IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Pernyataan Dirut Pertamina Soal Blok Mahakam Dinilai Bersayap

Pernyataan Dirut Pertamina Soal Blok Mahakam Dinilai Bersayap

Written By Indopetro portal on Wednesday, 28 January 2015 | 17:35

indoPetroNews.com - Pernyataan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto yang mengatakan siap mengelola Blok Mahakam 100% tetapi juga masih membuka kesempatan kepada Total untuk ikut mengelola Blok karena dinilai memiliki pengalaman, dinilai Marwan Batubara, seorang petitor "Petisi Blok Mahakam untuk Rakyat" sebagai pernyatan bersayap.

Pernyataan itu, kata Dia, kepada sejumlah media di Jakarta, Rabu (28/1), mengindikasikan tetap dibukanya kesempatan bagi asing untuk memiliki saham Blok Mahakam. "Padahal hal ini tidak diperlukan karena akan mengurangi kesempatan memeroleh keuntungan yang optimal," katanya.

Seperti diketahui, Direktur Utama PT. Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan ingin menjadi full operator 100% dalam pengelolaan Blok Mahakam. Namun Dia juga mengatakan merasa nyaman menggandeng Perusahaan asal Perancis, Total E&P Indonesie, dalam menggarap Blok Mahakam di Kalimantan Timur.

"Kami akan memperhatikan Total, karena kami menilai Total E&P Indonesie paham betul akan kondisi sumur Migas di Blok Mahakam, supaya tidak putus dan berkesinambungan," kata Dwi, di Jakarta, Senin (19/1).
Sebenarnya, kata Marwan,  jika pemerintah konsisten dengan kepentingan strategis negara, tanpa permintaan dari Pertamina sekalipun, pemerintah justru seharusnya menugaskan pengelolaan Blok Mahakam secara penuh 100% kepada Pertamina. Karena itu, dengan terus ditundanya pengambilan keputusan, termasuk dengan “memanfaatkan” proposal yang diajukan Pertamina, serta demikian kuatnya “pengaruh” asing di seputar pengambil keputusan, Dia  khawatir akhirnya pemerintah masih tetap memberikan sejumlah saham kepada Total dan Inpex.

Dalam penuturan Marwan, yang juga Direktur Eksekutif IRESS, selama ini sejumlah pejabat negara dari KEDSM, SKK Migas maupun KBUMN cukup sering mengungkap berbagai alasan agar Total dan Inpex tetap diberi kesempatan untuk ikut memiliki saham di Blok Mahakam. Alasan-alasan tersebut antara lain ketidakmampuan SDM, keuangan, teknis dan manajemen Pertamina, perlunya menjaga tingkat produksi, perlunya memenuhi kontrak dengan buyer, perlunya menjamin penerimaan APBN dan perlunya peralihan operasi secara mulus melalui masa transisi selama 5-10 tahun.

Dia perlu  mengingatkan agar pemerintah tidak lagi mengulang berbagai manipulasi, kebohongan akal-akalan yang disampaikan. Apalagi ungkapan tersebut, menurutnya, justru menunjukkan kelemahan dan ketidakmampuan atau bahkan penghinaan kepada bangsa sendiri. "Akibat mengungkap pernyataan yang merendahkan bangsa sendiri sepert iitu, dua orang pimpinan KESDM, Jero Wacik dan Rudi Rubiandini, telah menerima balasan, menjadi tersangka dan satu di antaranya telah meringkuk di penjara," tutupnya.Ksr


Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login