IndoPetroNews

Headlines News :
Home » » Target Lifting Minyak 2015 Capai 849 Ribu Barel

Target Lifting Minyak 2015 Capai 849 Ribu Barel

Written By Indopetro portal on Monday, 19 January 2015 | 19:18

indoPetroNews.com - Pemerintah menargetkan lifting minyak 2015 dalam Work Program and Budget (WP&B) mencapai 849 ribu barel, sedangkan gas sebanyak 1,177 mmscfd.

Dalam mengejar target tersebut, pemerintah berharap pada 81 KKKS, dan 15 KKKS besar di Indonesia.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi, mengatakan 15 KKKS tersebut di antaranya Total E&P Indonesie, PT Pertamina EP, PT Chevron Pacific Indonesia, BP Tangguh, ConocoPhillips Gresik Ltd, Mobil Cepu Ltd, ChonocoPhillip Indonesia, PHE ONWJ, Vico, CNOOC SES Ltd, PetroChina Internasional Jabung Ltd, Kangean Energy Indonesia Ltd, JOB Pertamina-E&P Medco Tomori Sulawesi, Premier Oil Natuna Sea BV, dan Chevron Indonesia Co.

"Ada 15 KKKS yang dijadikan harapan, karena produksinya sangat besar," ujar Amien, di Jakarta, Senin (19/1).

Dijelaskan, target untuk Total EP Indonesie, minyak sebanyak 62,7 ribu bph, dan gas 246 mmscfd; Pertamina EP minyak sebanyak 128,4 ribu bph dan gas 151,9 mmscfd; Chevron minyak 280 ribu bph; BP Tangguh minyak enam ribu bph dan minyak 179,6 mmscfd.

ConocoPhillips Gresik produksi minyak 8.300 bph dan gas 164,9 mmscfd, MobilCepu minyak 99,6 ribu bph, ConocoPhillips Indonesia minyak sebanyak 20.500 bph dan gas 57,7 mmscfd, PHE ONWJ minyak 41.300 bph dan gas 29,4 mmscfd, Vico minyak 12.500 bph dan gas 41,6 mmscfd, CNOOC SES produksi minyak 32.800 bph dan gas 9,9 mmscfd, PetroChina Internasional Jabung produksi minyak 15.100 bph dan gas 27,4 mmscfd.

Kangean Energy Indonesia produksi gas 41,4 mmscfd, JOB Pertamina-EP Medco Tomori Sulawesi produksi minyak 5 ribu bph dan gas 32,5 mmscfd, Premier Oil Natuna produksi gas mencapai 11.000 bph dan gas 34,2 mmscfd, Chevron Indonesia Co produksi minyak 19 ribu bph dan gas 11 mmscfd, dan 66 KKKS lainnya ditargetkan produksi minyak mencapai 179.700 bph dan gas 395,6 mmscfd.

Dari semua target tersebut, pemerintah memperkirakan biaya operasi dan pengembangan pada 2015 mencapai US$15,8 miliar hingga US$18,9 miliar. Dan untuk penerimaan negara mencapai US$6,6 miliar hingga US$14,9 miliar. "Semua perhitungan biaya operasi dan pengembangan serta penerimaan negara dengan estimasi ICP US$40-70 per barel," katanya. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login