IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Alasan Alihkan Subsidi ke Sektor Produktif, Akhirnya Pemerintah Naikkan BBM Subsidi Rp. 2000,-

Alasan Alihkan Subsidi ke Sektor Produktif, Akhirnya Pemerintah Naikkan BBM Subsidi Rp. 2000,-

Written By Indopetro portal on Monday, 17 November 2014 | 22:26

indoPetroNews.com- Presiden Jokowi atas nama pemerintah, malam ini sekitar Pukul 21.11 di Istana Negara, Senin (17/11), secara resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, sebesar Rp. 2000,-. Sementara untuk harga minyak tanah tetap, harga untuk Premium naik dari semula Rp. 6.500,- menjadi Rp. 8.500,-. Untuk jenis Solar dari sebelumnya sebesar Rp. 5.500,- naik menjadi Rp. 7.500,-. 

Dalam pidato singkatnya yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan jajaran kementerian di bawah Koordinator Menko Perekonomian, Jokowi menyatakan, pengalihan subsidi akan digunakan dari sektor-sektor yang semula bersifat konsumtif menjadi sektor-sektor yang bersifat produktif.

Dalam pengantarnya, Jokowi menyatakan, dari waktu ke waktu Indonesia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Namun dengan demikian, sebagai bangsa kita harus memilih dan mengambil keputusan. Dia menjelaskan, setelah melalui sidang kabinet, rakor teknis di Menko Perekonomian dan hingga di Istana negara, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengalihkan subsidi dari sektor-sektor konsumtif ke sektor-sektor produktif.

Presiden beralasan, selama ini negara membutuhkan anggaran untuk membangun infrastruktur, angkutan umum, pendidikan, dan kesehatan. Namun dalam alasan presiden, anggaran ini tidak tersedia karena dihamburkan untuk subsidi BBM.

Sebagai konsekuensi atas pengalihan subsidi tersebut, Jokowi menyatakan, sebagai Presiden Republik Indonesia menetapkan harga BBM baru yang akan berlaku Pukul 00.00 WIB, terhitung sejak tanggal 18 November 2014.

Presiden menyatakan, atas rakyat kurang mampu disiapkan perlindungan sosial berupa paket Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). “Kartu itu dapat langsung digunakan untuk menjaga daya beli rakyat dan memulai usaha-usaha sektor ekonomi produktif,” katanya.

Jokowi mengakui, dengan kebijakan yang diambil ini pasti akan muncul pendapat yang setuju dan tidak setuju. Karenanya, Dia berjanji akan menghargai segala masukan-masukan. Presiden menjanjikan, “dengan pengalihan subsidi dari sektor konsumtif ke sektor produktif ini dapat menjadi jalan pembuka untuk menghadirkan anggaran belanja yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” katanya.

Sementara itu, jelang pengumuman kenaikan, dalam pantauan indoPetroNews, sekitar 50 orang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat, sempat berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Demontrasi yang dilakukan mahasiswa UIN tersebut sempat memacetkan lalu lintas dari arah Pamulang menuju Lebak Bulus, demikian sebaliknya. Karena demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa sempat melakukan penyanderaan terhadap mobil tanki pertamina yang melintas di depan kampus hingga mengganggu arus lalu lintas.

Di beberapa ruas jalan  di Jakarta, seperti arah  Pondok Cabe dan Daan Mogot nampak antrian sejumlah  kendaraan memenuhi sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk mengisi bahan bakar. Ksr



Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login