IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Ditemukan Data Penyelewengan, Petral Terancam Dibubarkan

Ditemukan Data Penyelewengan, Petral Terancam Dibubarkan

Written By Indopetro portal on Tuesday, 16 December 2014 | 17:04

indoPetroNews.com - Sejumlah transaksi dan penyelewengan yang dilakukan anak perusahaan PT.Pertamina (Persero) yaitu Pertamina Energy Traiding Ltd (Petral), membuat perusahaan yang berdomisili di Singapore tersebut akan ditutup pemerintah Indonesia.

“Jadi Presiden sudah memberi pengarahan untuk melakukan yang terbaik bagi negara. Kalau memang terbukti ada penyimpangan, yang terbaik untuk negara Petral ditutup, ya saya tutup,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di Jakarta, Selasa(16/12).

Menurutnya, salah satu temuan yang sangat mencurigakan adalah keberadaan satu perusahaan yang menguasai impor minyak di Petral. Bahkan, dirinya pernah bertemu dengan Menteri Perminyakan Brunei Darusalam yang mengatakan negara Brunei memiliki produksi minyak lebih besar dari konsumsi di negaranya. Namun, Pertamina tidak pernah menengok negara tetangga ini untuk meminta alokasinya.

“Jika Petral dibubarkan maka skema impor Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa langsung ke pihak Pertamina tanpa campur tangan pihak ketiga,” tuturnya.

Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Fahmi Radi mengatakan bahwa tim belum bisa membeberkan semua data pada saat ini. Namun ada sejumlah bukti dari dokumen penagihan pembelian (invoice) perantara tersebut yang diduga bagian dari mafia migas. “Dan itu harus diberantas, temuan data invoice ini cukup baik,” tuturnya.

Sebelumnya, terdengar kabar bahwa sejak tahun 2002 lalu. Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) sudah tidak melakukan pembelian minyak mentah dan mengekspornya ke Indonesia dalam bentuk BBM. Namun, treding itu diambil alih oleh anak usaha Petral, yaitu Pertamina Service Energy.

Belakangan disebut-sebut bahwa Hutomo Mandala Putra alias Tommy Suharto dan Bob Hasan masih memiliki saham di Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Karena Petral berdiri pada tahun 1969 dengan nama Petra Group. Dan anak mantan Presiden Soeharto itu bersama Bob Hasan memiliki saham di Petral, masing-masing sebesar 20 persen. (Epan Hasyim Siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login