina bahwa pemerintah tidak perlu lagi ragu-ragu menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam kepada Pertamina. "Kami sudah sangat siap," kata Tenny meyakinkan.

Ia mengatakan, kinerja pemboran pada ketiga sumur eksplorasi di Blok Nunukan merupakan salah satu yang terbaik di lingkungan Pertamina Hulu. “Target subsurface tercapai dengan baik dan OTOBOS (on time on budget on schedule,-red) dengan realisasi budget sekitar 95%-98% dari (authorization for expenditure /AFE) yang disetujui,” terangnya.

Dengan kinerja tersebut, lanjutnya, PHE Nunukan Company juga berhasil merebut penghargaan Hijau yang diberikan SKK Migas. “Kalau pada tahun 2013, Blok Nunukan telah memenuhi semua komitmen pasti eksplorasi, termasuk komitmen selama perpanjangan jangka waktu eksplorasi,” jelasnya kepada indoPetro ketika itu.

Sementara itu Marwan melanjutkan, sejak tahun 2008 lalu, Pertamina sudah lima kali meminta agar pengelolaan Blok Mahakam diserahkan kepada perusahaan plat merah ini. Pertamina pun disebutkan pernah menawar saham Total & Inpex sebesar 15% hingga 20% secara business to business pada 2010 agar dapat mengelola Mahakam secara bersama sejak dini.

Menurutnya, Cadangan migas di Blok Mahakam masih sangat besar, sehingga jangan sampai diserahkan begitu saja kepada asing. Apabila cadangan terbukti minyak dan gas yang tersisa pada 2017 masing-masing 2 TCF dan 100 juta barel, maka nilai pendapatan kotor yang dapat diperoleh berdasarkan harga minyak dunia yang ditaksir mencapai US$ 100 per barel dan gas US$12 per MMBtu. Itu mendatangkan potensi pendapatan negara hingga tahun 2017 mencapai US$34 miliar.

Ia mengatakan, cadangan migas 2P dan 3P juga diperhitungkan, sehingga diperkirakan cadangan minyak dan gas dapat mencapai 140 juta barel dan 6-8 TCF, sehingga nilai pendapatan kotornya adalah US$ 98 miliar.

Ia menilai, jika diasumsikan besarnya cost recovery sebesar 35% dan split minyak dan gas masing-masing 85%:15% dan 70%:30%, maka potensi keuntungan yang diperoleh Pertamina jika mengelola Mahakam adalah US$17,78 miliar atau sekitar Rp200 triliun dengan taksiran kurs Rp12.000 per US$.(*/ris)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login