IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Blok Mahakam: Pemerintah Minta Proposal, Pertamina Pertanyakan Data

Blok Mahakam: Pemerintah Minta Proposal, Pertamina Pertanyakan Data

Written By Indopetro portal on Tuesday, 3 February 2015 | 10:57

indoPetroNews.com – Hingga pekan ini, Pertamina belum juga memberikan proposal yang diminta pemerintah sebagai bahan pertimbangan untuk perpanjangan Blok Mahakam. Proposal yang diminta pemerintah terkait rencana Pertamina pasca berakhirnya kontrak blok yang terletak di Kalimantan Timur itu pada 2017. Inilah yang menjadi kesulitan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), soal kepastian perpanjangan kontrak di 2017, diserahkan ke Pertamina atau pengelola lain.

Kementerian ESDM beralibi, tenggat penyelesaian proposal sebenarnya telah dimintakan ke Pertamina sejak November 2014-Februari 2015. Pemerintah ingin meminta kepastian Pertamina apakah perusahaan plat merah itu akan tetap menggandeng Total E7P Indonesie, Inpex Corp, atau mengelola blok itu 100 persen.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmadja menegaskan, “kini pemerintah akan memberi waktu kepada Pertamina selama dua minggu ke depan untuk menyerahkan proposal pengelolaan Blok Mahakam. Ia berharap, pertengahan Februari ini, proposal tersebut sudah selesai,” katanya sebagaimana dikutip dari Kontan, Selasa (3/2).

Jika Pertamina tak kunjung menyelesaikan proposal rencana Blok Mahakam, sambung Wiratmadja, Ia khawatir akan mengganggu kepastian kepada calon investor mengenai siapa pengelola-pengelola blok ini. Sehingga dikhawatirkan Wiratmadja, produksi gas dari blok ini akan merosot.

Sebelumnya, Vice Presiden Corporate Communication Pertamina (Persero) Ali Mundakir, yang dihubungi indoPetroNews.com di kantornya, Sabtu (31/1) mengatakan, “untuk menyusun proposal itu perlu data. Dan data itu, jika tidak ada izin dari pemerintah, tidak akan bisa kita akses. Yang punya akses adalah Total, pemegang WK (wilayah kerja), dan SKK Migas, “ kata Dia.

“Pertamina, walaupun sebagai BUMN kami tidak bisa akses itu. Untuk membuat proposal harus ada data dong. Pertamina itu SDM-nya lulusan terbaik ITB, UGM. Untuk menyusun POD (Plan of Development)suatu lapangan itu butuh investasi, kalau datanya ada. Nah masalahnya akses datanya tidak ada, kecuali ada perintah dari pemerintah,” ungkap Ali.

Ali menambahkan, Pertamina sesungguhnya menilai penting adanya masa transisi. “ Kalau bisa Pertamina masuk sebelum 2017, “ tegasnya. Terkait kekhawatiran sejumlah pihak mengenai bakal turunnya produksi Blok Mahakam jika dikelola Pertamina Ali memastikan, “soal itu kita sudah membuktikan, ONWJ (Offshore North West Java) dari produksi 22 ribu, sekarang naik menjadi 42 ribu,” pungkasnya memastikan. Ksr.
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login