IndoPetroNews

Headlines News :
Home » , , » Pertamina Hemat Biaya Pengapalan BBM Di Atas US$100 Juta

Pertamina Hemat Biaya Pengapalan BBM Di Atas US$100 Juta

Written By Indopetro portal on Monday, 9 February 2015 | 10:41



indoPetroNews.com - PT. Pertamina (Persero) akan mengoptimalkan penggunaan kapal milik sendiri untuk pengangkutan kargo impor dengan target penghematan biaya pengapalan BBM, LPG dan Minyak Mentah di atas US$100 juta.

Untuk itu banyak kalangan menyambut gembira dan memberikan apresiasi atas kreatifitas dan terobosan yang cerdas dari Direksi PT Pertamina (Persero), khususnya Direktur Pemasaran yang mampu membuat Pertamina bisa lakukan penghemat cukup besar. Pertamina telah melebarkan sayap di bidang pemasaran pelumas ke luar negeri, baik pelumas untuk transportasi atau industry.

“Langkah bisnis Pertamina dengan mengoptimalkan penggunaan kapal sendiri dengan system perdagangan free on boad (FOB) dinilai sangat positif dan akan memperkuat kinerja BUMN migas itu sendiri. Ini terobosan yang luar biasa dan ini harus bisa dikembangkan Pertamina pada sektor sektor lain,” kata Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik Indonesia (Puskepi) Sofyano Zakaria di Jakarta, Senin (9/2).

Sofyano memberikan contoh, penjualan pelumas untuk kendaraan bermotor di dalam negeri bisa menjadi ladang bisnis besar bagi pertamina. Paling tidak tersedia potensi pasar sebesar 500.000 kilo liter pelumas pertahun. Ini peluang pasar pelumas kendaraan bermotor.

“Jika pertamina menguasai 50%, ini bisa mendongkrak laba pertamina. Kuncinya Pertamina harus kreatif, berfikir cerdas dan kerja keras untuk cari peluang baru disektor hilir,” kata Sofyano lagi .

VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, pihaknya tengah menggencarkan program Marketing and Operation Excellence sebagai respons dari situasi industri migas dunia yang sedang mengalami turbulensi karena harga minyak mentah yang jatuh.

“Salah satu sasarannya, kita melihat peluang penghematan dengan optimalisasi pemanfaatan kapal-kapal milik yang didukung dengan kebijakan perubahan pola pembelian impor dari semula Cost and Freight (CIF) menjadi Free on Board (FOB), baik untuk BBM, LPG maupun minyak mentah,” kata Ali di Jakarta.

Menurut dia, dengan semakin banyak kapal milik yang digunakan untuk mengangkut kargo impor akan sejalan dengan strategi menuju World Class Shipping. Artinya, kapal milik Pertamina mendapatkan standard dan klasifikasi Internasional sehingga dapat berlayar ke pelabuhan mana saja di dunia, seperti Pertamina Gas 1, Pertamina Gas 2, MT Gunung Geulis, MT Gamsunoro, dan MT Gamkonora.

Saat ini, lanjut Ali, Pertamina mengoperasikan 64 kapal milik dari total sekitar 200-an kapal untuk mengangkut Minyak Mentah, BBM, dan LPG. Manajemen Pertamina telah menargetkan untuk sedikitnya menguasai sekitar 90 unit kapal milik untuk mendukung efisiensi biaya pengangkutan Minyak Mentah, BBM, dan LPG sehingga lebih kompetitif.

Selain optimalisasi penggunaan kapal milik, menurut Ali, beberapa agenda telah disiapkan dalam kerangka Shipping Excellence, yaitu optimalisasi penggunaan jumlah kapal yang dioperasikan, rekomposisi type dan kontrak kapal sewa, pengurangan konsumsi bunker pada kapal sewa. “Selanjutnya melakukan konversi kapal-kapal tua type merdium range dan long range sebagai Floating Storage and Offloading (FSO). Pertamina juga akan memastikan penggunaan kapal sewa yang kompetitif untuk pengangkutan Minyak Mentah, BBM, dan LPG,” tegas Ali. (Epan Hasyim)
Share this post :
Comments
0 Comments

Post a Comment

www.indopetronews.com

 
Support : Web Master | Indokarmed | Web Hosting
Copyright © 2013. indoPetroNews - All Rights Reserved
Web Design Web Master Published Media Patner by Jurnalis Rakyat
Proudly powered by Portal Login