IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Pemerintah Ambil Alih 41 Wilayah Kerja Migas

Pemerintah Ambil Alih 41 Wilayah Kerja Migas

Written By Indopetro portal on Wednesday, 25 February 2015 | 10:13

indoPetroNews.com - Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan akan memutus 41 kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) yang dianggap tidak memenuhi komitmennya paska menerima wilayah kerja (WK) eksplorasi dalam kurun waktu tertentu.

“WK eksplorasi ini penuh resiko dan mungkin 41 blok yang sudah memegang wilayah menghitung terlalu besar sehingga belum bisa perform dalam waktu dekat, namun kita sudah target untuk tahun ini eksplorasi mencari minyak, kalau tidak bisa maka akan kita ambil lagi,” seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (25/2)

Menurut Sudirman, memutus kontrak tersebut, maka secara otomatis bisa dilakukan pemerintah melalui Kementerian ESDM dan SKK Migas, bilamana KKKS tidak memenuhi kewajibannya dalam kurun waktu tertentu, seperti pembayaran Fee hingga pembayaran pajak dan lain-lain, dan tercantum dalam kontrak kerja sama.

“Namun yang belum perform tetap kita hargai, yang tidak perfom tidak masalah, dan seandainya masih ingin mengikuti lelang itu tidak masalah,” ujarnya.

Sebelumnya, SKK Migas mencatat ada sekitar 41 wilayah kerja eksplorasi yang diputus kontraknya terdiri atas 8 wilayah onshore, 25 wilayah kerja offshore serta 5 wilayah onshore dan offshore. Empat kontrak diantaranya telah diputuskan yaitu Wilayah Kerja Pase, Kampar, JOB Gebang dan ONWJ.

WK Pase, pengelolaannya diserahkan kepada BUMD Aceh yaitu PT Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA). BUMD ini telah melakukan beauty contest untuk mencari mitra kerjanya dan terpilihlah operator eksisting yaitu PT Triangle Pase. Sebelum adanya keputusan ini, PT Triangle Pase telah beberapa kali memperoleh perpanjangan 6 bulan untuk mengoperasikan blok tersebut.

Wilayah kerja Kampar, diserahkan kepada Pertamina, dengan masa transisi dari operator eksisting Pertamina yaitu Medco, dalam kurun waktu sampai dengan 31 Desember 2015.

Untuk wilayah kerja JOB Gebang, tidak ada yang meminta. PT Energi Mega Persada (EMP) ditetapkan sebagai operator definitif pada tahun 2015.

Sementara wilayah kerja ONWJ, Pertamina telah meminta agar WK ONWJ diperpanjang kepada kontraktor eksisting yang terdiri dari PHE ONWJ, EMP ONWJ dan Kufpec. Kontrak blok ini baru akan berakhir pada tahun 2017. Pemerintah berkeinginan Pertamina memperoleh porsi lebih besar. (Epan Siregar)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login