IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Premium Tidak Disubsidi Lagi, Pemerintah Berlakukan 3 Jenis Harga

Premium Tidak Disubsidi Lagi, Pemerintah Berlakukan 3 Jenis Harga

Written By Indopetro portal on Monday, 19 January 2015 | 20:08

indoPetroNews.com - Premium sebagai bahan bakar yang selama ini mendapatkan subsidi harga dari pemerintah, kini sudah tidak disubsidi lagi. Menurut Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir kepada sejumlah media di Jakarta, Senin (19/1),  mengacu  pada Perpres No.191 tahun 2014, saat ini terdapat tiga jenis BBM, yaitu jenis BBM tertentu, jenis BBM penugasan khusus, dan jenis BBM umum.

Menurut Ali, karena tidak disubsidi pemerintah, akan ada 3 jenis harga untuk Premium, di antaranya: pertama, Luar JAMALI (Jawa Madura dan Bali), diberlakukan jenis BBM penugasan khusus dengan harga Rp. 6.600 per liter; kedua, Untuk JAMALI, karena bukan penugasan khusus maupun jenis BBM tertentu (JBT) maka diberlakukan sebagai jenis BBM umum dengan harga: Rp. 6.700 per liiter di Jawa Madura, dan Bali dengan harga Rp.7.000/liter.

Ditambahkan Ali, harga BBM solar yang masuk kategori jenis BBM tertentu diberlakukan seragam Rp 6.400 per liter di seluruh Indonesia, terhitung mulai tanggal 19 Januari 2015 Pukul 00.00. Pemerintah memberikan subsidi tetap untuk Solar senilai Rp 1.000 per liter.

"Karena termasuk katergori BBM Umum untuk wilayah Jamali, maka badan usaha dimungkinkan untuk memperoleh margin 5-10% sesuai ketentuan yang berlaku. Namun demikian, dengan harga itu maka margin Pertamina masih di bawah 5%," katanya. 

Dalam penjelasannya, Ali mengemukakan, "Premium di luar Jamali yang merupakan BBM penugasan ditetapkan sebesar Rp6.600. "Dengan harga ini, tentunya margin Pertamina lebih rendah (<2%). Hal ini sebagai komitmen Pertamina mendukung pemerintah meringankan beban masyarakat di luar Jamali yang tingkat daya belinya relatif lebih rendah," katanya. 

"Adapun, di Bali lebih tinggi karena nilai PBBKB yang ditetapkan oleh daerah setempat lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lain, yaitu 10%".

Menurut Dia, kebijakan harga BBM bersubsidi sejak 1 Januari 2015 memang akan mengikuti pola pergerakan harga minyak dunia. Apabila harga turun, akan turun dan apabila harga naik juga akan ikut naik. Namun, untuk kebijakan harga ini sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah. "Pertamina selaku badan usaha bertugas mendistribusikan sekaligus menjaga kelangsungan pasokan kepada masyarakat," pungkasnya. Ksr
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login