IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Jalankan Rekomendasi Tim Reformasi, Petral Jadi Trader International

Jalankan Rekomendasi Tim Reformasi, Petral Jadi Trader International

Written By Indopetro portal on Wednesday, 21 January 2015 | 16:45

indoPetroNews.com - PT Pertamina (Persero) mengaku telah menjalankan rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas, terkait pengalihan fungsi anak usahanya, Petral ke ISC (Integrated Supply Chance). Dengan begitu, Petral kini berperan sepenuhnya sebagai trader internasional.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, peralihan fungsi dari Petral ke ISC bukan berarti Pertamina telah meniadakan Petral. Sebab, yang dialihkan hanyalah fungsi pengadaannya dan Petral tetap ada, berfungsi sebagai trader sepenuhnya.

"Jangan salah, yang dialihkan ke ISC itu pengadaan, jadi pengadaan crudenya serta pengadaan produknya itu oleh ISC. Petral itu berperan menjadi trading murni, jadi Petral boleh ikut tender. Selama dia dapat harga yang bagus sah-sah saja. ISC fungsinya pengadaan," kata Ahmad kepada wartawan, di Kompleks Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/1).

Ahmad menjelaskan, pihaknya saat ini tengah merencanakan untuk menyiapkan tangki di sekitar Batam untuk difungsikan oleh Petral sebagai tempat menyimpan stok minyaknya.

"Nanti kita mau siapkan tangki di sekitar Batam supaya dia punya stok juga. Kalau lagi murah stok, kalau harganya lebih bagus dijual ke luar yah jual, sekaligus jadi buffer nasional kan. Tidak harus jual ke Pertamina, tapi kalau harganya jauh lebih murah yah, why not? (Petral) bisa ikut tender," ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan beralihnya fungsi pengadaan Petral ke ISC maka sekarang segala hal yang menyangkut pengadaan akan dikontrol langsung dengan ketat oleh Pertamina melalui ISC.

"Kalau dulu kan Petral yang ngadain, yang kemudian itu bermasalah. Petral memang punya kuasa untuk cari dari trader lain atau NOC, sekarang Pertamina langsung melalui ISC dan kami awasi dengan ketat," imbuhnya.

Lantas, apakah ada perubahan cara tender setelah fungsi pengadaan dilimpahkan kepada ISC?

"Oh ada, lebih banyak kita jadi B to B ke produsen. Harus ke produsen. NOC kan banyak tapi belum tentu NOC itu produsen. Lah kalau dibilang PTT Thailand, dia mana punya produknya BBM? Orang dia produknya yang terbanyak petrochemical.We should know. Jadi harus produsen yang punya kilang," tandasnya. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login