IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Perlu Regulasi Bangun Kilang Bagi Asing yang Buka SPBU di Indonesia

Perlu Regulasi Bangun Kilang Bagi Asing yang Buka SPBU di Indonesia

Written By Indopetro portal on Wednesday, 24 December 2014 | 10:51

indoPetroNews.com - Direktur Eksekutif CESRI (Center for Energy and Strategic Resources Indonesia), Prima Mulyasari Agustini mengatakan, Pemerintah dan DPR perlu menyiapkan regulasi bagi perusahaan-perusahaan asing yang berinvestasi di sektor hilir di Indonesia, khususnya dalam pembangunan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) baru. Regulasi itu terkait dengan keharusan bagi perusahaan asing tersebut untuk membangun kilang dalam pengembangan SPBU-nya. Demikian dikatakan Prima kepada indoPetroNews, Rabu (24/12).

Prima mengatakan,  upaya Pemerintah Jokowi melalui Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang akan menghentikan Ron88 dan Gasoil 0,35% sulfur dan menggantinya dengan Mogas92 dan Gasoil 0,25% sulfur, akan dapat mengurangi rantai produksi dan distribusi impor minyak. 

"Dalam jangka panjang, hasilnya bisa positif bagi negeri ini. Sebab, Ron88 hanya diproduksi untuk Indonesia, dimana negara lain impor sudah mencapai angka Oktan 92,"tegasnya.

Pakar Komunikasi Kebijakan Energi ini menguraikan, peningkatan produksi Ron92 bisa dilakukan dengan menambahkan MBTE pada Pertamax off. Jika pemerintah memutuskan untuk pengalihan produksi BBM dari Ron88 menjadi Ron92 dapat dilakukan secara bertahap, karena terkait masalah teknis, kilang Pertamina yang selama ini memproduksi Premium, perlu penyesuaian untuk memproduksi Pertamax.  Dengan jenis BBM seperti ini, pada industri hilir migas juga dapat mengurangi penyelundupan, selama tidak ada disparitas harga yang signifikan antara yang bersubsidi dan non subsidi," katanya.

"Agar tidak berulang "jebol" APBN dengan subsidi yang rencananya akan ditetapkan Rp 500,- per liter, edukasi pada masyarakat menjadi penting. Pemerintah harus terbuka, berapa sebenarnya harga produksi BBM, berapa subsidi pemerintah, dan berapa margin SPBU. Dan kebijakan seperti ini, menjadikan Pertamina sebagai national oil company (NOC) harus makin bebenah, karena akan bersaing dengan SPBU-SPBU asing, yang bisa jadi menjual harga BBM lebih murah. 

Terkait dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat disparitas harga di masyarakat, Prima menambahkan,  "pemerintah harus menyiapkan jaring pengaman ekonomi, agar kebutuhan bahan pokok dapat tetap terjangkau, misalnya subsidi lebih besar bagi moda transportasi pangan," pungkasnya. Ksr

Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login