IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Calon Dirut Pertamina Berada dalam Orbit JK dan Arie Connection?

Calon Dirut Pertamina Berada dalam Orbit JK dan Arie Connection?

Written By Indopetro portal on Sunday, 16 November 2014 | 08:36

indoPetroNews.com - Bursa calon Direktur Utama Pertamina nampaknya mengerucut pada dua nama. Dan keduanya dari kalangan eksternal Pertamina. Rinaldi Firmansyah direkomendasikan oleh Menko Ekonomi Sofyan Djalil dan kawan-kawan. Sedangkan Widhyawan Prawiraatmadja atas rekomendasi dari Menteri ESDM Sudirman Said. Sedangkan Ahmad Faisal diplot untuk posisi komisaris. Ketiga orang tersebut semuanya merupakan Ari Soemarno Connection. Demikian kata Hendrajit Direktur Eksekutif Global Futute Institute  (GFI) kepada sejumlah media di Jakarta, Jum'at (14/11).

Hendrajit  memiliki dua catatan penting. Pertama, mengingat semakin menguatnya manuver Wakil Presiden Jusuf Kalla dan kelompok kepentingan Ari Soemarno cs di Pertamina, maka merekrut dan memilih Direktur Utama Pertamina dari luar Pertamina, bisa dibaca sebagai upaya mengabaikan kompetensi dan pengalaman panjangnya dalam penguasaan lingkup Migas baik dalam lingkup strategis maupun teknis profesional bidang Migas.

Mengingat besarnya tantangan Indonesia ke depan untuk mengembalikan kedaulatan Migas, maka penguasaan lingkup strategis dan teknis profesional dari di sektor Migas haruslah menjadi prioritas utama. Karena menangani tata kelola Migas harus selaras antara skema, rencana sistem, rencana strategis dan daya dukung manajemennya. Dengan demikian memilih Dirut Pertamina yang semata-mata hanya menguasai aspek manajemen, tanpa menguasai lingkup strategis dan seluk-beluk bisnis Migas secara spesifik, pada perkembangannya akan mengondisikan Pertamina sebagai produsen Migas Indonesia, untuk masuk dalam skema Priivatisasi Pertamina yang dirancang oleh para pihak yang menganut haluan paham neoliberal dalam perekonomian nasional kita, sehingga skema ekonomi neoliberal tersebut secara sistematis dan terencana dijabarkan dalam tata kelola Migas Indonesia, termasuk di dalam tubuh Pertamina.

Hendrajit menilai, ada skenario privatisasi Pertamina sebagai  agenda prioritas dirut baru Pertamina. Sebelum ini menurut Dia, ada beberapa nama calon dirut baru ,Pertamina di antaranya:  Ahmad Faishal Mantan Dirut Niaga Pertamina Era Ari Soemarno; Widhyawan Prawiraatmadja ( SKK Migas, kini Staf Khusus Menteri ESDM Sudirman Said); Budi Sadikin Mantan Dirut Mandiri; dan Rinaldi Firmansyah  Dirut Telkom.

Menelisik skenario Menteri Negara BUMN Rini Sumarno, urai Hendrajit,  nampaknya agenda privatisasi Pertamina akan menjadi prioritas dalam rangka meliberalisasikan sektor hilir dan untuk itu mendukung skema ini, akan menjadi tugas pokok Dirut Pertamina Baru.

"Inilah skema Meneg BUMN yang perlu diwaspadai, karena besar kemungkinan muara dari skema ini adalah agar korporasi-korporasi asing bisa masuk ke Pertamina," tegas Hendrajit.

Tak pelak lagi,  lanjut Hendrajit, manuver Rini Sumarno tidak bisa dilepaskan dari tali-temali yang mengaitkan kepentingan bersama antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dan kroni bisnis Migas Ari Sumarno. 

"Terpilihnya Sudirman Said sebagai Menteri ESDM di saat-saat terakhir jelang pengumuman kabinet Jokowi-JK, tidak lepas dari rekomendasi dari Erwin Aksa, Keponakan JK dan CEO Bosowa Group," pungkasnya.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login