IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Digugat Soal Transparansi, Pertamina Dapat Penghargaan KPK Soal Gratifikasi

Digugat Soal Transparansi, Pertamina Dapat Penghargaan KPK Soal Gratifikasi

Written By Indopetro portal on Tuesday, 9 December 2014 | 22:13

indoPetroNews.com - Sepekan kemarin, Tim Reformasi Migas yang diketuai Faisal Basri sempat bersungut-sungut dengan Pertamina yang menyinggung transparansi di Petral.  Bahkan Faisal telah sesumbar ke sejumlah media bahwa Pertamina telah berbohong.Tapi hari ini, Selasa (9/12), PT Pertamina (Persero)  malah mengumumkan penetapannya sebagai yang terbaik dalam hal pengelolaan dan pengendalian gratifikasi di antara BUMN di Indonesia oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penghargaan yang diterima VP Compliance Pertamina Tina Amalia dari Pimpinan KPK Adnan Pandu Praja di Yogyakarta Selasa (9/12) ini, menyebutkan, perusahaan plat merah tersebut mendapatkan dua penghargaan sekaligus; yaitu sebagai BUMN Dengan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Terbaik Tahun 2014 dan BUMN Dengan Jumlah Laporan Gratifikasi Terbanyak Yang Ditetapkan Menjadi Milik Negara Tahun 2014.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir kepada sejumlah media mengatakan penghargaan tersebut sangat membanggakan bagi Pertamina, di tengah upaya untuk terus menerus melakukan upaya transparansi dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik pada BUMN. "Penghargaan ini juga menunjukkan komitmen tinggi Pertamina dalam mengimplementasikan nota kesepahaman pengendalian gratifikasi antara Pertamina dan KPK yang ditandatangani pada 2010," kata Ali menegaskan.

“Pengendalian gratifikasi yang telah dilakukan Pertamina secara konsisten sejak 2010 lalu merupakan bagian dari tekad kuat Pertamina sebagai BUMN terbesar di Indonesia untuk terus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) secara berkelanjutan. Tentu saja, kami sangat berterimakasih kepada KPK atas penghargaan dan pengakuan yang telah diberikan kepada Pertamina,” tuturnya.

Padahal sepekan sebelumnya, kepada sejumlah media Faisal Basri sempat mengecam Pertamina yang tak juga terbuka soal proses pengadaan bahan bakar minyak, terutama yang dibeli lewat Pertamina Energy Trading Limited (Petral).   Dia mengatakan,timnya telah mendapati temuan bahwa pembelian bahan bakar minyak oleh Petral tidak dilakukan langsung ke perusahaan minyak milik suatu negara (NOC, national oil company), tetapi masih lewat perantara (trader).  Lewat pernyataannya Faisal mengatakan Pertamina menyebutkan Petral membeli minyak langsung dari NOC.

Faisal  sempat menyinggung Ali Mundakir dan menyatakan tugas humas itu bukan berbohong. Dia menjelaskan sesuatu sesuai dengan duduk perkaranya.  "Jadi adalah tidak benar dari temuan kami itu bahwa pengadaan minyak di Indonesia langsung ke NOC," kata Faisal (4/12) lalu.

Namun  Ali hanya menjawab ringan, data yang disampaikan Pertamina  menurut Dia sudah sesuai dengan perhitungan standar dan benar adanya. "Semuanya benar tidak ada manipulasi atau apapun, Pertamina menyampaikan segalanya sesuai perhitungan," ujar Ali seperti dikutip dari CNN Indonesia Kamis (4/12) malam. Ksr
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login