IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Dihukum 4 Tahun, Dua Petinggi Chevron Dukung Karyawannya Ajukan PK

Dihukum 4 Tahun, Dua Petinggi Chevron Dukung Karyawannya Ajukan PK

Written By Indopetro portal on Wednesday, 22 October 2014 | 19:28

indoPetroNews.com – Vonis hukum di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA) yang dijatuhkan terhadap karyawan Chevron Pacifik Indonesia (CPI), Bachtiar Abdul Fatah mengundang reaksi dua petinggi perusahaan asal Amerika  Serikat itu.

Dalam sebuah pesan tertulis yang disampaikan ke sejumlah media, Rabu (22/10), President Director CPI Albert Simanjuntak dan Managing Director Chevron Indonesia Chuck Taylor mengatakan, kendati menghargai lembaga peradilan Indonesia, namun menyatakan sangat kecewa dengan putusan yang menjatuhkan hukuman karyawannya dengan 4 (empat) tahun penjara dan denda sebesar 200 juta rupiah. “Hati dan pikiran kami bagi Bachtiar dan keluarganya yang sedang mengalami masa sulit ini,” kata mereka.

“Kami tetap yakin bahwa tidak ada bukti yang kredibel soal korupsi, tindakan kriminal ataupun keuntungan pribadi yang dilakukan oleh Bachtiar dan karyawan-karyawan CPI dalam proyek bioremediasi ini. Chevron telah menanggung semua biaya proyek ini dan tidak ada penggantian dari pemerintah Indonesia. Jadi, tidak ada kerugian negara yang terkait proyek ini yang menjadi alasan tuduhan adanya kerugian negara.” Kata dua petingggi itu.

Keduanya mengatakan, Bachtiar sangat kompeten serta berpengalaman dan dia melakukan tugasnya secara baik dan benar guna membantu kepatuhan perusahaan terhadap peraturan lingkungan. Proyek bioremediasi menurut mereka, telah dijalankan dengan menggunakan teknologi yang telah dipakai secara luas di industri dan telah disetujui dan diawasi oleh pihak pemerintah yang berwenang.”

“Kami akan terus mendukung upaya Bachtiar untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah dan memastikan hak hukum dan asasinya dilindungi.” Tegas mereka.

Sebelumnya, Bachtiar  dintakan bersalah oleh pengadilan lantaran dianggap terlibat  dalam kasus proyek bioremediasi atau pemulihan lingkungan dari kondisi tanah yang terkena limbah akibat eksplorasi minyak yang dilakukan perusahaan migas asal Amerika Serikat (AS) itu.  Akibat tindakan Bachtiar dan kawan-kawan,  dinilai telah merugikan negara hingga mencapai  USD23,361 juta atau setara dengan Rp200 miliar.

Selain Bachtiar, tiga  nama lain yang turut terlibat dalam kasus ini, di antaranya Manajer Sumatera Light North (SLN) dan Sumatera Light South (SLS), Endah Rumbiyanti, Team Leader SLN Kabupaten Duri Propinsi Riau, Widodo dan Team Leader SLS Migas, Kukuh. Sedangkan General Manager (GM) PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Alexiat Tirtawidjaja sejak ditetapkan sebagai tersangka hingga kini belum  sempat diperiksa karena sedang berada di Amerika. UG
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login