IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Presiden SBY Resmikan Fasilitas Produksi Lapangan Banyu Urip

Presiden SBY Resmikan Fasilitas Produksi Lapangan Banyu Urip

Written By Indopetro portal on Wednesday, 8 October 2014 | 00:17

Surabaya, indoPetroNews.com – Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan Fasilitas Produksi Lapangan Banyu Urip, yang dioperatori Mobile Cepu Limited (MCL) di Surabaya, Selasa (7/10). Hadir bersama presiden dalam acara penandatanganan prasasti proyek migas tersebut di antaranya; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Bupati Bojonegoro, H. Suyoto, Plt. Kepala SKK Migas, J. Widjonarko, Presiden MCL, Jon M. Gibbs, Komisaris Utama PT. Pertamina, Sugiharto, Direktur Utama PT. Pertamina EP Cepu, Amril T. Mandailing, dan Ketua Badan Kerjasama PI Blok Cepu, Hadi Ismoyo.

Lapangan Banyu Urip, yang masuk pada areal Blok Cepu dan terletak di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur,  termasuk lapangan yang kini menjadi andalan dan digadang-gadang mampu meningkatkan target produksi minyak nasional.  Memiliki cadangan minyak  sebesar 450 juta barel, kapasitas produksi  Lapangan Banyu Urip, saat ini meningkat 10,000 barel/hari dari semula sebesar 30,000 barel per hari. Diharapkan  akan terus naik bertahap hingga mencapai puncak  165,000 barel per hari pada tahun 2015.

Plt. Kepala SKK Migas, J. Widjonarko menyampaikan, peningkatan produksi dari lapangan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian target produksi migas nasional. “Semua pihak harus mendukung penuh agar proyek berjalan sesuai rencana,” katanya.

Dia menyampaikan, sesuai rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD), investasi di Proyek Banyu Urip mencapai lebih dari US$ 2,5 miliar, dengan rincian untuk pembangunan fasilitas produksi sebesar US$ 2,2 miliar dan pengeboran sumur sebanyak US$ 337 juta.  

Dilanjutkan Widjonarko,  pembangunan fasilitas Lapangan Banyu Urip dibagi ke dalam lima kontrak EPC (engineering, procurement, and construction), yakni fasilitas produksi utama (Central Production Facility/CPF), pipa darat (onshore) 72 km, pipa laut (offshore) dan menara tambat (mooring tower), Floating Storage Off-loading (FSO), serta fasilitas infrastruktur. 

Sementara Presiden Mobil Cepu Ltd. (MCL), Jon M. Gibbs dalam kesempatan yang sama menyampaikan, dukungan terhadap langkah SKK Migas untuk peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Kelima kontrak EPC,  menurut Jon, konsorsiumnya dipimpin oleh perusahaan Indonesia. Tidak hanya itu, terdapat 450 perusahaan sub kontraktor nasional dan lokal yang dilibatkan, yang 85 persen di antaranya merupakan perusahaan lokal dari Bojonegoro dan Tuban. “Terdapat lebih dari 10.000 pekerja Indonesia yang 60 persen diantaranya adalah pekerja yang berasal dari Bojonegoro dan Tuban,” katanya.
Dia menjelaskan, prioritas utama MCL adalah menyelesaikan proyek secara aman dan handal. “Kami bangga dengan kerjasama dan komitmen bersama antara semua pihak. Kita telah mencapai kinerja keselamatan berkelas dunia. MCL terus berkomitmen untuk terus mencapai kemajuan dalam pelaksanaan setiap kegiatan EPC dan pengeboran agar selesai sesuai target produksi puncak lapangan ini pada tahun 2015”. tukasnya.

MCL adalah anak perusahaan  Exxon Mobil Corporation,perusahaan migas asal AS yang memegang 45 persen saham partisipasi, bersama PT. Pertamina EP Cepu yang memegang 45 persen saham dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu (BKS) dengan 10 persen saham. Kusairi













Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login