IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Setelah Plt Kepala SKK Migas Mau Dicopot, Kini Giliran Dirjen Migas Lebih Dulu Dicopot

Setelah Plt Kepala SKK Migas Mau Dicopot, Kini Giliran Dirjen Migas Lebih Dulu Dicopot

Written By Indopetro portal on Tuesday, 4 November 2014 | 14:07

indoPetroNews.com - Setelah menyampaikan kepada sejumlah media dalam acara Konperensi Pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di kantor SKK Migas, Jum'at (31/10), terkait rencana pencopotan Plt Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Widjonarko, hari ini, Selasa (4/11), Menteri ESDM, Sudirman Said lebih dulu mencopot Dirjen Migas Edi Hermantoro dari jabatannya. Dia digantikan  Naryanto Wagimin, Direktur Hulu Direktorat Hulu Minyak dan Gas Bumi, yang langsung ditetapkan sebagai Plt Dirjen Migas.

Langkah yang dilakukan Sudirman, oleh sebagian orang, disamping sebagai upaya untuk mempercepat kegiatan investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi, juga sebagai upaya "bersih-bersih" dari orang-orang yang dinilai punya kedekatan dengan bekas Menteri ESDM yang lama, Purnomo Yusgiantoro. Pasalnya, Edy Hermantoro yang sebelum ini menjabat sebagai Dirjen Migas dulu ketika diusulkan menggantikan Evita Legowo sempat ditolak di kantor Wakil Presiden. Namanya menguat karena direkomendasikan oleh Purnomo yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan usai rapat pimpinan Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (4/11), Sudirman mengatakan baru saja menandatangani SK (Surat Keputusan) pengangkatan Plt Dirjen Migas dari Pejabat lama Edy Hermantoro, digantikan oleh Naryanto Wagimin, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM," katanya.

Sudirman mengatakan bahwa berdasarkan laporan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), banyak proyek migas yang terhambat di bawah kepemimpinan beliau. "Ini sekaligus sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan berbagai debottlenecking (sumbatan) dapat terurai," katanya.

Dia menambahkan, penyederhanaan aturan baru bisa dilakukan bila pejabatnya tidak memiliki interest (kepentingan) apa pun, sehingga semua program dapat diarahkan buat kepentingan rakyat," katanya.

Edy Hermantoro selama ini dikenal sebagai pejabat karier di Kementerian ESDM. Pada saat Evita Legowo, Edy dinilai sebagai pejabat yang "tahu banyak" persoalan Ditjen Migas dan disebut sebagai "tokoh kunci" di direktorat tersebut.   Edy, yang ketika itu  berada pada posisi Direktur Hulu Ditjen Migas, menduduki jabatan  sebagai Dirjen Migas sejak 31 Januari 2013 menggantikan Evita Legowo yang memasuki masa pensiun. UG

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login