IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , , » Kerajaan Mafia Migas Gagal Dibongkar KPK

Kerajaan Mafia Migas Gagal Dibongkar KPK

Written By Indopetro portal on Thursday, 26 February 2015 | 09:10


indoPetroNews.com - Banyak sejumlah kalangan mempertanyakan bagaimana posisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca Ketua KPK, Abraham Samad serta anggotanya ditetapkan sebagai tersangka

Bahkan tidak sedikit isu yang beredar bahwa lembaga super bodi tersebut akan sulit membongkar, siapa mafia migas itu sebenarnya. Serta ada juga yang memandang akan ada kerajaan mafia migas yang baru, dan saat ini sedang dibangun.

Peneliti Indonesia Energy Watch (IEW), yang juga Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Pemuda Nusantara, Muhamad Adnan mengatakan bahwa kasus suap Tetraethy Lead (TEL) oleh Innospec.Ltd yaitu sebuah perusahaan energi asal Inggris pada tahun 2005 silam, turut memperlancar program penundaan penerapan bensin bebas timbal yang melibatkan Suroso Atmomartoyo yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) dan Rahmat Sudibyo yang menjabat sebagai Dirjen migas Kementrian ESDM.

Innospec.Ltd yang merupakan produsen zat tambahan bahan bakar TEL di kabarkan terduga telah menyuap pejabat pejabat migas di Indonesia sebesar USD 8 Juta agar menunda penerapan bensin bebas timbal, karena seharusnya sudah dimulai pada tahun 1999. Pengadilan Southwark Crown Inggris pun akhirnya menjatuhkan denda kepada Innospec. Ltd sebesar USD 12,7 Juta karena terbukti melakukan penyuapan kepada pejabat migas Indonesia, namun kasus yang ditangani KPK sejak tahun 2011 itu seolah nyaris menguap.

"Arie Soemarno diduga sebagai penghubung proyek minyak Zatapi, dan diduga kuat masih ada segelintir orang yang tidak menginginkan kasus Innospec mencuat kepermukaan, sehingga ada isu mengobrak abrik KPK," katanya, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/2).

Ari Soemarno sebelumnya menjabat sebagai Dirut Pertamina tahun 2006 hingga tahun 2009, juga di kabarkan ikut mempelopori impor minyak zatapi dari Malaysia melalui Gold minor International.Ltd sebesar 600 ribu barel pada akhir tahun 2007 dan mengklaim telah menghemat anggaran negara sebesar USD 3 Juta. Kasus tersebut mencuat ke media karena diduga sebagai minyak oplosan dari Sudan dan Australia, bahkan minyak jenis itu belum dikenal dipasaran Internasional.

"BPK atas permintaan pansus BBM DPR RI dalam audit investigasinya, justru menyebutkan potensi kerugian Negara proyek minyak Zatapi sebesar Rp 427 Milyar," tegasnya.

Pada kasus itu, ada sekitar 4 orang jajaran Pertamina ditetapkan sebagai tersangka antara lain Khrisna Damayanto selaku Vice Presedent Redana, Burhanudin selaku Ketua tim lelang, Sofrinaldy selaku Manajer Perencanaan Direktorat Pengolahan, Heri Purwoko selaku staf Rencana Operasi Direktorat Pengolahan.

Sementara, Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengatakan KPK selama ini bermain dalam tataran di klangan Direktur, dan belum masuk kepada membongkar Mafia Migas, namun belum menyentuh mafia migas tapi sudah di obrak-abrik oleh oknum tertentu.

"KPK hanya sampai di Direktur pengelolaan saja, KPK kita anggap gagal membongkar mafia migas di Pertamina. Seharusnya, KPK bisa menyentuh yang lebih elite lagi, artinya KPK harus memperhatikan Soemarno Inc ketika korupsi ini terjadi," katanya saat dikonfirmasi.

Kontroversi mafia migas sebelumnya sempat menjadi perhatian utama dari sejumlah media di Indonesia, namun tim yang dibentuk oleh Menteri ESDM, Sudirman Said yaitu Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dikomandoi oleh Fasial Basri, hanya mengunggah anak perusahaan Pertamina yaitu Petral, saat Petral di evaluasi dan impor minyak tidak melalui Petral maka kasus pun ditutup.

Beberapa bulan lalu, saat kampanye Jokowi-JK terus menjanjikan kepada publik akan memberantas mafia migas, namun publik tidak puas karena pemerintahan Jokowi-JK hanya mengupas kulit kelompok mafia migas, seperti yang pernah disebut-sebut sebagai God Father atau aktor yaitu Muhammad Riza Chalid dan Hatta Radjasa.

"Posisi tawar-tawaran KPK sekarang ini adalah apakah mereka berani membongkar Mafia Migas, kita tidak perlu duga-dugaan apakah si A atau si B, namun baru mau membongkar Innospec, sudah dihabisi KPK," kata Uchok.(Epan)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login