IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Kuota BBM Jebol, Dirjen ESDM Enggan Bertemu DPR

Kuota BBM Jebol, Dirjen ESDM Enggan Bertemu DPR

Written By Indopetro portal on Monday, 1 December 2014 | 21:55

indoPetroNews.com - Pelaksana Tugas Dirjen Migas, Naryanto Wagimin mengatakan tidak akan melakukan pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) jika kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jebol. Bahkan ia yakin jika hal tersebut tidak terjadi.

"Subsidi tidak akan jebol, lagian siapa yang bilang jebol? Kalau Pertamina itu ya ia, maunya jebol terus. Dan jika hal itu terjadi kita tidak akan ke DPR. Kan Presiden tidak boleh ke DPR," ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Senin (1/12).

Dalam pertemuan BPH Migas dan Pertamina, di kantor KESDM, keduanya membahas proyeksi kuota subsidi BBM yang akan jebol sekitar 1 juta kilo liter. Namun Wagimin yakin jika masalah tersebut dapat diatasi dengan baik.

Pemerintah hanya mematok kuota BBM bersubsidi sebesar 46 juta kl. Dari jumlah ini pihaknya optimistis kecenderungan adanya over kuota bisa diminimalisir dengan tren pengalihan penggunaan ke BBM nonsubsidi. "Maunya jangan sampai 1 juta kl. Cuma yang agak ngeri konsumsi solar," ujarnya.

Beberapa waktu yang lalu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Demisioner) Susilo Siswoutomo, memastikan subsidi kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) akan jebol akhir tahun ini.

Menurut Susilo, berdasarkan realisasi penggunaan BBM subsidi hingga 30 September 2014 mencapai 34,9 juta kiloliter (KL). Angka tersebut naik 1,7 persen dibandingkan realisasi penyaluran pada periode yang sama pada 2013.

Konsumsi premium tercatat 22,24 juta KL atau naik 1,9 persen dibanding kuartal III-2013. Sedangkan realisasi penyaluran solar mencapai 11,94 juta KL atau tumbuh 3,9 persen. "Jadi memang harus direm (konsumsi BBM), kelebihan kuota 2 persen itu siapa yang mau bayar," kata Susilo.

Media Manager PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan tanpa pengendalian, kuota BBM bersubsidi akan jebol 1,61 juta kiloliter. Saat ini Pertamina belum berencana melakukan kebijakan baru terkait pengendalian BBM bersubsidi ini.

"Kami hanya menunggu saja kebijakan pemerintah baru seperti apa mengendalikan BBM subsidi) ini, karena kewenangannya ada di pemerintah," ujarnya saat dihubungi.(Epan Hasyim Siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login