IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Upgrade Lima Kilang, Pertamina Habiskan 25 Miliar US Dollar

Upgrade Lima Kilang, Pertamina Habiskan 25 Miliar US Dollar

Written By Indopetro portal on Wednesday, 10 December 2014 | 10:55

indoPetroNews.com- PT. Pertamina (Persero) keluarkan kocek sebesar 25 Miliar US Dollar buat Ekspansi dan upgrade lima kilang. Hal tersebut dilakukan perusahaan plat merah tersebut untuk memenuhi permintaan produk bahan bakar dan petrokimia dalam negeri yang terus tumbuh.

Upgrade lima kilang yang dipilih melalui konsep Refining Development Master Plan (RDMP) tersebut, dilakukan Pertamina dengan tiga mitra kerjanya.

"Saudi Aramco untuk mengembangkan dan mengevaluasi opsi-opsi investasi untuk kilang Dumai dan Cilacap serta kilang Balongan. China Petroleum dan Chemical Corporation terpilih untuk kilang Plaju, dan JX Nippon Oil & Energy Corporation untuk kilang Balikpapan," kata Direktur Pengolahan Pertamina Rahmad Hardadi, di kantor Pertamina, Jakarta, Rabu (10/12).

Proyek-proyek ini diharapkan dapat melipatgandakan kapasitas produksi kilang sekaligus turut menjaga lingkungan melalui produksi bahan bakar pada Euro IV. Spesifikasi untuk standar kandungan sulfur dan emisi. Hal ini dapat diwujudkan melalui peningkatan kompleksitas kilang untuk meningkatkan hasil produksi BBM. Dan sekaligus pelipatgandaan kapasitas unit pengolahan minyak mentah (CDU) dari 820.000 barrel per hari (bph) menjadi 1.680 juta bph.

Secara khusus, Rahmad mengatakan produksi bensin akan meningkat sebanyak 3,3 kali lipat dari 190.000 bph menjadi 630.000 bph. Produksi diesel akan meningkat sebanyak 2,4 kali dari 320.000 bph menjadi 770.000 bph dan produksi bahan bakar avtur juga akan meningkat dari 50.000 bph menjadi 120.000.

"Fase akhir dari proyek diperkirakan akan selesai di tahun 2025. Produk kimia yang diproduksi di kilang juga akan meningkat, seperti produk polyethylene, propylene, polypropylene, dan paraxylene," ujarnya.

Kondisi tersebut, kata Direktur Marketing dan Retail PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, mengharuskan Pertamina untuk mengimpor bahan bakar oktan tinggi atau High Octane Mogas Component (HOMC) RON 92. HOMC itu, kata Bambang, kemudian dicampur untuk menghasilkan Premium RON 88. Untuk pembaruan kilang, Pertamina akan mengambil skema no recost. Dengan demikian, kata Bambang, Pertamina akan membayar investasi perusahaan asing dengan hasil produksi kilang yang telah diperbarui.

Setelah penandatangan MoU, Pertamina dan partner strategis berencana untuk membentuk tim bersama guna mengevaluasi kelayakan proyek. Pertamina dan para mitra kerja menargetkan penyelesaian FEED (Front end Engineering Design) untuk kilang dalam kurun waktu 2015-2016. (Epan Hasyim Siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login