IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Widjonarko Bakal Dicopot dari Jabatan Plt Kepala SKK Migas

Widjonarko Bakal Dicopot dari Jabatan Plt Kepala SKK Migas

Written By Indopetro portal on Friday, 31 October 2014 | 12:48

indoPetroNews.com --  Kinerja  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), yang  cenderung stagnan  dan nihil terobosan pasca tertangkapnya Rudi Rubiandini, mengundang perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru, Sudirman Said.  Dia menilai Widjanarko tidak mampu menyelesaikan berbagai problematik kegiatan hulu minyak dan gas bumi selama menjabat. Termasuk meningkatkan angka produksi minyak.

Kepada sejumlah awak media dalam konperensi pers yang digelar di kantor SKK Migas, Jum'at (31/10), Sudirman menyatakan dalam waktu dekat akan memilih siapa orang yang tepat yang bakal menggantikan Widjonarko. 

Sudirman menyatakan, penggantian pejabat baru yang akan mengisi pos Kepala SKK Migas sepenuhnya mengacu pada hasil keputusan Mahkamah Konstitusi yang telah membubarkan BP Migas pada 2012 lalu. "Namun pemerintah akan menerbitkan peraturan baru untuk menjamin fungsi regulator lembaga di sektor hulu tersebut," ujarnya.

Menurut mantan Dirut Pindad ini, bentuk kelembagaan SKK Migas harus berdasarkan payung hukum Undang-Undang.  Untuk itu pihaknya menyatakan akan  segera berkonsultasi dengan DPR. Namun sebagai komite pengawas, Dia mengatakan tetap mempunyai hak untuk mengusulkan siapa nama-nama yang bakal mengisi pimpinan lembaga pemerintah yang menjadi manajemen para perusahaan kontraktor migas tersebut.

Sebelumnya, Ketua Komisi VII DPR RI yang baru saja terpilih, Kardaya Warnika yang dihubungi indoPetroNews, Rabu (29/10), juga menyatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan DPR (sesama anggota komisi) guna menuntaskan persoalan UU Migas yang hingga kini masih 'mangkrak'. Kardaya, yang juga mantan Kepala BP Migas itu mengatakan akan menunggu inisiatif pemerintah atas nasib UU Migas yang pada DPR periode sempat dibahas DPR.

Seperti diketahui lifting minyak Indonesia dalam 4 tahun terakhir  selalu mengalami penurunan. Tahun 2011, lifting minyak Indonesia hanya mampu menembus angka 899.000 bph, 2012 sebesar 861.000 bph, dan 2013 sebesar 826.000 bph. Sementara 2014 ini, lifting minyak dipatok pesimis, sekitar 813.000 bph. Hasl lifting minyak hingga Juli 2014 hanya berada di kisaran 799.000 bph. Produksi minyak pun disebut mencapai titik nadhir. Kus

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login