IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » MK Kabulkan Materi Gugatan Karyawan Chevron tentang UU PPLH

MK Kabulkan Materi Gugatan Karyawan Chevron tentang UU PPLH

Written By Indopetro portal on Wednesday, 21 January 2015 | 17:49

indoPetroNews.com. Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan secara keseluruhan materi gugatan karyawan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) terhadap UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Putusan MK menyatakan tiap lembaga yang ingin menindak tindak pidana lingkungan hidup harus lewat penegakan hukum terpadu.

Melalui putusannya, MK mengubah makna Pasal 95 ayat 1 UU PPLH yang menyatakan tiap lembaga boleh menyelidiki/menindak tindak pidana lingkungan hidup tanpa harus koordinasi. Sedangkan sekarang, penegak hukum harus koordinasi dengan lembaga lingkungan hidup/kehutanan untuk menyelidiki/menindak tindak pidana lingkungan hidup.

MK juga mengabulkan gugatan terhadap pasal 59 ayat 4 UU PPLH yang menyatakan, perusahaan yang sedang perpanjang izin tetap memiliki izin. Sehingga, perusahaan yang sedang perpanjang izin tidak bisa ditindak dengan alasan belum memiliki izin.

"Mengabulkan gugatan untuk seluruhnya," ujar Ketua MK, Arief Hidayat, di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Rabu (21/1/2015).

Gugatan ini dilakukan Bachtiar Abdul Fatah selaku Manajer Sumatera Light South PT Chevron Pacific Indonesia, yang notabene telah ditetapkan sebagai terdakwa oleh Kejaksaan Agung atas kasus bioremediasi bersama sejumlah karyawan Chevron. Bachtiar yang juga terdakwa mengaku dirugikan konstitusionalnya karena kehadiran pasal 59 ayat 4 dan pasal 95 ayat 1 UU PPLH.

Putusan ini akan dijadikan Bachtiar untuk bahan di materi peninjauan kembali (PK) atas keputusan pengadilan. Sebagaimana diketahui Bachtiar Abdul Fatah ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) sejak 17 Mei 2013 pada saat pelimpahan kasus tahap kedua dilaksanakan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jaksel. Penahanan dilakukan setelah Bachtiar dua kali mangkir dari panggilan penyidik untuk penyerahan tersangka dan alat bukti.Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Bachtiar terbukti bersalah dan menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair tiga bulan kurungan. Sepertinya kasus ini akan memasuki babak baru pasca keputusan MK ini. Kita tunggu babak berikutnya (Budi R Minulyo)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login