IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » LIFTING GAS 99,8% Capai APBN-P

LIFTING GAS 99,8% Capai APBN-P

Written By Indopetro portal on Monday, 17 November 2014 | 14:20

indoPetroNews.com— Lifting gas bumi  hingga akhir Oktober 2014 mencapai angka 7,085 BBTUD (miliar British thermal unit per hari) atau 99,8 persen dari target 7,099 BBTUD yang ditetapkan APBN-P 2014. Bagi pemerintah, dalam hal ini SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi Indonesia), tentu ini menjadi hal yang menggembirakan di tengah isu bakal dicopotnya Plt Kepala SKK Migas, J Widjonarko beberapa waktu lalu, saat Menteri ESDM Sudirman Said melakukan inspeksi ke lembaga pengawas kegiatan perusahaan kontraktor migas tersebut.

Menurut J Widjonarko yang berbicara kepada sejumlah media di Jakarta, Senin (17/11),  “di tengah banyak tantangan yang dihadapi industri hulu migas, capaian lifting gas ini cukup menggembirakan. Kami berharap semua pemangku kepentingan akan terus memberikan dukungan sehingga lifting gas bisa terjaga dan memenuhi target yang telah ditetapkan,” katanya.

Dia menyebutkan, kontribusi lifting gas terbesar berasal dari lima kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS), yaitu Total E&P Indonesie, ConocoPhillips (Grissik) LTD, PT Pertamina EP, BP Berau LTD, dan PetroChina International Jabung LTD. “Lima traktor KKS ini berkontribusi melebihi 75 persen dari total lifting gas,” ujarnya.

Di tengah menurunnya cadangan minyak, dalam penuturan Widjonarko, gas bumi menjadi harapan bagi sektor hulu migas Indonesia, terutama dengan semakin tingginya permintaan gas domestik. Volume pemanfaatan gas bumi untuk domestik telah meningkat signifikan dari 1,480 BBTUD di tahun 2003 menjadi 3,774 BBTUD di tahun 2013 atau meningkat sebesar 155 persen. Sejak tahun 2013, volume gas untuk domestik telah melebih volume gas untuk ekspor, yaitu 3,774 BBTUD (52,6%) untuk domestik dan 3,402 BBTUD (47,4%) untuk ekspor.

Widjonarko mengatakan industri hulu migas siap untuk memenuhi kebutuhan gas domestik selama infrastrukturnya tersedia. “Ketersediaan infrastruktur menjadi kunci pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik,” ujarnya.

Terkait dengan minyak bumi, tambah Dia lagi, prognosa lifting tahun 2014 adalah sebesar 798.000 barel per hari (BOPD) atau sebesar 97,6 persen dari target 818.000 BOPD yang tertuang di dalam APBN-P. Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras industri hulu migas dalam menghadapi tantangan-tantangan di lapangan, antara lain gangguan operasional produksi (gangguan fasilitas, gangguan sumur, kendala penyerapan minyak, dan lain-lain); mundurnya onstream beberapa proyek (termasuk pengembangan penuh Lapangan Banyu Urip dan pengembangan Lapangan Bukit Tua); dan ketidakberhasilan pemboran beberapa sumur, termasuk penundaan pekerjaan pemboran akibat kendala ketersediaan rig dan kendala perizinan.

"Angka prognosa lifting minyak sebesar 798.000 BOPD ini diharapkan dapat bertahan sampai akhir tahun dengan asumsi tidak ada kendala operasional, gangguan cuaca dan kesiapan penyerapan Pertamina selaku offtaker minyak bagian negara, " pungkas Widjonarko.UG

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login