IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Gaji Tim Mafia Migas Rp. 500 Ribu, Apa yang Bisa Diharap?

Gaji Tim Mafia Migas Rp. 500 Ribu, Apa yang Bisa Diharap?

Written By Indopetro portal on Monday, 8 December 2014 | 10:11

indoPetroNews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) beberapa waktu  lalu membentuk tim untuk memberantas mafia Minyak dan Gas Bumi (Migas) di tanah air tercinta ini. Tim yang dipimpin Faisal Basri diharapkan bekerja serius, agar diketahui siapa sebenarnya para pemburu rente di bisnis migas tersebut.

Bukan perkara mudah untuk membasmi para mafia. Berbagai risiko bagi tim yang beranggotakan 12 orang tersebut pun, mungkin saja terjadi. Namun kerja keras tim yang diharapkan dapat memperbaiki tata kelola Migas NKRI tersebut hanya dihargai Rp.500ribu.

Kepala Bagian Tata Usaha, Pusat Komunikasi Publik KESDM, Dwi Purwanto menjelaskan, tidak ada gaji bagi timnya Faisal Basri. Honor yang diberikan kepada mereka itu juga berasal dari pengajuan sisa anggaran tahun 2014. Dan disepakati oleh SK Menteri ESDM bahwa tim mafia Migas hanya diberikan honor kerja.

“Mereka hanya mendapat honor Rp.500ribu. Itu di luar dari kunjungan atau perjalanan kerja. Jadi jika ada kerja yang terkait dengan Tim Reformasi Migas di luar, baru semua akomodasi dan transportasi ditanggung oleh kementerian,” beber Dwi, di kantornya, Senin (8/12).

Dwi juga mengatakan bahwa anggaran Kementerian tahun depan, lebih kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan kebijakan pemerintah Jokowi-Jk terkait larangan untuk melakukan rapat-rapat di hotel-hotel, yang dianggap tidak efektif dan hanya menghambur-hamburkan uang.

“Jadi sesuai perintah atasan, biaya rapat dan lainnya tersebut ditiadakan pada anggaran tahun depan,” katanya.

Chairman Center for Energy and Strategic Resources Indonesia (CESRI), Kusairi yang dihubungi terpisah mengatakan, kalau memang gaji yang diberikan pemerintah terhadap Tim Reformasi Migas tidak memenuhi standar apalagi sangat minimal, kita perlu mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam melakukan pemberantasan mafia. "Ini sama saja main-main," katanya.

Menurut Kusairi, Tim Reformasi Mafia Migas, tidak hanya memiliki tugas yang berat guna menilisik ada atau tidaknya pihak, baik individual, kelompok atau kelembagaan yang terlibat dalam praktik "kotor" bisnis migas, tetapi juga memastikan bahwa prosedur atau tatacara bisnis yang berlaku selama ini tidak menyimpang dari atauran atau nomenklatur yang telah ditetapkan.

"Jangan sampai, pembentukan tim ini hanya menjadi bagian dari pencitraan atau pengalihan isu restrukturisasi di tubuh kementerian ESDM dan Pertamina yang kini tengah menjadi sorotan pihak luas," jelas Kusairi. "Apalagi target penyelesaian atau kerja tim terbilang sangat singkat. Lalu apa yang bisa diharapkan?" pungkasnya.

Diketahui, Menteri ESDM, Sudirman Said memberikan deadline kepada tim reformasi agar segera membarantas para mafia, waktu yang diberikan pun cukup singkat, hanya 6 bulan. (Epan Hasyim Siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login