IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Mafia Migas Sampai Eksekutif dan Legislatif

Mafia Migas Sampai Eksekutif dan Legislatif

Written By Indopetro portal on Monday, 1 December 2014 | 06:21

indoPetroNews.com - Komite Reformasi Tata Kelola Migas (KRTKM) baru saja dibentuk. Namun masih banyak beberapa kalangan berpandangan pesimis, kepada kelompok yang bekerja untuk memberantas mafia Minyak dan Gas (Migas) yang diketuai Faisal Basri ini

Pengkaji Geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI), Hendrajit mengatakan Indonesia masih sulit memberantas mafia minyak dan gas (migas) jika sudah menggerogoti birokrasi di eksekutif dan legislatif, karena memiliki jaringan yang sangat kuat.

Menurutnya, mafia migas sudah masuk kepada kebijakan-kebijakan di tanah air, mulai dari pembuatan UU hingga peraturan pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri (Permen). Sehingga sulit membedakan mana kawan atau lawan.

“Mereka sudah mengakar, ada di tubuh DPR dan pemerintah, mereka bahkan menjadi tim perumus. Mereka bisa dibilang sangat profesional menjalankan aksinya secara terstruktur,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (29/11).

Hendrajit mengatakan, mafia migas terlibat dalam pembuatan UU Migas, UU Minerba dan peraturan serta kebijakan lainnya yang menguntungkan salah satu pihak dengan alasan untuk rakyat.

“Kita berharap, Jokowi-JK harus mampu memberantas mafia-mafia ini, namun kita juga butuh kejelasan visi-misi dan solusinya karena itu yang terpenting,” ujarnya.

Hal senada juga pernah dikatakan Direktur Eksekutif Komisi Kebijakan Publik, Rusmin Effendy. Pemberantasan mafia migas dipastikan tidak akan berhasil. Pasalnya, Faisal Basri bukanlah figur yang pas melakukan tugasnya.

Rusmin meragukan tim tersebut, sebab hal itu bukan tugas yang ringan. Apalagi sosok Faisal Basri selama ini dikenal sebagai 'ekonom tukang' yang selalu bermetamorfosis di setiap pemerintahan yang berkuasa.

"Pekerjaan rumah pertama Faisal, apakah dia mampu memberantas gurita bisnis yang dilakukan Ari Soemarno Inc yang dikenal bagian jaringan mafia migas. Kalau tidak, sebaiknya mundur saja, tidak usah cuap-cuap, apalagi penunjukan Faisal di back-up Rini Soemarno. Logika orang bodoh saja, mana mungkin dia berani menyikat para mafia migas,” kata dia, di Jakarta, Jumat (28/11).

Sebelumnya, Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla sempat menegaskan akan memberantas mafia migas dalam sebuah debat Capres-Cawapres KPU beberapa waktu lalu, dan ditegaskan juga dalam visi-misi kampanye pasangan itu.

“Jokowi-JK, harus tahu skema mafia migas bekerja, jika ingin memberantasnya,” ujarnya. (Epan Hasyim Siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login