IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pendapatan Negara Pada Sektor Migas 2014 Lampaui Target

Pendapatan Negara Pada Sektor Migas 2014 Lampaui Target

Written By Indopetro portal on Friday, 2 January 2015 | 06:12

indoPetroNews.com – Penerimaan negara pada sektor Minyak dan Gas (Migas) sepanjang 2014, naik Rp. 10.321 triliun, di atas dari target yang direncanakan. Per 31 Desember 2014 realisasi penerimaan PPh, SDA dan PNBP sebesar Rp. 320.254 triliun. Dan naik dari target APBN-P 2014 yaitu Rp. 309.933 triliun.

"Alhamdulillah atas pencapaian ini. Dan semoga di 2015, industri hulu migas bisa kembali menunjukkan kinerjanya sesuai yang diharapkan," ujar Kepala Bagian Humas SKK Migas, Rudianto Rimbono, melalui pesan singkatnya, Kamis (1/12).

Sementara Total kegiatan pengeboran mencapai 77 kegiatan dari target sebelumnya sebesar 132 kegiatan.

Kegiatan ekploitasi sumur pengembangan sebanyak 1.212 kegiatan, kerja ulang (workover)1.074 kegiatan dan perawatan sumur (sell service) 31.217 kegiatan.

Rudianto juga tidak menampik ada sejumlah hambatan yang dihadapi untuk mencapai target produksi tahun ini. Hambatan tersebut, diklaim mengurangi potensi peningkatan target produksi hingga 27.200 barel minyak per hari dan 220 mmscfd.

"Gangguan fasilitas produksi dan offtaker, jadwal proyek onstream yang mundur, masalah operasional serta penyerapan gas yang lebih rendah oleh pembeli, juga beberapa di antaranya," katanya.

Hal ini menampik keterangan yang disampaikan Otoritas fiskal, Kementerian Keuangan, bahwasannya realisasi lifting minyak bumi dan harga minyak mentah yang di bawah asumsi APBN Perubahan 2014 akan menurunkan penerimaan negara.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, sebelumnya mengemukakan target pajak penghasilan (PPh) dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) minyak bumi masing-masing senilai Rp31,8 triliun dan Rp154,8 triliun terancam tidak tercapai.

Namun, dia mengelak seberapa besar penurunan akibat rendahnya lifting dan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) itu.

“Kalau angkanya belum bisa di-share. Kan masih bergerak terus monitoringnya. Tergantung realisasi ICP, kurs, lifting, sampai dengan 30 Desember,” katanya.

Padahal, dalam dokumen outlook terbaru Kementerian Keuangan, rata-rata lifting hingga akhir 2014 diperkirakan hanya 804.000 barel per hari, sedangkan ICP US$102 per barel, berdasarkan perkembangan hingga Oktober. Artinya, pemerintah semestinya sudah berhitung tentang perkiraan penerimaan dari sektor migas sampai akhir tahun. (Hasyim Siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login