IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Outlook Energi 2014: Konsumsi Minyak Diprediksi Meningkat dari 4,3 juta BPH ke 6,8 Juta BPH

Outlook Energi 2014: Konsumsi Minyak Diprediksi Meningkat dari 4,3 juta BPH ke 6,8 Juta BPH

Written By Indopetro portal on Tuesday, 23 December 2014 | 23:57

indoPetroNews.com – Dewan Energi Nasional (DEN), Selasa (23/12) mengeluarkan Buku Outlook Energi Indonesia 2014 (OEI 2014). Buku tersebut memuat gambaran kondisi energi nasional pada kurun waktu 2013-2050, mencakup proyeksi kebutuhan dan penyediaan energi primer dan energi final yang berdasar pada ketersediaan sumber daya energi.

Dalam buku tersebut diprediksi konsumsi minyak bumi naik dari 4,3 juta barel per hari (BPH) pada 2011 menjadi 6,8 juta BPH pada 2035. Namun peranannya dalam bauran energi turun dari 38% pada 2011 menjadi 31% pada 2035. Penurunan ini disebabkan turunnya penggunaan minyak bumi di pembangkit dan industri. Sementara cadangan terbukti (proven reserves) minyak bumi sebesar 13 miliar barel, dan dengan skala produksi 1,6 miliar barel diperkirakan hanya dapat memenuhi kebutuhan ASEAN selama 8 tahun.

Perhitungan proyeksi pengelolaan energi dalam OEI 2014 yang diluncurkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di kantornya itu disebutkan telah mempertimbangkan kebijakan, regulasi dan rencana pembangunan pada masing-masing sektor serta program yang telah dijalankan oleh Pemerintah, seperti kebijakan konservasi energi, mandatori pemanfaatan biofuel (BBN), konversi minyak tanah ke LPG.

Rencana pembangunan sektor energi juga mencakup program percepatan pembangunan PLTU 10.000 MW tahap I dan tahap II, road map pengembangan dan pemanfaatan BBN, rencana pembangunan sektor perhubungan, pertanian, perindustrian, lingkungan dan lainnya serta kontribusi sektor energi terkait dalam pencapaian target penurunan emisi sebesar 26% pada tahun 2020.

Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebagai bagian dari dokumen DEN yang diterbitkan, disebutkan beberapa scenario di antaranya: Total kebutuhan energi final tetap meningkat selama periode proyeksi tetapi dengan laju pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan skenario Business as Usual (BaU), yaitu sebesar 4,7% per tahun (2013-2025) dan 3,8% per tahun (2025-2050); Kontribusi energi fosil dalam bauran energi tetap dominan tetapi tidak sebesar pada skenarioBaU, yaitu 74% pada tahun 2025, dan 67% pada tahun 2050; Kontribusi energi fosil dalam bauran energi tetap dominan tetapi tidak sebesar pada skenario BaU, yaitu 74% pada tahun 2025, dan 67% pada tahun 2050; dan Kontribusi BBM masih tetap dominan, yaitu sebesar 44% pada tahun 2025 dan sebesar 36% pada tahun 2050 (rata-rata sebesar 3,3% per tahun).

Skenario yang terpapar di atas, capaiannya hanya dapat dilakukan dengan beberapa asumsi, yakni: Periode proyeksi 2013 – 2050 dimana tahun 2013 digunakan sebagai tahun dasar; Target pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata sebesar 8% per tahun pada tahun 2020, dan 7,5% pada tahun 2030 serta menjadi 6,3% pada tahun 2050; Laju pertumbuhan penduduk di atas 1% sampai dengan tahun 2020, mengalami perlambatan menjadi 0,8% pada tahun 2030 (BPS) dan menjadi 0,6% pada tahun 2050 (KEN); Laju urbanisasi mengikuti proyeksi yang dikeluarkan oleh BPS, dimana persentase jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan sebesar 52% pada tahun 2013, dan 64% pada tahun 2030, kemudian naik menjadi 70% pada tahun 2050; Rasio elektrifikasi ditargetkan dapat mendekati 100% pada tahun 2020 (KEN); dan Cadangan energi hanya mencakup cadangan terbukti dan potensial. Kusairi
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login