IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Menteri Pecat Dirjen Migas Karena Suap Ekspor LNG

Menteri Pecat Dirjen Migas Karena Suap Ekspor LNG

Written By Indopetro portal on Thursday, 29 January 2015 | 13:44

indoPetroNews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said pecat Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Edy Hermantoro. Dan digantikan oleh Naryanto Wagimin, yang menjabat Plt. Dirjen Migas sebelumnya.

Selama ini masyarakat bertanya-tanya, apa alasan menteri ESDM melakukan pemecatan terhadap Edy Hermantoro. Sudirman mengatakan bahwa Edy dipecat karena dugaan suap dan melanggar ketentuan ekspor liquefied natural gas (LNG) yang sebelumnya pernah diajukan pemohonan secara resmi oleh sejumlah perusahaan, termasuk PT Pertamina (Persero).

Edy dinilai sengaja tidak menandatangani surat rekomendasi ekspor LNG yang dilatarbelakangi oleh faktor suap. Bahkan, dari 11 surat yang diajukan, hanya 1 surat yang rekomendasi yang ditanda tangani. "Mengerikan, dari 11 surat yang diajukan hanya 1 surat yang diteken. Ini alasan saya memberhentikan Edy Hermantoro,” kata Sudirman, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/1).

Menurutnya, salah satu surat permohonan rekomendasi ekspor yang tidak ditandatangani Edy adalah yang diajukan Pertamina, sehingga berujung pada diterbitkannya surat teguran keras kepada badan usaha milik negara (BUMN). Ketika menerbitkan surat teguran itu, dipersoalkan PT Pertamina (Persero) yang mengirimkan dua kargo LNG senilai USD 90 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun tanpa persetujuan dari pemerintah.

Seharusnya surat rekomendasi harus ditandatangani sebelum Pertamina menjual LNG, karena Kementerian Perdagangan tidak bisa menerbitkan surat persetujuan ekspor tanpa rekomendasi dari Dirjen Migas.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said menjelaskan alasan pemecatan Edy Hermantoro karena pekerjaannya dinilai lambat dan banyak yang terbengkalai, namun tidak dijelaskan bahwa Edy Hermantoro dicurigai menerima suap atau sejenisnya. Edy juga diduga memiliki banyak aset property di sejumlah negara, antara lain di Hongkong dan Singapura.

Dirjen Migas itu dipecat dari jabatannya tertanggal 4 Nopember 2014 lalu, atau sekitar 3 bulan yang lalu. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login