IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pemerintah Alihkan Subsidi BBM ke BBN Tahun Ini

Pemerintah Alihkan Subsidi BBM ke BBN Tahun Ini

Written By Indopetro portal on Tuesday, 3 February 2015 | 20:35

indoPetroNews.com - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), Rida Mulyana menjelaskan mulai 2015 subsidi BBM fosil dialihkan ke pengembangan sektor-sektor yang lebih produktif di antaranya untuk bahan bakar nabati (BBN).

Menurut Rida bertambahnya subsidi BBN akan membawa berbagai manfaat di antaranya penghematan devisa dan pengurangan ketergantungan terhadap BBM (fosil) senilai Rp20,4 triliun, peningkatan nilai tambah industri hilir kelapa sawit (CPO menjadi biodiesel) sebesar Rp7 triliun, peningkatan harga CPO dunia menjadi 146,62 dolar AS per ton, dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 3.000 orang.

"Yang jelas akan ada peningkatan pendapatan petani kelapa sawit sebesar 15,3%," katanya, di Jakarta, Selasa (3/2).

Sebelumnya dalam rapat kerja Kementerian ESDM mengusulkan volume BBM dan elpiji bersubsidi dalam RAPBN-P 2015 sebesar 17,9 juta kiloliter terdiri dari volume B10 sebesar 17,05 juta kiloliter dan minyak tanah 0,85 juta kiloliter.

Jumlah tersebut menurun signifikan dibandingkan dengan realisasi volume 2014 sebesar 46,79 juta kiloliter dan volume dalam APBN 2015 sebesar 46 juta kiloliter. "Karena adanya perubahan kebijakan pemerintah yaitu penghapusan subsidi untuk premium (gasoline) menyusul penurunan harga minyak mentah dunia," kata Rida.

Menteri ESDM Sudirman menjelaskan bahwa kedepannya akan semakin sedikit subsidi yang diberikan untuk BBM karena dialihkan ke sektor-sektor yang lebih produktif seperti biodiesel dan bioetanol.

Oleh karena itu dalam RAPBN-P 2015 Kementerian ESDM mengusulkan penambahan subsidi untuk biodiesel dari yang semula Rp1.500 per liter menjadi Rp5.000 per liter sedangkan bioetanol dari yang semula Rp2.000 per liter menjadi Rp3.000 per liter baik bagi sektor PSO maupun non-PSO.

Hal itu menunjukkan adanya penambahan alokasi BBN sebesar Rp14,31 triliun dari APBN 2015 sebesar Rp3,09 triliun menjadi RAPBN-P 2015 sebesar Rp17,40 triliun.

Pemerintah juga mengusulkan penambahan volume minyak solar ditambah biodiesel 10% (B10) dari yang semula 15,67 juta kiloliter dalam APBN 2015 menjadi 17,05 juta kiloliter dalam RAPBN-P 2015.

"Tahun ini kami menargetkan 10% campuran biodiesel pada solar, sedang ada pemikiran apakah bisa ditingkatkan menjadi 20% sesuai dengan usulan Menteri Keuangan," ujar Sudirman. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login