IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Sasaran Tim Mafia Migas Mengarah ke SPBU

Sasaran Tim Mafia Migas Mengarah ke SPBU

Written By Indopetro portal on Wednesday, 10 December 2014 | 19:12

indoPetroNews.com - Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) menduga selama ini kebocoran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal tersebut diungkapkan anggota tim mafia Migas, Joko Siswanto saat rapat tim yang ketiga kalinya di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rabu (10/12).

Menurut Joko, mafia-mafia itu bermain di antara Depot BBM dan SPBU. Untuk itu Joko menyarankan agar setiap SPBU memberikan laporan kepada pemerintah, terkait penyaluran BBM kepada masyarakat yang bener-bener berhak mendapatkan subsidi.

"Saya tantang deh, ada tidak yang mengetahui keadaan ril SPBU. Tau jumlah BBM subsidi yang diterima masyarakat secara ril. Profesor mana pun tidak ada yang tau," kata Joko.

Joko mengatakan para mafia selalu menghalang-halangi ketika negara ingin mengetahui berapa jumlah yang dijual SPBU kepada masyarakat. Padahal kemarin kita sudah mencoba teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang berfungsi sebagai alat untuk mendata dan memantau penggunaan BBM yang dipasang pada kendaraan bermotor di seluruh Indonesia, secara gratis.

"Sampai sekarang kerja itu terhambat oleh mafia. Sampai sekarang gak berhasil kan? Kita sudah jalan, tetap saja ada yang menghajar dari segala macam penjuru. Siapa pun menteri dan presidennya gak ada yang berhasil," paparnya.

Joko juga mengaku jika timnya sudah mengantongi data dari Depot BBM di Indonesia, namun sayangnya mereka belum mengantongi data, berapa jumlah BBM yang disalurkan kepada masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi.

"Kita mau non-cash dihalangi, mau menggunakan teknologi juga dihalangi, karena dia gak mau kita ketahui dia mau jual kemana. Kenapa dia gak mau pasti kan ada sesuatu," ujarnya.

Selama ini Badan Usaha, menurutnya membeli dengan harga di bawah subsidi di seluruh Depot. Joko menduga di tengah jalan pihak SPBU "nakal" menjual BBM tersebut kepada industri.

"Misal satu truk berisi 10.000 kilo liter, untung Rp.1.000 per-liternya mereka sudah dapat Rp.10juta. Saat ini selisih solar dan subsidi sekitar Rp.5.000. Otomatis dalam satu truk itu mereka langsung untung Rp.50juta. Dan yang bayar subsidinya tetap negara," tutupnya.(Ephan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login