IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Harga BBM Disesuaikan belum Pengaruhi Harga, Inflasi malah Tembus Angka 8,36%

Harga BBM Disesuaikan belum Pengaruhi Harga, Inflasi malah Tembus Angka 8,36%

Written By Indopetro portal on Tuesday, 20 January 2015 | 18:06

indoPetroNews.com - Dua kali penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan Pemerintah dalam satu bulan terakhir, ternyata belum dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat dan menekan biaya logistik transportasi di berbagai daerah. Bahkan kenaikan harga BBM bersubsidi dari Rp. 6.500 menjadi Rp. 8.500, atau sebesar  2000 rupiah, justru  memicu kenaikan inflasi sebesar 2-3% selama bulan Desember. Sementara kenaikan LPG 12 Kg, secara nasional malah memicu inflasi secara nasional di akhir  2014 sebesar 8.36%. Demikian dikatakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Farouk Muhammad, kepada sejumlah media di Jakarta, Selasa (20/1).

Senator dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini meminta Pemerintah segera melakukan langkah antisipatif dan kebijakan yang integratif untuk segera menurunkan harga dan biaya komoditas yang disebabkan kenaikan harga BBM akhir tahun lalu.

“Penyesuaian dua kali harga BBM yang dilakukan oleh pemerintah ternyata belum mampu mengembalikan harga seperti sediakala,padahal di saat yang bersamaan pemerintah juga telah menyesuaikan kembali harga Liquid Petroleum Gas (LPG) 12 kg dan harga semen, " tegasnya.

Farouk juga memberikan saran, perlu kebijakan khusus dan konsisten dari pemerintah untuk mengembalikan ke harga semula. Pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi dan mencari solusi bersama dengan dunia industri maupun para pemangku kepentingan untuk menyiasati perubahan harga BBM secara terus menerus, mengingat pemerintah akan menyerahkan harga BBM pada mekanisme pasar. "Terlebih, kita ketahui bahwa dunia bisnis dan industri butuh kepastian," tambahnya.

“Proses perumusan sebuah kebijakan di pihak eksekutif sebaiknya di pertimbangkan dengan sangat baik dan seksama, karena sesungguhnya yang paling akan merasakan dampak langsung adalah masyarakat lapisan bawah. Selain itu, kenaikan beragam komoditas pada realitasnya di tingkat daerah terjadi cukup tajam, hal itu terjadi karena adanya keterbatasan fasilitas produksi dan kelemahan infrastruktur logistik daerah-daerah” tukas Farouk

Menurut pengamatan Guru Besar PTIK ini telah terjadi banyak perubahan dan proses yang tidak optimal dalam implementasi pengalihan subsidi energi. Hal ini terjadi kerena kebijakan pemerintah yang sangat strategis selama hampir 3 bulan terakhir ini, minim proses checks and balances dengan pihak legislatif.

“Semestinya kebijakan penarikan subsidi melalui pembangunan infrastruktur dan bantuan langsung dapat memberi indikasi awal dan dampak sosial ekonomi dengan adanya penyesuaian harga BBM.” pungkas Farouk. Ksr



Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login