IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Soal Listrik, Pulau Jawa masih Dinilai yang Paling Sejahtera

Soal Listrik, Pulau Jawa masih Dinilai yang Paling Sejahtera

Written By Indopetro portal on Wednesday, 14 January 2015 | 08:57

indoPetroNews.com - Sila ke-Lima dalam Pancasila sebagai dasar negara, sepertinya hanya tertuang di dalam kertas saja. 'Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia' isinya tidak lagi menjadi pedoman oleh pemerintah.

Pada sektor sumber energi, diketahui pulau Jawa tidak pernah mengalami krisis energi. Berbeda dengan daerah lainnya, yang mengalami kekurangan pasokan energi, meski sumber energi tersebut berasal dari wilayahnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan, selama ini tidak meratanya ketersediaan listrik telah menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi nasional. "Mulai sekarang, kita harus mengubah paradigma listrik dari penghambat menjadi penggerak (driver) pertumbuhan ekonomi," kata Sudirman, di Jakarta, Selasa (13/1).

Masih terkait perubahan paradigma, Menteri Sudirman juga menegaskan bahwa dulu pemerintah dipandang sebagai penguasa karena seluruh duitnya dipegang pemerintah pusat. Hari ini, tambahnya asumsi tersebut sudah tidak relevan karena 80 persen duitnya berasal dari pajak rakyat.

"Menteri itu pesuruh rakyat. Jadi, kita di sini tengah menyamakan persepsi untuk menggeser paradigma pemerintah, dari yang semula penguasa ke pelayan. We are the public servants," tandasnya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan KESDM, Jarman mengatakan, menilik Undang-Undang 30 tahun 2007, tentang energi pasal 6 ayat 2, maka situasi ketenagalistrikan Indonesia saat ini secara teknis sudah mengalami krisis.

"Komitmen pemerintah yang cukup ambisius sangat ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia. Kecuali Jawa-Bali dan Sulawesi bagian Selatan dan Barat," ujarnya.

Diketahui seperti contoh, krisis listrik yang dialami wilayah Sumatera Utara, dipicu oleh ketimpangan kebutuhan dan pasokan. Kebutuhan listrik mencapai 1.700 MegaWatt, sementara kapasitas yang tersedia hanya sekitar 1.400 MegaWatt.

"Dalam rangka itu pula, sepanjang lima tahun ke depan Indonesia akan membangun 508 pembangkit berkapasitas 42.967,86 MegaWatt. Masing-masing terdiri 243 proyek oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero sebesar 18.460,50 MegaWatt dan 265 proyek oleh swasta/IPP sebesar 24.507,36 MegaWatt," papar Jarman. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login