IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Pertamina Jual LNG Tanpa Ijin Menteri ESDM

Pertamina Jual LNG Tanpa Ijin Menteri ESDM

Written By Indopetro portal on Monday, 26 January 2015 | 09:37


indoPetroNews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merasa kecolongan dengan penjualan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) yang dilego PT. Pertamina (Persero) kepada dua perusahaan asing yaitu Vitol Group asal Belanda dan Glencore perusahaan asal Inggris.

Kabar mengenai banyaknya penyimpangan bisnis penjualan gas domestik ini telah diketahui oleh Menteri ESDM, Sudirman Said. dan Sudirman mengaku telah memberikan surat kepada PT. Pertamina terkait hal tersebut. "Saya belum komunikasi dengan Pertamina, meskipun saya sudah mendapat laporan dari Dirjen, bahwa kepada Pertamina sudah diberikan surat. dan belum tahu nantinya bagaimana," kata Sudirman, di kantor ESDM, Jakarta, Senin (26/1).

Saat dikonfirmasi, Direktur Hulu Migas, Naryanto Wagimin mengatakan Kementerian ESDM telah melayangkan surat peringatan keras kepada manajemen Pertamina pada 4 Desember 2014 lalu. Surat peringatan tersebut dilayangkan lantaran manajemen Pertamina telah melakukan penyimpangan terkait mekanisme penjualan dan ekspor LNG.

“Setahu saya mereka menjual dua kargo gas ke dua perusahaan tadi dengan pengiriman ke Singapura. Di transaksi itu ada tandatangan (mantan) orang Pertamina,” terangnya.

Naryanto pun memperingatkan Pertamina karena telah menentukan secara sepihak, harga berikut juga dengan volume gas yang dijual. Padahal sesuai aturan tata niaga migas, transaksi penjualan gas harus lebih dulu diinfokan ke Satuan Kerja Khusus Pelakasana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan mendapatkan persetujuan dari Menteri ESDM Sudirman Said. Kegiatan ekspor ini juga seharusnya memperoleh izin eskpor dari Kementerian Perdagangan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 42/M-DAG/PER/9/2009 Tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Migas.

Salah satu fakta di atas mengemuka tatkala anggota komisi VII DPR, Inas Nasrulla mempertanyakan isu penyimpangan penjualan gas kepada jajaran kementerian ESDM. Sampai hari ini belum ada jawaban detail dari pihak Pertamina baik Vice President LNG Pertamina maupun jajaran direksi. Dari data yang dia miliki, transaksi penjualan gas tersebut mencapai angka US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,12 triliun.

Sebagai informasi bahwa kedua perusahaan, Vitol dan Glencore merupakan trader dan juga operator di bidang energi yang akrab dengan Petral. Mereka menjadi pemasok migas bagi Pertamina. Beberapa perusahaan lainnya adalah Arcadia, Total, Concord, Verita, Gunvor, PPT, Kernel Oil, BP, Unipec, Petrochina, Petronas, Shell, Trafigura, SK, dan Conoco. Petral melakukan pembelian BBM secara tender, karena produsennya adalah trader yang melakukan proses blending di Singapura.

Pertamina sendiri mengoperasikan dua kilang yakni Arun di Aceh Utara dan Badak di Bontang, Kaltim. Keduanya penghasil LNG terbesar di dunia. Sementara Badak NGL merupakan salah satu kilang LNG yang terbesar di dunia di mana direktur & COO dijabat oleh VP Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina, Daniel S. Purba. Orang sama yang menjadi salah satu anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas dan dikenal penuh kontroversi oleh publik. (Epan Hasyim Siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login