IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , » Pertamina Belum Serahkan Proposal Blok Mahakam

Pertamina Belum Serahkan Proposal Blok Mahakam

Written By Indopetro portal on Wednesday, 4 February 2015 | 10:15

indoPetroNews.com - Sampai dengan saat ini, PT. Pertamina (Persero) belum memberikan proposal terkait rencana pengelolaan Blok Mahakam yang akan segera habis masa kontraknya pada 2017 yang akan datang. Sehingga pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memutuskan siapa yang selanjutnya akan mengelola Blok yang saat ini dikelola oleh PT. Total E&P Indonesie tersebut.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal minyak dan gas bumi (Migas), I Gusti Nyoman Wiratmadja, pemerintah akan memberi waktu dua minggu ke depan untuk menyerahkan proposal pengelolaan Blok Mahakam. Dirinya berharap pertengahan bulan Februari proposal tersebut sudah selesai.

Wiratmadja mengatakan dirinya khawatir jika Pertamina belum menyelesaikan proposal tersebut, akan terjadi ketidakpastian siapa yang akan mengelola blok yang berada di Kalimantan Timur tersebut. Pasalnya pemerintah khawatir tingkat produksi gas pada blok tersebut akan merosot.

"Sebaliknya, jika pertamina dapat dengan segera menyampaikan proposal tersebut, akan didapat kepastian dalam berbisnis pada sektor Migas," katanya, di Jakarta Rabu (4/2).

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication PT. Pertamina, Ali Mundakir mengatakan untuk menyusun proposal diperlukan data. Dan akses data tersebut, harus ada izin dari pemerintah.

"Yang punya akses adalah Total, pemegang WK, dan SKK-Migas. Pertamina, walaupun sebagai BUMN kami tidak bisa akses itu. Untuk membuat proposal harus ada data dong," kata Ali.

Ali menambahkan kalau Pertamina mempunyai Sumber Daya Manusia terbaik. Untuk menyusun POD sebuah lapangan dibutuhkan investasi dan akses data yang valid.

"SDM-nya lulusan terbaik ITB, UGM. Untuk menyusun POD suatu lapangan itu butuh investasi, kalau datanya ada. Nah masalahnya akses datanya tidak ada, kecuali ada perintah dari pemerintah," ujarnya.

Diketahui, Kementerian ESDM telah memberikan waktu kepada Pertamina sejak November 2014 hingga Februari 2015, untuk menyampaikan proposalnya. Dan dari proposal tersebut, pemerintah dapat mempertimbangkan apakah Pertamina dapat menggandeng partner seperti Total E&P Indonesie dan Inpex Corp, atau Pertamina mengelola secara penuh. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login