IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Banyak Didemo Soal BBM, Boni Hargens Bela Jokowi

Banyak Didemo Soal BBM, Boni Hargens Bela Jokowi

Written By Indopetro portal on Tuesday, 25 November 2014 | 16:46

indoPetroNews.com -  Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, yang sempat disorot publik lantaran merasa perannya sebagai relawan Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres lalu tak diindahkan, Boni Hargens  kali ini menunjukkan "pembelaannya kepada Jokowi. Boni meminta kepada masyarakat untuk memberikan Presiden Joko Widodo kesempatan  bekerja terlebih dahulu menerapkan segala kebijakannya. Meskipun, diakuinya, beberapa kebijakan seperti menaikkan harga BBM menimbulkan kontroversi.

"Masyarakat jangan terlalu cepat mengadili maupun memberikan penilaian kepada Jokowi, biarkan Pak Jokowi bekerja dulu," ujar Boni kepada media di Jakarta, Senin (25/11).

Menurut Boni, masih terlalu cepat untuk menilai apakah pemerintahan Jokowi gagal atau berhasil membangun negeri. Namun, Boni memastikan bahwa dirinya akan tetap kritis dalam melihat kebijakan-kebijakan yang akan dibuat oleh Jokowi.

"Jika Jokowi itu melenceng, tidak menerapkan konsepnya maka kita yang paling terdepan untuk mengkritisinya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Boni menerangkan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya yakni pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang harus ditanggung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Disebutkannya, ada alasan mengapa Jokowi langsung menaikan harga BBM tak lama setelah
dilantik. Yaitu, celah ruang fiskal yang begitu sempit dalam APBN.

"Saya memahami langkah Presiden Jokowi dalam menaikan harga BBM. Konteksnya adalah ada
celah fiskal yang begitu sempit dalam APBN kita. Ini adalah beban yang diwariskan dari zaman SBY
yang harus ditanggung Jokowi," beber Boni.

Lebih jauh, Boni mengemukakan, dengan keputusan menaikkan BBM, maka saat ini pemerintah harus serius menjalankan program "Kartu Sakti" dan program lain yang diarahkan pada pembangunan manusia. Boni pun menyadari adanya guncangan sosial akibat naiknya harga BBM. Namun, ia memprediksi imbasnya hanya pada naiknya harga kebutuhan pokok hanya akan berlangsung selama 2 bulan.

"Memang akan ada turbulensi sosial, tapi itu juga tak akan lama berlangsung. Karena Presiden pasti punya kebijakan lain yang pro rakyat hasil dari pencabutan subsidi," pungkasnya.UG
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login