IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » EBTKE Bentuk Lembaga NEPIO Untuk Kejar PLTN 2024

EBTKE Bentuk Lembaga NEPIO Untuk Kejar PLTN 2024

Written By Indopetro portal on Friday, 6 February 2015 | 10:38

indoPetroNews.com - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengatakan pemerintah akan serius mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) nantinya. Pemerintah Indonesia juga menargetkan 2024 mendatang, listrik berkapasitas 5.000 megawatt (MW) akan diambil dari pemanfaatan energi nuklir.

Menurutnya, secara de facto, dari 10 negara berpenduduk terbanyak di dunia, hanya Indonesia yang belum memiliki PLTN. Untuk itu, PLTN di Indonesia saat ini sudah memasuki tahap pengembangan.

Menurut Rida, saat ini masyarakat masih menganggap energi nuklir adalah sesuatu yang "tabu". Hal tersebut dikarenakan efek berbahaya dari radiasi yang diterima masyarakat sekitar pembangkit. Namun, dengan kebutuhan energi listrik yang terus meningkat, mau tidak mau pemerintah harus segera dapat merealisasikannya.

"Kalau pun sumber-sumber energi terbarukan seperti, air dan panas bumi bisa dimanfaatkan secara maksimal, tapi masih belum bisa menutupi kebutuhan listrik di masa yang akan datang," kata Rida, di Jakarta, Jumat (6/2).

Dirjen EBTKE ini juga berencana akan membentuk sebuah lembaga yang bertugas mengorganisir pelaksanaan program nuklir di tanah air, dan disebut Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO). Lembaga ini nantinya beranggotakan wakil-wakil dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintah yang pendiriannya direncanakan melalui keputusan presiden. "Harus terbentuk tahun ini agar rencana pemanfaatan energi nuklir bisa jalan," ujarnya.

Menurut hitung-hitungannya, kebutuhan listrik pada 2025 akan mencapai 150 GigaWatt. Sementara pasokan listrik saat ini baru 50 GigaWatt. Meskipun pasokan baru dapat ditambah sekitar 35 GigaWatt. Sehingga kita masih defisit listrik sebesar 65 GigaWatt.

"PLTN merupakan energi masa depan. Meskipun pengembangan energi listrik Geothermal, air, dan energi lainnya juga kita kebut, tetap tidak bisa menutupi kebutuhan listrik di tanah air. Pilihannya hanya pembangkit nuklir," tegasnya.

Hal senada juga pernah disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Sofyan Basir. Menurutnya penggunaan PLTN dapat menjadi solusi buat krisis listrik di Indonesia. Dan rencana ini juga dapat memberikan nilai efisiensi yang tinggi, terutama dari sisi keuangan. Pasalnya, selain pengembangannya dapat dikatakan mahal, namun harga jualnya bisa sangat murah. "Sudah banyak negara yang menggunakan pembangkit listrik jenis ini dan merasakan manfaatnya," katanya.

Badan Tenaga Nuklir Nasional meminta agar keputusan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir segera diambil agar tidak terlambat untuk mencapai target pemerintah sebesar 5.000 MW dari energi itu pada 2024.

Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir Batan, Taswanda Taryo mengatakan, pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung bisa dikembangkan hingga 10 GigaWatt. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login