IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Tak Sekadar Naikkan BBM, Jokowi Diminta Buatkan Peta Pemangkasan Subsidi

Tak Sekadar Naikkan BBM, Jokowi Diminta Buatkan Peta Pemangkasan Subsidi

Written By Indopetro portal on Tuesday, 23 September 2014 | 11:29

indoPetroNews.com - Pengalihan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) ke sektor lain sudah di depan mata. Saat ini Pemerintahan sudah mengalokasikan anggaran kompensasi untuk rakyat miskin sebesar Rp 5 triliun, apabila harga BBM subsidi naik.

"Iya ada, dana kompensasi di APBN Perubahan 2014 sebesar Rp 5 triliun. Ada wacana kenaikan harga BBM di November, kalau dinaikkan kan harus ada dana kompensasi untuk November dan Desember," ungkap Menteri Keuangan (Menkeu), Chatib Basri kepada wartawan di Jakarta, Senin malam (22/9).

Chatib menjelaskan, anggaran kompensasi itu bisa dicairkan tanpa harus meminta persetujuan DPR. Soalnya, anggaran itu sudah tertera pada APBN Perubahan 2014. "Sehingga, saat kebijakan kenaikan harga BBM direalisasikan, maka kompensasi juga bisa dicairkan," terangnya.

Saat pemerintah memputuskan menaikkan harga BBM dalam waktu dekat, lanjutnya, pemerintah sudah tidak perlu ke DPR lagi untuk meminta persetujuan mencairkan dana kompensasi itu.
Selain itu, anggaran kompensasi akan disiapkan juga untuk tahun 2015. Dalam Rancangan APBN 2015 yang tengah dibahas pemerintah sudah mengajukan pagu khusus kompensasi atas kenaikan harga BBM sebesar Rp 5 triliun.

Sementara itu, Pemerintah baru Jokowi-JK diminta bisa membuat peta jalan pemangkasan subsidi bbm. Pengamat perpajakan yang juga Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo menyatakan, pemerintah Jokowi-JK memang perlu menyusun roadmap pemangkasan subsidi BBM itu demi penguatan APBN dan meminimalkan gejolak di kalangan industri.

Dunia usaha membutuhkan kepastian untuk melakukan estimasi terhadap kelangsungan usahanya. "Kalau ada roadmap yang jelas, misal dinaikkan harga BBM secara periodik, dua kali setahun selama 5 tahun sampai subsidi jadi nol. Pengusaha akan bisa melakukan estimasi tambahan cost," paparnya.

Menurutnya, ke depan alokasi subsidi BBM bisa diarahkan untuk pengamanan layanan dasar, pembangunan infrastruktur dan pembiayaan sektor produktif seperti pertanian dan manufaktur.
Sebelumnya, Presiden terpilih, Joko Widodo mengatakan kebijakan kenaikan BBM subsidi itu harus dilakukannya, namun tidak serta merta merugikan rakyat. Sebab, ada opsi-opsi lain yang masih dikalkulasi.

"Enggak mau bicara sekarang, yang jelas ada opsi-opsi atau pilihan-pilihan yang harus Kita kalkulasi, atau kita hitung. Jadi buat saya, misalnya itu kita putuskan tidak populer itu risiko," ungkap Jokowi.

Menurutnya, kenaikan BBM alasannya untuk menekan difisit anggaran negara tahun 2015. "Kan bolak-balik saya sampaikan, bahwa itu untuk menekan defisit negara di 2015, itu memang jalan satu-satunya di situ," papar Jokowi diplomatis.

Dengan begitu, Jokowi mengajak kepada masyarakat untuk mengerti, apabila pemerintannya harus menaikan BBM subsidi. Menurunya, apabila tidak dinaikan BBM maka imbasnya yakni cashflow anggaran negara akan terganggu. "Harus ngerti dong, subsidi BBM gede banget lho," terang Jokowi.(ris)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login