IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Hanya Kartu Sakti Jokowi yang Bisa Beli Gas 'Melon'

Hanya Kartu Sakti Jokowi yang Bisa Beli Gas 'Melon'

Written By Indopetro portal on Monday, 9 February 2015 | 16:09

indoPetroNews.com - Kebijakan pemerintah yang baru, terkait pemberian kartu kendali yang menjadi program sosialnya Presiden Jokowi kepada rakyat, akan dimanfaatkan sebagai basis data untuk pembelian gas elpiji 3 Kg.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji distribusi tertutup untuk gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) alias gas melon. Nantinya, gas melon hanya disalurkan untuk pemegang kartu kendali.

"Konsepnya beralamat. Pemegang kartu itu yang berhak mendapatkan elpiji 3kg," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Hufron Asrofi di Jakarta, Senin (9/2).

Dia mengatakan, pihaknya sebelumnya telah melakukan uji coba penggunaan kartu kendali tersebut di sejumlah daerah. Pendataan warga dikendalikan oleh Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.

Nantinya, lanjut dia, pihaknya juga memiliki opsi untuk menggunakan basis data dari Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang menjadi kartu saktinya Presiden Joko Widodo. "Tapi regulasi harus kita dandani (perbaiki)," ujar dia.

Hufron menambahkan, tadinya ada juga syarat yang bisa mendapatkan gas melon hanya rumah tangga yang masih menggunakan minyak tanah (kerosene). Jika disepakati dengan data kartu sakti, maka pembelian gas melon harus menunjukkan kartu tersebut.

Sayangnya, dia masih belum mengetahui langkah pengawasan teknis agar kartu tersebut tidak berpindah tangan dan disalahgunakan. "Nah itu juga yang jadi masalah," kata dia.

Anggaran subsidi gas elpiji 3 kilogram disetujui sebesar 5,77 metrik ton (MT) dengan anggaran mencapai Rp 28,27 triliun setelah pemerintah dan DPR RI kembali menyetujui sejumlah asumsi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2015 pada Rabu (4/2) kemarin.

Pemerintah juga sedang menyiapkan mekanisme baru distribusi produk elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram secara terturup. Ini dilakukan agar elpiji melon sampai ke tangah orang yang berhak dan rencananya para konsumen elpiji 3 kilogram harus menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) jika ingin membelinya.

Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi KESDM, I Gusti Nyoman Wiratmadja, mengatakan kebijakan itu merupakan langkah tepat sebab selama ini elpiji 3 kilogram dijual bebas kepada siapapun tanpa batas.

"Kami akan terapkan subsidi tertutup sehingga hanya yang berhak yang boleh membeli. Mekanismenya nanti disinkronisasikan dengan program KIS," kata Nyoman.

"Ini benar-benar baru sehingga butuh ujicoba. Kami sudah mengujicobakannya di Pulau Batam, Kepulauan Riau dan Kabupaten Malang, Jawa Timur," tambahnya.

Nyoman mengatakan, hasil ujicoba tersebut akan dievaluasi sebelum benar-benar diterapkan di setiap wilayah Indonesia pada tahun depan. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login