IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Target Lifting 2015 Turun Karena Merosotnya Kinerja KKKS

Target Lifting 2015 Turun Karena Merosotnya Kinerja KKKS

Written By Indopetro portal on Friday, 23 January 2015 | 09:49

indoPetroNews.com - Lifting yang awalnya di target 900 ribu barel per hari (BPH) dalam APBN 2015, diusulkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk dapat diturunkan menjadi 849 ribu BPH.

Pelaksana Tugas, Direktur Jenderal Minyak dan gas Bumi (Migas), I Nyoman Wiratmaja mengatakan besaran ini didapat setelah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan prognosa atas produksi minyak di 2015. "Angka ini sudah menghitung proyek yang onstream tahun ini berikut penurunan produksi di beberapa sumur," ujar I Nyoman Wiratmaja, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/1)

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji seluruh kontrak kerjasama minyak dan gas bumi (migas) menyusul rendahnya harga minyak dunia. Fenomena pelemahan harga migas dikhawatirkan berdampak pada menurunnya kinerja kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) yang berakibat pada anjloknya angka produksi migas nasional.

“Pada dasarnya belum ada KKKS yang lapor akan menunda produksi. Tapi bisa jadi karena harga minyak yang begini terus, maka akan terjadi resiko penurunan produksi," ujar Wiratmaja.

Dirinya juga menerangkan, kontribusi produksi terbesar tahun ini diharapkan datang dari lapangan minyak yang dikelola oleh PT Chevron Pasific Indonesia sebesar 280 ribu BPH, PT Pertamina EP sekitar 128.390 BPH, Mobil Cepu berkisar 99.642 BPH, Total E&P Indonesie 62.679 BPH, dan PHE ONWJ 41.300 BPH.

Sebelumnya Menteri ESDM, Sudirman Said pernah mengatakan, potensi turunnya angka produksi migas nasional sendiri kian menguat. Setelah Kementerian ESDM mencatat, terdapat 17 blok migas yang akan habis kontraknya hingga 2019 mendatang. Selain itu, pemerintah juga berencana menterminasi 41 wilayah kerja yang tak kunjung digarap oleh KKKS tahun ini.

Hal itulah yang menjadi alasan Sudirman untuk melakukan evaluasi dan memastikan komitmen semua KKKS. "Sikap kita jelas, seluruh KKKS di review. Review-nya sendiri mulai dari yang menjelang habis (kontrak) yang nantinya akan kita putuskan mau dilanjutkan atau tidak. Kalau tidak memenuhi komitmen dan tidak memenuhi rencana-rencana, akan kita akhiri," ujar Sudirman.

Kekhawatiran Sudirman akan potensi merosotnya kinerja KKKS sepanjang 2015 sebenarnya sudah terlihat dengan mengusulkan perubahan target lifting minyak dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login