IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Berharap dari Angola, Pemerintah Janjikan Komit Bangun Kilang Baru

Berharap dari Angola, Pemerintah Janjikan Komit Bangun Kilang Baru

Written By Indopetro portal on Monday, 3 November 2014 | 18:39

indoPetroNews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Sudirman Said tetap menyatakan komitmennya untuk membangun kilang minyak baru. Pasalnya kebutuhan minyak makin tahun terus meningkat sementara kapasitas pengelolaan minyak mentah Indonesia sejak 20 tahun lalu belum ada penambahan.

Kepada sejumlah media di Jakarta, Sudirman tetap akan meneruskan rencana pembangunan kilang baru. Meski dirasakan tidak mudah tetapa pembangunan infrastruktur pengelolaan minyak bumi itu dikatakannya penting untuk masa depan.

“Membangun kilang itu hal sulit, tapi penting bagi masa depan. Membangun pusat-pusat penyimpanan BBM itu sulit, tapi penting bagi masa depan,” kata Menteri ESDM Sudirman Said di Kementerian ESDM, pekan lalu, sebagaimana dikutip dari situs resmi ESDM.

Sudirman melanjutkan, pemerintah akan meninjau hal-hal yang tertunda tersebut dan akan mendorong supaya pembangunan infrastruktur itu menjadi prioritas. Presiden Joko Widodo menurut Dia, telah mengarahkan Menteri ESDM bahwa untuk membangun kemandirian energi, Indonesia harus memiliki pasokan yang cukup, tempat penyimpanan dan pengolahan. Tujuannya, agar tidak tergantung kepada pasar.

Seperti dikutip, pembangunan kilang minyak baru rencananya akan dibangun di Bontang, Kalimantan Timur. Terkait hal ini, tengah disiapkan payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP). Aturan itu nantinya akan memberikan kewenangan kepada Menteri Keuangan dan juga tim secara keseluruhan untuk memberikan fasilitas tax holiday. Masalah tax holiday menjadi kendala utama pembangunan kilang baru karena investasinya besar namun keuntungannya kecil.

Sore ini, Senin (3/11), Menteri ESDM, Pertamina, dan Sonangol, perusahaan BUMN Angola tengah menjalin pembicaraan serius terkait rencana negara Afrika tersebut memasok kebutuhan minyak mentah ke Indonesia. Ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pernyataan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat langkah mengatasi impor minyak mentah untuk kebutuhan kilang Indonesia.

Ketika Pertamina masih dipegang Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama, kedua pihak (Pertamina-ANgola), pernah menyepakati untuk  mengadakan joint study bersama dari sejumlah lapangan migas yang terdapat di Angola baik onshore maupun offshore. Hasil joint study tersebut akan menjadi dasar mana saja lapangan yang dapat dikelola secara bersama. Namun hingga kunjungan berikut ini dilakukan kembali, belum ada progres yang jelas pasca pertemuan dahulu.

Pembanguna kilang minyak di Indonesia  sesungguhnya dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor BBM, menghemat devisa negara dan menjaga stabilitas nilai tukar serta memacu pertumbuhan industri domestik dan pasar tenaga kerja. Kapasitas kilang Indonesia saat ini mencapai 1,1157 juta barel per hari. Sedangkan produksi minyak Indonesia yang dapat diolah di kilang dalam negeri hanya sekitar 649.000 barel per hari. Di sisi lain, kebutuhan BBM dalam negeri mencapai 1,257 juta barel per hari. Ini berarti terjadi defisit 608.000 barel per hari. Untuk mengatasinya, Indonesia perlu memiliki 2 kilang minyak baru.

Kilang dalam negeri Indonesia saat ini, terutama milik PT Pertamina yaitu kilang Dumai, Sungai Pakning, Plaju, Cepu, Balikpapan, Kasim, Cilacap dan Balongan. Sementara kilang milik swasta yaitu Tuban/TPPI dan TWU. Satu kilang swasta juga dalam proses pembangunan yaitu TWU II dan direncanakan akan dibangun RFCC Cilacap.

Untuk tahun 2015, jelas situs ESDM itu,  kapasitas kilang Indonesia diperkirakan sebesar 1,167 juta barel per hari, produksi minyak yang bisa diolah sebesar 719.000 barel per hari. Kebutuhan BBM diperkirakan 1,359 juta barel per hari, sehingga terjadi defisit 640.000 barel per hari. Sementara tahun 2025, kapasitas kilang diperkirakan 2,067 juta barel per hari, produksi minyak yang dapat diolah sekitar 1,384 juta barel, konsumsi BBM 2,012 juta barel dan defisit 628 juta barel per hari. (UG)



Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login