IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Temukan Migas, PHE Nunukan Siap Kembangkan Badik dan West Badik

Temukan Migas, PHE Nunukan Siap Kembangkan Badik dan West Badik

Written By Indopetro portal on Monday, 22 September 2014 | 15:50

indoPetroNews.com – Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHENC) kembali menunjukan kinerja yang menggembirakan. Sejak bertindak sebagai operator di Blok Nunukan per 15 Februari 2013 lalu, PHENC berhasil melakukan pemboran 2 sumur appraisal Badik-2 (2013) dan Badik-3 (2014) serta 1 sumur eksplorasi West Badik-1 (2014).
 
Demikian dikatakan Ignatius Tenny Wibowo, Presiden Direktur PHE di acara Serah Terima Pengelolaan Struktur Badik dan West Badik Blok Nunukan ke Fungsi Pengembangan PT PHE, Senin (22/9) di Hotel Darmawangsa Jakarta. Ia mengatakan, saat ini ketiga sumur tersebut berhasil membuktikan keberadaan hidrokarbon. “Hasil data uji kandung menunjukan ada aliran minyak dan gas ke permukaan yang signifikan,” paparnya.

Dari pemboran pada struktur Badik dan West Badik, lanjutnya, PHENC menilai kedua struktur tersebut layak untuk dikembangkan. Soalnya, dapat disimpulkan ada 21 lapisan reservoar Pliosen dengan total net pay 585 feet dan cadangan di tempat (in-place) untuk kedua struktur mencapai 397 BCFG dan 49MMBO.

Saat ini PHENC tengah melakukan studi yang lebih detail. Selain itu, berharap dalam waktu dekat dapat mengajukan dokumen rencana pengembangan (Plan Of Development/POD,-red) kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). “Paling lambat bisa kami ajukan Oktober,” kata Tenny kepada indoPetroNews di sela-sela makan siang.

PHENC sendiri menurut dia, telah merencanakan pengembangan yang terintegrasi terhadap Badik dan West Badik tersebut. Antara lain, skenario pengembangan berupa 7 sumur produksi di struktur Badik dengan 2 platform di area Utara dan Selatan. Sedangkan pada struktur West Badik akan dibangun 1 platfrom dengan 3 sumur produksi. Perkiraan produksi gas dapat mencapai 90 MMSCFD yang akan dialirkan ke Kilang Metanol Bunyu (KMB) dan mini LNG yang siap dibangun oleh PT Pertamina (Persero). “Produksi minyak akan dialirkan ke Terminal Pertamina EP Bunyu,” terangnya.

Ia mengatakan, kinerja pemboran pada ketiga sumur eksplorasi di PHENC merupakan salah satu yang terbaik di lingkungan Pertamina Hulu. “Target subsurface tercapai dengan baik dan OTOBOS (on time on budget on schedule,-red) dengan realisasi budget sekitar 95%-98% dari (authorization for expenditure /AFE) yang disetujui,” terangnya.

Dengan kinerja tersebut, lanjutnya, PHECN juga berhasil merebut penghargaan Hijau yang diberikan SKK Migas. “Kalau pada tahun 2013, Blok Nunukan telah memenuhi semua komitmen pasti eksplorasi, termasuk komitmen selama perpanjangan jangka waktu eksplorasi,” jelasnya.

Selain itu, pada saat pemboran berlangsung PHENC berhasil mendapatkan penghargaan dari Badan SAR Kalimantan Utara atas bantuan dalam penanganan musibah jatuhnya helicopter MI 17 milik TNI AD di Long Bulan, Kabupaten Malinau, (9/11/2013).

Ia juga menjelaskan, banyak hal yang bisa ditunjukan PHE dalam pengelolaan eksplorasi dan persiapan pengembangan Blok Nunukan, diantaranya keberhasilan fungsi eksplorasi mengkorversi blok eksplorasi ke pengembangan, sehingga dapat memberikan kontribusi revenue ke PHE dan Pertamina secara korporasi.

“Kemudian, keberhasilan PHE dalam melakukan eksekusi kegiatan operasi di Offshore selain ONWJ dan WMO, dimana operasi dapat berlangsung dengan aman, tepat waktu dengan biaya efisien,” paparnya. Ada juga keberhasilan Pertamina membuktikan potensi hidrokarbon di area dekat perbatasan, sehingga dapat menjadi acuan Pemerintah Indonesia untuk menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI di area tersebut.

Tak hanya itu, kegiatan eksplorasi di sektor hulu ini juga memberikan dampak pada keberhasilan bisnis Pertamina di sektor hilir dengan mereaktivasi Kilang Methanol Bunyu (KMB) dan pembangunan Mini LNG di Pulau Bunyu. “Dan, Keberhasilan eksplorasi ini akan memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemerintah daerah setempat,” terangnya.

Ia mengakui, atas pencapaian yang telah diraih manajemen juga memberikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran PHENC dan fungsi eksplorasi.

Blok Nunukan secara administratif berada di lepas Pantai Provinsi Kalimantan Utara. Pada 12 Desember 2004 dilakukan penandatangan Blok Nunukan antara Medco E&P Nunukan dan BP Migas, meliputi area seluas 4917 km dengan ke dalaman air laut hingga 1200 kaki. Wilayah kerja saat ini seluas 2212 km setelah melakukan penyisihan wilayah kerja tahap pertama dan tahap kedua.

Kepemilikan saham di blok Nunukan mengalami beberapa kali peruabahan. Pada tahun 2007, BPMigas menyetujui pengalihan 60% saham Medco ke Anadarko yang kemudian bertindak sebagai operator. Pada tanggal 4 Sepetmeber 2009, Anadarko melepas 25% sahamnya, kepada dua investor dari India yaitu Videocon dan Bharat Petroleum masing-masing 12,5%.

Pada tahun 2010, Anadarko melakukan pemboran sumur eksplorasi Badik-1 dan berhasil menemukan minyak dan gas yang dikonfirmasi dari data MDT. Pada tanggal 30 September 2012, PT Pertamina menandatangani MoU dan mengambil alih 35% saham Anadarko beserta operatorship. Kemudian pengelolaan diserahkan kepada Pertamina Hulu Energi Nunukan Company (PHE).(ris)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login