IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Industri Manufaktur Minta Agar Harga Gas Bumi Juga Ikut Diturunkan

Industri Manufaktur Minta Agar Harga Gas Bumi Juga Ikut Diturunkan

Written By Indopetro portal on Tuesday, 13 January 2015 | 16:32

indoPetroNews.com - Industri manufaktur mengajukan kepada pemerintah agar harga gas Indonesia segera diturunkan. Pasalnya 28 asosiasi yang tergabung dalam Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) menilai pada 2014 industri manufaktur melemah.

Kenaikan Upah Minimum Propinsi (UMP) sebesar 11 persen disusul dengan 12,7 persen awal tahun ini. Sehingga harga bahan baku meningkat 40 persen. Dimana bahan baku merupakan komponen yg cukup tinggi.

"Tarif Dasar Listrik (TDL) 1-3 naik 38,9 persen dan 1-4 naik 64,7 persen. Kemudian nilai tukar rupiah turun 40 persen terhadap dolar, (1USD = Rp. 12.600)," kata Chairman FIBGB, Achmad Safiun, di Kementerian Perindustrian, Selasa (13/1).

Safiun mengatakan harga gas bumi di Jawa bagian Barat USD 9,29 per MMBTu, sedangkan harga gas bumi hasil regasifikasi atau kompresi harganya sebesar USD 16,5 sampai dengan USD 18 per MMBTu.

Dengan menurunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia, FIPGB mengingatkan pemerintah bahwa peluang yang sangat berharga ini dapat dimanfaatkan sebagai awal diberlakukannya gas bumi sebagai penggerak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional.

"Apalagi di akhir tahun nanti Indonesia akan masuk dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). kita berharap daya saing industri manufaktur setara dengan produk industri negara lain," ujar Safiun.

Chairman Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Elisa Sinaga mengatakan pemerintah dapat menurunkan harga gas bumi dengan cara memberikan subsidi tetap gas bumi pada sektor industri manufaktur. "Ini jelas lebih besar kontribusinya terhadap PDB nasional yang relatif jauh lebih besar dibandingkan memungut revenue dari komoditi gas bumi," ujarnya.

Menurut Elisa semua harga dan pembayaran di dalam negeri pada industri manufaktur dalam mata uang rupiah. Untuk itu tambahnya negara juga harus dapat menyempurnakan infrastruktur pipa agar distribusi gas bumi merata.

"Dari 2006 hingga sekarang, pemerintah belum juga melakukan pipanisasi yang tendernya sudah ada sejak lama," tutupnya. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login