IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Resmikan Lapangan Banyu Urip, Chairul Tanjung Minta Indonesia Jadi Negara Industri

Resmikan Lapangan Banyu Urip, Chairul Tanjung Minta Indonesia Jadi Negara Industri

Written By Indopetro portal on Thursday, 9 October 2014 | 10:34

Bojonegoro, indoPetroNews.com - Jumlah konsumsi minyak yang terus naik sementara di saat yang sama jumlah produksinya terus turun harus dijadikan sinyal atau motivasi bagi Indonesia untuk bangkit menjadi negara industri. Demikian dikatakan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, saat meresmikan 10 proyek terkait sektor Energi dan Sumber Daya Mineral di Bojonegoro Jawa Timur, Rabu (8/10).

Tanjung yang biasa dipanggil CT mengatakan, seharusnya presiden sendiri akan hadir dan meresmiskan pengoperasian sejumlah proyek di Lapangan Banyu Urip ini. Namun situasinya kurang memungkinkan. Tetapi beliau, sambung CT telah meresmikannya kemarin sekaligus melakukan penandatanganan prasasti. “Presiden SBY menaruh perhatian besar terhadap sejumlah proyek ini karena nilai investasinya cukup spektakuler, sekitar 100 triliun rupiah,” ujarnya. 

Sejumlah proyek yang diresmikan pengoperasiannya oleh CT terdiri dari 2 proyek migas dan 8 proyek terkait sektor kelistrikan. Menurut CT, migas dan listrik merupakan dua sektor yang ‘hot’ dan kerap menjadi top line media karena menyerap 2 alokasi subsidi terbesar di republik ini. 

“Minyak konsumsinya lebih besar dari produksi. Saat ini kurang lebih konsumsinya mencapai 1,3 juta barel perhari. Semakin hari trennya semakin meningkat. Sementara produksi, rata-rata kita hanya mampu mencapai 800 ribu barel perhari dan trennya menunjukan penurunan. Sehingga untuk menutupi gap yangg ada harus impor dalam jumlah besar,” jelas CT. “Sehingga current account kita mengalami defisit,” kata Dia.

Pada sektor kelistrikan, PLN, ujar CT, tarif nya dinaikan tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan sehingga negara masih subsidi dalam jumlah besar. Sehingga menurut CT, peresmian Lapangan Banyu Urip ini, yang produksinya telah mencapai 40ribu barel perhari, pada kwartal ketiga tahun 2015 dapat mencapai produksi puncak hingga 165 ribu barel perhari. “Sehingga pada tahun 2015 ada tambahan lifting dan diharapkan dapat mencapai 900 ribu barel perhari. 

“Oleh karena itu, kalau kita mau menjadi negara maju kita harus menjadi negara industri. Kalau kita tidak menjadi negara industri kita akan jadi negara konsumsi. Akibatnya kita akan terus menerus melakukan impor,” tegasnya. 

Dia berharap PLN juga harus melakukan transformasi. Kalau sebelumnya pelanggan menunggu dapat listrik sekarang harus jadi daya tarik investasi. “Kita perlu kapasitas listrik besar sehingga perlu pembangkit. Sekarang ada 8 yang diresmikan dan diharapkan kita tidak puas diri dan luar Jawa bisa tumbuh, income tinggi dan sejahtera seperti pulau Jawa,” pungkasnya.Ksr



Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login