IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » SKK Migas Bantah Harga Minyak Dunia Reborn hingga 80 USD Per Barel

SKK Migas Bantah Harga Minyak Dunia Reborn hingga 80 USD Per Barel

Written By Indopetro portal on Wednesday, 21 January 2015 | 19:26

indoPetroNews.com - Beberapa kalangan di ortoritas migas dan KKKS menyebut, pada Maret atau April mendatang harga minyak dunia  diperkirakan akan kembali naik (reborn). Estimasinya berada pada kisaran 80 USD per barel. asumsi tersebut pastinya akan membuat pemerintah kembali menghitung harga bahan bakar minyak (BBM) nasional kembali nantinya.

Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK-Migas) Gde Pradnyana membantah hal tersebut. Ia mengatakan institusinya tidak pernah secara resmi mengeluarkan prediksi soal harga minyak.

"Tidak ada yang bisa menebak harga minyak. SKK-Migas setau saya tidak pernah secara resmi mengeluarkan statement tersebut. Itu semua asumsi saja," katanya, di Jakarta, Rabu (21/1).

Ia menambahkan saat memberikan laporan evaluasi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu yang lalu, SKK-Migas masih menggunakan range harga BBM 40-70 USD per barel. "Kata siapa 80 USD per barel? tidak ada simulasi dengan harga 80 USD per barel," ujarnya.

Gde juga mengatakan jika harga BBM nantinya berada pada level tertinggi, SKK-Migas juga tidak punya domain untuk menentukan harga ataupun rencana akan diterbitkannya subsidi kembali. "Subsidi itu yang menentukan pemerintah dalam hal ini, Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral)," katanya.

Sebelumnya Kepala SKK-Migas, Amien Sunaryadi dalam laporannya bersama DPR, mengatakan pada asumsi harga minyak 40-70 USD per barel, SKK-Migas menghitung penerimaan migas bagian negara pada 2015 diperkirakan antara USD6,6-14,9 miliar. Angka penerimaan tersebut lebih rendah dibandingkan pengeluaran "cost recovery" USD15,8-18,9 miliar pada asumsi harga minyak yang sama.

Dan hal tersebut menurut Amien, penghasilan pemerintah menurun, kontraktor relatif sama, harga minyak dari 2012 turun secara signifikan hingga awal 2015. (Epan Hasyim Siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login